Kupas Tuntas Pertanian Cerdas Iklim, Pakar Internasional Rumuskan Solusi Strategis Hadapi Tantangan Ketahanan Pangan Global di UNEJ

Jember, 5 November 2026

Universitas Jember (UNEJ) mempertegas perannya dalam kancah akademik internasional dengan menyelenggarakan konferensi internasional bidang pertanian dan ilmu kehidupan.

Mengusung tema “Innovating industrial agriculture for sustainability, resilience and global food security”, kegiatan The 7th International Conferences on Agriculture and Life Sciences (ICALS) and The 11th International Conference of Food, Agriculture, and Natural Resources (FANRes) ini diselenggarakan dalam rangka menguatkan pilar akademis pada peringatan Dies Natalis UNEJ ke-62. Acara yang digelar di Auditorium UNEJ, Kamis (05/11/2026) ini sekaligus mempertemukan 162 peserta dari 9 negara, seperti Thailand, Jepang, Korea Selatan, Prancis, Nepal, Pakistan, Aljazair, dan Indonesia.

Konferensi internasional prestisius ini dirancang sebagai platform multidisiplin bagi para periset, akademisi, praktisi, pembuat kebijakan, dan pemangku kepentingan industri untuk berbagi pengetahuan, bertukar gagasan, serta mempresentasikan temuan mutakhir. Rangkaian acara meliputi sesi pembukaan, pemaparan materi dari pakar global, sesi presentasi paralel (parallel oral presentation), hingga workshop khusus IPSAGRI yang terbagi ke dalam kelompok diskusi bidang kerja spesifik guna memperkuat pembangunan perdesaan dan ketahanan sistem pangan berkelanjutan.

Rektor Universitas Jember, Iwan Taruna, secara resmi membuka gelaran The 7th International Conferences on Agriculture and Life Sciences (ICALS) and The 11th International Conference of Food, Agriculture, and Natural Resources (FANRes), Kamis (05/11/2026)

Menghadapi krisis pangan akibat perubahan iklim, gangguan rantai pasok, lonjakan populasi, serta keterbatasan sumber daya alam, Rektor Universitas Jember, Dr. Ir. Iwan Taruna, M.Eng., IPM., ASEAN Eng., menegaskan pentingnya arah riset dan kolaborasi lintas disiplin yang berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan masyarakat pedesaan hingga agroindustri nasional.

“Kecanggihan teknologi seperti kecerdasan buatan, pertanian presisi, bioteknologi, sensor, otomasi, dan pengolahan pangan tidak serta-merta menjamin kemajuan sosial jika tidak dirancang agar terjangkau, layak secara ekonomi, bertanggung jawab terhadap lingkungan, serta inklusif. Oleh karena itu, universitas memikul tanggung jawab besar untuk menjembatani riset dengan kebutuhan nyata melalui tiga prioritas utama: percepatan riset yang tanggap masalah, akselerasi inovasi dan alih pengetahuan, serta perluasan kerja sama internasional guna menghadirkan solusi konkret bagi ketahanan pangan global.” ujar Rektor.

Keynote sessions dimoderatori oleh (dari kiri) Dr. Ir. Joni Murti Mulyo Aji, M.Rur.M. bersama Dr. Orawan Srisompun dari Mahasarakham University, Christian Cilas, Ph.D. dari Cirad, dan Dr. Joon Yung-Cha dari Gyeongsang National University

Konferensi internasional ini menghadirkan sejumlah pakar dan keynote speaker terkemuka dari berbagai institusi global yaitu Prof. Dr. Awang Ahmad Sallehin (Universiti Malaysia Sarawak), Dr. Orawan Srisompun (Mahasarakham University), Mr. Rajendra Aryal (FAO Representative/Country Director for Indonesia and Timor Leste), Dr. Joon-Yung Cha (Gyeongsang National University), Prof. Toyoshi Yoshiga, Ph.D. (Faculty of Agriculture, Saga University), dan Christian Cilas (Cirad Scientist).

Kehadiran para pakar internasional tersebut memperkuat komitmen akademik dan sinergi global demi memperkuat inovasi berkelanjutan. Dekan Fakultas Pertanian UNEJ, Prof. M. Rondhi, S.P., M.P., Ph.D. menegaskan bahwa partisipasi lintas negara ini mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi akademik, memajukan ilmu pengetahuan, serta merumuskan solusi inovatif dalam menjawab tantangan global di bidang pertanian, ketahanan pangan, ilmu kehidupan, dan pengelolaan sumber daya alam.

Dekan Fakultas Pertanian UNEJ, Prof. M. Rondhi menegaskan bahwa partisipasi lintas negara ini mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi akademik

Prof. Rondhi juga menambahkan keberlanjutan visi institusi dalam kancah dunia, “Konferensi ini merupakan bagian dari komitmen universitas untuk mewujudkan visinya menjadi perguruan tinggi unggul dalam inovasi pertanian industrial berkelanjutan yang diakui secara internasional.” pungkasnya.

Selain forum diseminasi riset, ICALS 2026 juga memberikan ruang publikasi berkualitas tinggi melalui peluang penerbitan pada prosiding terindeks Scopus (IOP Earth and Environmental Science), guna memastikan hasil riset yang dipresentasikan berdampak luas bagi pengembangan sains global. (dil)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #IKU4 #IKU5 #IKU6 #IKU7 #IKU12