Melintasi Laut Flores, Mahasiswa KKN 3T Kolaboratif UNEJ dan STIA Pembangunan Jember Resmi Diterjukan di Kab. Ngada Untuk Mengabdi di Desa Mengeruda

Jember-Ngada, 8 Juli 2026

Semangat pengabdian mahasiswa Universitas Jember (UNEJ) kembali diuji jarak dan medan.

Program Kuliah Kerja Nyata di daerah Terluar, Terdepan, dan Tertinggal (KKN 3T) Kolaboratif tahun ini membawa mahasiswa lintas fakultas menempuh perjalanan darat, laut, hingga udara menuju Desa Mengeruda, Kecamatan Soa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Sebuah kolaborasi strategis antara Universitas Jember dan STIA Pembangunan Jember untuk menyasar pengembangan wisata terintegrasi kawasan air panas dan kebutuhan desa.

Pelepasan Resmi oleh LP2M: Titik Awal Pengabdian

Rangkaian kegiatan diawali dengan seremoni pelepasan yang digelar oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Jember pada Rabu, 2 Juli 2026, pukul 15.00 WIB hingga selesai, bertempat di Gedung LP2M UNEJ. Acara pelepasan ini didampingi langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Bapak Hermanto dan Bapak Andreas, yang akan mengawal mahasiswa selama masa penugasan di lokasi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ibu Dewi selaku pendamping dari STIA Pembangunan Jember, bersama Ibu Agustin, Bapak Samsul, dan Bapak Hadi beserta rekan-rekan pendamping lainnya, menegaskan sinergi lintas institusi dalam mengawal program pengabdian masyarakat lintas provinsi ini.

Keberangkatan: Perjalanan Panjang Menuju Timur Indonesia

Usai seremoni pelepasan, mahasiswa peserta KKN 3T diberangkatkan menuju lokasi penugasan dengan didampingi penuh oleh Bapak Hermanto, Bapak Andreas, Bapak Samsul Arifin, Bapak Hadi, dan Ibu Agustin yang memastikan proses mobilisasi tim berjalan aman hingga tiba di titik tujuan.

Pada Sabtu, 4 Juli 2026, rombongan mahasiswa KKN tiba di Pelabuhan Ende dan langsung disambut oleh pihak Pemerintah Kabupaten Ngada. Momentum kedatangan ini kian hangat dengan sambutan dari Kepala Desa Mengeruda, Sekretaris Desa, dan Bendahara Desa, serta pasangan host family atau orang tua asuh mahasiswa selama masa KKN, Bapak dan Mama Alan, yang akan menjadi keluarga kedua bagi para mahasiswa selama menetap di desa.

Kedatangan di Ende: Sambutan Hangat dari Pemerintah Daerah

Puncak rangkaian penyambutan berlangsung pada Senin, 6 Juli 2026, pukul 09.00–12.00 WITA, dalam sebuah forum resmi yang diselenggarakan langsung oleh Pemerintah Kabupaten Ngada. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pejabat penting, di antaranya Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Ngada, Bapak Hermanto dan Bapak Andreas selaku DPL, pendamping dari Universitas Nusa Cendana (Undana), Sekretaris dan Bendahara daerah, Kepala Dinas Kabupaten Ngada beserta jajarannya.

Menariknya, penyambutan ini turut berkolaborasi dengan mahasiswi Undana yang akan menjalankan pengabdian di kecamatan lain, memperkuat semangat kolaborasi lintas kampus dalam pembangunan wilayah timur Indonesia.

Rangkaian acara dimulai dengan sambutan resmi dari Bupati Kabupaten Ngada, dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai simbol penerimaan resmi mahasiswa KKN. Agenda kemudian berlanjut dengan sambutan dari Bapak Rohman Hermanto, disusul sambutan dari Bapak Andreas, serta pendamping dari Undana. Acara ditutup dengan sambutan Wakil Bupati Ngada dan sesi foto bersama seluruh mahasiswa KKN, jajaran pemerintah daerah, serta para Dosen Pembimbing Lapangan.

Penyambutan Resmi oleh Pemerintah Kabupaten Ngada

Dengan telah rampungnya seluruh rangkaian pelepasan, keberangkatan, dan penyambutan resmi, mahasiswa KKN 3T Kolaboratif kini resmi memulai masa pengabdian selama 35 hari di Desa Mengeruda melalui program MERAMEDA, yang akan menjalankan sembilan subprogram unggulan guna mendorong potensi wisata desa — mulai dari pemetaan kawasan, dokumentasi visual dan audio, katalog digital, penguatan kelembagaan desa,hingga pengembangan Digital Tourism Hub berbasis website.

Menyongsong 35 Hari Pengabdian

Dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Ngada, perangkat Desa Mengeruda, serta kolaborasi lintas kampus antara Universitas Jember, STIA Pembangunan Jember, dan Universitas Nusa Cendana menjadi modal sosial penting bagi keberlangsungan program ini, sekaligus menjadi wujud nyata kontribusi akademik terhadap pembangunan daerah 3T di Indonesia. (Aa)