Refocus System: Inovasi Mahasiswa Pendidikan Fisika UNEJ untuk Atasi Krisis Atensi Belajar

Jember, 29 April 2026

Krisis atensi yang disebabkan oleh paparan distraksi digital semakin marak, khususnya bagi kalangan generasi muda.

Berangkat dari permasalahan tersebut, tiga mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember (UNEJ) berhasil melahirkan sebuah inovasi bertajuk “Refocus System”.

Prestasi gemilang ini diraih oleh Vivian Muzayyadah, Rina Dwi Rahayu, dan Adin Ardia Susanti. Mereka sukses menggaet juara 1 dari 100 lebih peserta lintas negara dalam ajang kompetisi internasional, dengan mengusung topik “Refocus System: Metacognition-Based Digital Intervention To Address The Attention Crisis in Youth Learning”.

Vivian Muzayyadah, Rina Dwi Rahayu dan Adin Ardila setelah melakukan sesi presentasi dan tanya jawab secara online

Secara mendalam, tim menjelaskan bahwa krisis atensi adalah fenomena menurunnya fokus dan perhatian manusia dalam jangka lama yang biasanya dipicu oleh paparan distraksi digital yang sangat tinggi. Melihat masalah ini berdampak langsung pada kualitas belajar—baik karena faktor eksternal gadget maupun faktor internal dari dalam diri individu—tim menghadirkan solusi metakognisi yang menyentuh aspek kognitif secara mendalam.

Refocus System merupakan sebuah konsep sistem intervensi digital berbasis metakognisi yang dirancang untuk meningkatkan fokus belajar secara lebih efektif. Secara teknis, sistem ini bekerja melalui empat fitur utama, yakni:
1. Self-awareness tracking (pemantauan kesadaran diri),
2. Adaptive reminders (pengingat adaptif),
3. Metacognitive prompts (pemicu metakognitif), serta
4. Focus session (sesi fokus).
Dengan demikian, sistem ini mengintegrasikan analisis perilaku pengguna melalui strategi reflektif guna meningkatkan kontrol diri secara mandiri ketika belajar di tengah gempuran dunia digital.

Rina menjelaskan bahwa keunggulan utama Refocus System terletak pada pendekatan metakognisi yang mendorong kesadaran diri dalam belajar. Berbeda dengan solusi yang hanya membatasi distraksi secara eksternal, sistem ini dirancang untuk mendidik cara berpikir pengguna agar mampu mengatur strategi belajar secara mandiri dan berkelanjutan demi mencetak generasi inovatif.

Tiga mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika FKIP UNEJ berhasil melahirkan sebuah inovasi bertajuk “Refocus System”

Di balik prestasi ini, tim mengaku tantangan terbesar terletak pada proses penyampaian ide kompleks agar tetap jelas dan berbobot dalam bahasa Inggris. Mereka harus berjuang ekstra untuk mempertahankan argumentasi serta meyakinkan dewan juri dari berbagai negara yang memiliki perspektif kritis selama sesi tanya jawab berlangsung.

Bagi tim, kemenangan ini merupakan buah dari konsistensi dan keberanian dalam mengangkat permasalahan nyata di sekitar menjadi riset yang solutif. Rina berpesan kepada sesama mahasiswa agar tidak ragu membawa ide inovatif ke level yang lebih tinggi, karena kunci sukses bersaing di tingkat internasional adalah kemauan untuk terus belajar dan berproses.

Ke depannya, Refocus System diproyeksikan menjadi alat pendukung pembelajaran digital yang mampu meningkatkan kualitas fokus dan manajemen waktu secara personal. Adapun prestasi gemilang ini diraih dalam ajang International Scientific Paper Competition yang diselenggarakan oleh Bima International University MFH pada 6 April 2026 lalu. (dil/rb)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #IKU3