Jember, 23 April 2026
Diplomasi kopi Indonesia memasuki babak baru melalui penguatan kolaborasi akademik internasional.
Universitas Jember (UNEJ) secara resmi menerima delegasi mahasiswa dari Mahasarakham University (MSU), Thailand, untuk mengikuti program International Coffee Science, Processing and Industry (ICOSPI) 2026. Program ini tidak hanya menjadi ajang pertukaran akademik, tetapi juga menghadirkan pengalaman pembelajaran berbasis praktik.Penerimaan delegasi dilaksanakan pada Kamis (23/4) di Ruang Sidang Lantai II Rektorat UNEJ. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, antara lain Rektor, Wakil Rektor IV, Dekan Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP), para Wakil Dekan, serta perwakilan Kantor Urusan Internasional dan koordinator program studi terkait. Agenda kegiatan meliputi penyambutan resmi, pengenalan institusi, serta penguatan komitmen kerjasama akademik antara kedua perguruan tinggi.
Selama dua bulan kedepan, para peserta akan menjadikan ekosistem kopi di Jember sebagai βlaboratorium hidupβ, dengan mengikuti rangkaian pembelajaran terintegrasi. Program ini merupakan langkah konkret UNEJ dalam memperkuat posisinya sebagai pusat inovasi pertanian industrial berkelanjutan. Berbeda dengan program pertukaran pelajar pada umumnya, ICOSPI dirancang berbasis praktik (experiential learning) dengan fokus pada penguasaan teknologi pasca-panen dan manajemen industri kopi sebagai komoditas unggulan daerah.

Wakil Dekan Bidang Akademik FTP UNEJ, Miftahul Choiron, S.T.P., M.Sc., Ph.D., dalam laporan implementasinya menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan kelanjutan dari hubungan harmonis yang telah dibangun sejak tahun 2025.
“Program ICOSPI tahun ini adalah bagian dari upaya kami mendukung Universitas Jember menjadi institusi terdepan dalam inovasi pertanian industri berkelanjutan. Kami sangat bangga menerima dua profesor, satu mahasiswa PhD, dan enam mahasiswa dari Thailand yang akan belajar bersama kami selama dua bulan penuh. Fokusnya adalah pada integrasi ilmu pengetahuan, industri, dan keberlanjutan sektor kopi,” ujar Miftahul Choiron.
Penerimaan delegasi ini disambut hangat oleh Rektor UNEJ, Dr. Ir. Iwan Taruna, M.Eng., IPM., ASEAN Eng. Dalam sambutannya, Rektor menekankan bahwa pengalaman belajar yang paling berharga justru terjadi di luar ruang kelas.

“Belajar itu bukan sekadar duduk di kelas dan melihat salinan materi (slide). Melalui program ini, para mahasiswa akan mengunjungi perkebunan kopi untuk melihat langsung bagaimana petani kita menanam, memanen, hingga memproses kopi. Ini jauh lebih menarik karena kita bisa saling belajar tentang budaya dan keahlian masing-masing negara,” ungkap Iwan Taruna.
Rektor juga menambahkan bahwa kehadiran mahasiswa internasional ini merupakan kelanjutan dari koneksi yang sudah ada, sehingga diharapkan tidak ada kendala adaptasi budaya (culture shock).
“Ini bukan sekadar acara pembukaan, melainkan upaya terus menyambung koneksi. Saya berharap para mahasiswa menikmati pengalaman selama di Jember, memperluas pandangan mereka, dan yang paling penting adalah membangun persahabatan melalui pertukaran pengetahuan ini. Selamat datang di Universitas Jember dan nikmatilah Indonesia,” pungkasnya.

Program ICOSPI 2026 diharapkan tidak hanya menghasilkan luaran akademik berupa laporan dan kajian ilmiah, tetapi juga memperkuat jejaring talenta muda di bidang pertanian dan industri kopi di kawasan ASEAN. Melalui kolaborasi ini, UNEJ menegaskan komitmennya dalam mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi sekaligus mengangkat potensi lokal Jember ke panggung global. (qf)
#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #IKU5

