UNEJ, Tuan Rumah Tangkai Lomba Monolog Peksimida Jawa Timur

Jember, 8 Juli 2026

Sebanyak 24 perguruan tinggi negeri dan swasta mengirimkan perwakilannya ke kampus Universitas Jember (UNEJ), mengikuti seleksi tangkai lomba monolog Pekan Seni Mahasiswa Daerah (PEKSIMIDA) Jawa Timur 2026.

Selama dua hari (8-9/7/2026) para aktor berlomba menunjukkan kepiawaiannya memainkan seni peran dalam pertunjukan yang sarat makna. Pemenang juara pertama, akan menjadi wakil kontingen Jawa Timur di ajang Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS) 2026 yang juga akan digelar di kampus UNEJ pada bulan September nanti.

Dihubungi melalui aplikasi pesan, Wakil Rektor III UNEJ bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Fendi Setyawan menjelaskan, Peksimida Jawa Timur 2026 melibatkan 400 mahasiswa dari 44 perguruan tinggi negeri dan swasta di Jawa Timur. Ada lima belas tangkai lomba yang dipertandingkan seperti menyanyi pop, dangdut, menari, penulisan cerita pendek dan tangkai seni lainnya. Pembukaan Peksimida Jawa Timur dipusatkan di Universitas Negeri Malang hari Selasa malam (7/7/2026).

Penampilan monolog dari Universitas Trunojoyo Madura

Lokasi seleksi setiap tangkai lomba tersebar di beberapa perguruan tinggi negeri dan swasta di Jawa Timur. Seperti UNEJ yang menjadi tuan rumah tangkai lomba monolog yang digelar di Gedung Keluarga Alumni Universitas Jember (KAUJE). Nantinya setiap juara di tiap tangkai lomba akan mendapatkan pembinaan lanjutan guna mempersiapkan diri sebagai kontingen Jawa Timur di ajang Peksiminas 2026.

β€œBagi UNEJ, pelaksanaan tangkai lomba monolog juga sebagai ajang persiapan kami sebagai tuan rumah Peksiminas 2026. Tentunya kami berharap bisa sukses penyelenggaraan sekaligus sukses prestasi,” jelas Fendi Setyawan yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Jawa Timur.

Peserta dari Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Pada lomba tangkai seni monolog kali ini, dewan juri menyediakan 10 naskah monolog untuk diperankan. Semisal naskah monolog karya Putu Wijaya, Arifin C. Noer, Budi Ros hingga Nano Riantiarno dan lainnya. Tidak hanya menilai keaktoran dan pendalaman naskah, dewan juri juga menilai kreativitas properti yang disiapkan setiap tim. Tidak heran jika semua peserta lomba berusaha menampilkan properti pendukung yang selaras dengan naskah yang dibawakan.

Tim UNEJ diwakili oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Tiang FKIP yang membawakan naskah monolog berjudul Aeng/Alimin karya dramawan Putu Wijaya. Menurut sang sutradara, Elika Triana, pemilihan naskah karya Putu Wijaya didasari naskah monolog ini dapat menampilkan sisi psikologis sang aktor yang dimainkan oleh rekannya M. Renza Dwiki Darmawan.

M. Renza Dwiki Darmawan dari UNEJ membawakan monolog berjudul Aeng/Alimin karya dramawan Putu Wijaya

β€œPementasan monolog itu kan berfokus pada aktor, nah naskah monolog Aeng/Alimin menurut kami mampu menampilkan sisi perasaan dan kegelisahan aktor yang diceritakan sebagai penjahat yang tengah menunggu hukuman. Untuk latihan dan persiapannya sendiri selama tiga bulan,” ungkap Elika Triana yang juga mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UNEJ. (iim)