Jember, 6 Juli 2026
Tidak semua tokoh bangsa mendapatkan tempat yang sama dalam ingatan masyarakat.
Ada yang namanya terus dikenang, ada pula yang perlahan tenggelam dalam perjalanan sejarah. Berangkat dari kegelisahan tersebut, Rahadian Haryo L.N.H., mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Jember, mengangkat sosok Siti Rukiah Kertapati melalui poster berjudul βSastrawati yang Disenyapkan Sejarah: Siti Rukiah Kertapati.βPemilihan tema tokoh kebangsaan yang terlupakan tidak lepas dari latar belakang Rahadian sebagai mahasiswa Pendidikan Sejarah. Ia tertarik mengangkat tokoh yang memiliki kontribusi besar bagi bangsa, tetapi belum banyak dikenal generasi muda. Siti Rukiah Kertapati dipilih karena kiprahnya sebagai sastrawati yang aktif memperjuangkan gagasan kebangsaan melalui karya-karyanya. Namun, namanya masih jarang muncul dalam narasi sejarah populer.
βDari hasil riset yang saya lakukan terhadap 39 mahasiswa dari berbagai fakultas di Universitas Jember, sebagian besar belum mengenal sosok beliau. Temuan ini semakin memperkuat keyakinan saya bahwa Siti Rukiah Kertapati layak diangkat sebagai tokoh kebangsaan yang terlupakan.β jelasnya.

Melalui poster yang dibuatnya, Haryo ingin menyampaikan bahwa sejarah Indonesia tidak hanya dibangun oleh tokoh-tokoh besar yang sering muncul dalam buku pelajaran, tetapi juga oleh banyak tokoh lain yang jasanya kurang mendapat perhatian. Ia berharap generasi muda dapat mengenal kembali sosok Siti Rukiah Kertapati sebagai salah satu perempuan yang berkontribusi dalam perkembangan sastra dan pemikiran kebangsaan Indonesia.
Dalam proses penyusunan karya yang berhasil mengantarkannya meraih Juara 1 pada Lomba Poster Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Ciputra Surabaya ini, Haryo melakukan riset melalui studi pustaka dan pengumpulan data lapangan. Ia menelusuri berbagai sumber akademik yang relevan dengan pendampingan dosen pembimbingnya yang membantu proses verifikasi sumber sekaligus memberikan akses terhadap referensi kredibel, termasuk disertasi mengenai Siti Rukiah Kertapati. Selain itu, ia juga melakukan wawancara kepada mahasiswa dari berbagai fakultas di Universitas Jember untuk mengetahui tingkat pengenalan mereka terhadap tokoh tersebut. Data tersebut kemudian digunakan sebagai penguat argumentasi dalam poster yang disusunnya.
Meski berhasil meraih prestasi membanggakan, proses yang dilalui tidaklah mudah. Tantangan terbesar yang dihadapi adalah menemukan sumber yang kredibel dan komprehensif mengenai Siti Rukiah Kertapati, mengingat tokoh tersebut tidak banyak dibahas dalam literatur populer. βSaya juga harus mampu menyederhanakan hasil riset akademik yang cukup kompleks ke dalam bentuk visual poster yang menarik, informatif, dan mudah dipahami,β ujarnya.

Menurutnya, latar belakang sebagai mahasiswa Pendidikan Sejarah sangat membantu dalam proses penyusunan poster. Kemampuan melakukan kritik sumber, verifikasi data, serta menyusun narasi sejarah berbasis bukti menjadi modal penting dalam menghasilkan karya yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki validitas yang kuat.
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Rahadian menyebut dua sosok yang paling berpengaruh dalam proses penyelesaian poster, yakni Kawan Agung dan Kawan Fandi selaku dosen pembimbing yang berperan sebagai pengamat. Keduanya memberikan banyak masukan mulai dari penelusuran sumber, kurasi referensi, hingga simulasi presentasi menjelang final kompetisi.
Melalui prestasi yang diraihnya, Rahadian berharap mahasiswa lain tidak ragu untuk mencoba berbagai kompetisi tingkat nasional. Ia menegaskan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh bakat, tetapi juga keberanian untuk memulai, kemauan belajar, serta konsistensi dalam mempersiapkan diri.

βJangan pernah merasa minder untuk bersaing di tingkat nasional. Kompetisi bukan hanya tentang menang atau kalah, tetapi juga sarana belajar, membangun jejaring, dan mengukur kemampuan diri di tingkat yang lebih luas,β pungkasnya. (dil/ajf)
#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #IKU3
