Jember, 3 Agustus 2026
Program internasional yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara tidak hanya menjadi ruang untuk bertukar pengetahuan, tetapi juga menghadirkan pengalaman lintas budaya yang membekas.
Pengalaman tersebut dirasakan langsung oleh Pengiran Mohamed Zulhilmi, mahasiswa Master of Teaching PrimaryΒ dengan spesialisasi Education Mathematics, Sultan Hassanal Bolkiah Institute of Education (SHBIE), Universiti Brunei Darussalam (UBD) selama mengikuti program The Inbound Mobility Exchanges ProgramΒ di lingkungan Universitas Jember (UNEJ).Kedatangan Hilmi ke Jember merupakan bagian dari program Asistensi Mengajar (ASJAR) Internasional yang diikutinya bersama tujuh mahasiswa UBD. Ia dan tiga mahasiswa menjalani asistensi mengajar di SD Labschool UNEJ, sementara empat mahasiswa lainnya ditempatkan di SMA Negeri 2 Jember (SMADA).
Selama menjalani program sejak 13 β 31 Juli 2026, Hilmi mengapresiasi UNEJ yang telah memberikan berbagai fasilitas penunjang. Mulai dari akomodasi yang nyaman, transportasi selama kegiatan resmi, akses terhadap fasilitas kampus, pendampingan mahasiswa, hingga bimbingan intensif dari dosen dan koordinator program menjadi dukungan yang sangat berarti.

Lebih lanjut, ia juga kagum dengan perhatian yang diberikan oleh pihak SD Labschool sebagai sekolah mitra. Menurutnya, kepala sekolah beserta seluruh guru tidak hanya mendukung kegiatan praktik mengajar, tetapi juga mengajak para peserta mengenal lebih dekat berbagai destinasi dan kuliner khas Jember.
“Universiti Jember telah menyediakan pelbagai kemudahan yang sangat membantu sepanjang program ini. Selain itu, Guru Besar SD Labschool juga sangat mengambil berat tentang kebajikan kami dengan membawa kami mengenali kawasan sekitar Jember serta memperkenalkan pelbagai makanan tempatan. Semua ini membolehkan kami memberikan tumpuan sepenuhnya kepada proses pembelajaran dan pengajaran,β jelasnya saat ditemui di UNEJ sebelum pada 3 Agustus 2026 ini kembali ke Brunei Darussalam.
Bagi Hilmi, kesempatan menjalani praktik mengajar di Indonesia menjadi pengalaman yang melampaui ekspektasi. Terlebih, keikutsertaannya dalam program tersebut dijalani dengan menggunakan dana pribadi secara keseluruhan. Keputusan itu menjadi bagian dari komitmennya untuk memperoleh pengalaman belajar dan mengajar di lingkungan pendidikan yang berbeda.

“Sejujurnya, saya berasa sangat terharu. Sejak hari pertama kami tiba, warga Universiti Jember menerima kami seperti keluarga sendiri. Para pensyarah, kakitangan dan student buddy sentiasa menghulurkan bantuan dengan penuh mesra dan senyuman. Walaupun berada jauh dari tanah air dan sesekali merindui keluarga di Brunei, layanan yang begitu baik membuatkan kami berasa selesa sejak hari pertama,” ungkapnya dengan bahasa Melayu.
Awalnya, mahasiswa UBD tersebut mengaku datang dengan harapan sederhana, yakni mempelajari sistem pendidikan Indonesia sekaligus memperoleh pengalaman mengajar di sekolah dasar. Namun, perjalanan yang dijalaninya justru memberikan lebih dari itu. Selain berinteraksi dengan guru dan siswa, ia juga membangun persahabatan baru, mengenal budaya masyarakat lokal, serta belajar memahami kehidupan sehari-hari masyarakat Jember.
Salah satu pengalaman yang paling membekas baginya terjadi saat mengajar di SD Labschool. Rasa ingin tahu para siswa terhadap Brunei menghadirkan suasana kelas yang hidup dan penuh keceriaan. Beragam pertanyaan polos dilontarkan para siswa, mulai dari bahasa yang digunakan masyarakat Brunei, cita rasa makanan khas negaranya, hingga pertanyaan sederhana mengenai keberadaan pusat perbelanjaan di sana. Momen tersebut menjadikan proses pembelajaran berlangsung dua arah. Tidak hanya siswa yang memperoleh pengetahuan baru, tetapi dirinya pun belajar memahami cara anak-anak Indonesia memandang negara lain melalui rasa ingin tahu mereka yang tinggi.

Pengalaman Hilmi di Jember juga tidak berhenti di ruang kelas. Salah satu momen yang turut memberi kesan tersendiri baginya adalah ketika berkesempatan tampil dalam Wisuda Periode I Universitas Jember Tahun Akademik 2026/2027. Di hadapan para wisudawan dan tamu undangan, ia menyanyikan lagu βKota Ini Tak Sama Tanpamuβ.
Penampilan tersebut menjadi bagian lain dari perjalanan Hilmi selama berada di UNEJ. Jika ruang kelas mempertemukannya dengan pengalaman pendidikan di Indonesia, panggung wisuda memberinya kesempatan untuk terlibat lebih dekat dalam kehidupan kampus dan berbagi momen dengan sivitas akademika Universitas Jember.
Selama berada di Kota Tembakau, Hilmi memanfaatkan kesempatan untuk mencicipi beragam kuliner khas daerah. Ia mengaku telah menikmati berbagai hidangan seperti bakso pentol, pecel, rawon, lumintu, bebek berbumbu rempah, hingga aneka sambal yang menjadi ciri khas masakan Indonesia. Di antara berbagai menu tersebut, lumintu dan bebek goreng menjadi hidangan favoritnya. Sementara itu, satu minuman yang hampir selalu ia pesan setiap kali makan adalah es teh.

Perbedaan cita rasa kuliner Indonesia dengan Brunei juga menjadi pengalaman tersendiri. Awalnya, tingkat kepedasan makanan di Jember membuatnya terkejut. Namun, seiring waktu ia mulai menikmati sensasi tersebut.
Tak lupa, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya program tersebut. Ucapan terima kasih ia sampaikan kepada Universiti Brunei Darussalam, Universitas Jember, para dosen, mahasiswa pendamping, sekolah mitra, serta seluruh masyarakat yang telah menerima kehadiran mereka dengan penuh kehangatan. (dil/rb)
#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #IKU5 #IKU7

