Jember, 30 April 2026
Kemampuan kepemimpinan dan komunikasi menjadi kunci kompetensi yang perlu dimiliki oleh mahasiswa.
Di era saat ini, mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga harus mampu menyampaikan gagasan secara jelas, terstruktur, dan berdampak bagi masyarakat luas. Inilah yang menjadi pedoman Fidelma Zahria Saputri, mahasiswa Program Studi (Prodi) Hubungan Internasional (HI), Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Jember (UNEJ), dalam setiap aksinya menyampaikan gagasan.Kepiawaian Fidelma dibuktikan melalui kemampuannya membedah isu kompleks mengenai modernisasi kota. Ia melakukan analisis mendalam dengan turun langsung ke lapangan untuk mewawancarai para tukang becak di Surakarta. Proses ini bertujuan untuk menemukan keseimbangan antara tuntutan kemajuan zaman dan realitas sosial yang dihadapi masyarakat kecil. Dari hasil riset lapangan tersebut, Fidelma menyusun laporan komprehensif yang disampaikan melalui teknik public narrative.
βSaat itu aku sadar bahwa yang aku sampaikan tidak boleh hanya berupa hasil analisis, tapi harus punya alur dan value yang kuat. Aku ingin membangun storytelling yang bisa menghubungkan data dengan sisi kemanusiaan, karena tujuan akhirnya adalah meyakinkan audiens dengan isu yang kami angkat,β ungkap Fidelma.

Tantangan terbesar yang ia hadapi adalah menyelaraskan konsep kota modern dengan keberadaan transportasi tradisional. Sebagai solusi, ia menawarkan ide integratif bertajuk βSolo Becak Tourβ, sebuah pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya yang memastikan becak tetap relevan sebagai identitas kota sekaligus mendukung modernisasi secara inklusif.
Dalam menyampaikan gagasan tersebut, Fidelma menerapkan teknik public speaking profesional untuk membangun koneksi emosional dengan audiens. Ia menggunakan prinsip dasar silent, eye, smile serta pendekatan narasi story of self, story of us, dan story of now.

βMenurutku, elemen yang paling terlihat adalah bagaimana aku menerapkan prinsip dasar public speaking. Sebelum mulai berbicara, aku berdiri tegap, melihat audiens, lalu memberikan senyuman sejenak sebelum mengucapkan kata pertama. Aku juga berusaha menjaga gaya bicara yang natural, tidak berlebihan, terstruktur, dan fokus pada penyampaian pesan,β jelasnya.
Fidelma juga membagikan tips bagi rekan sesama mahasiswa agar konsisten meningkatkan kemampuan komunikasi. Menurutnya, kemampuan ini bukanlah sekadar bakat lahir, melainkan keterampilan yang dapat dilatih secara berkelanjutan. Ia menyarankan untuk mulai berlatih dari hal-hal sederhana, seperti berbicara di depan cermin atau mencoba menyampaikan ide tanpa bantuan teks, guna membangun kepercayaan diri dan kelancaran dalam berargumen.

Keberhasilan dalam mengemas isu sosial menjadi narasi yang memikat tersebut akhirnya mengantarkan Fidelma meraih penghargaan sebagai Best Speaker. Prestasi gemilang ini diraih dalam kegiatan Leadership Development yang diselenggarakan oleh Djarum Foundation di Surakarta pada 5β8 April 2026 lalu. Sebagai penerima beasiswa Djarum Plus 2025/2026, Fidelma telah melalui rangkaian pelatihan intensif yang berfokus pada penguatan kepemimpinan dan kemampuan komunikasi praktis, termasuk tugas roleplay kelompok sebagai pengambil kebijakan kota. (dil/rb)
#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #IKU3
