Jember, 21 Agustus 2026
Industri kreatif lokal Jember terus melahirkan inovasi produk bernilai tambah tinggi.
Memanfaatkan kekayaan warisan budaya daerah, tim mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Jember (UNEJ) melalui brand Toorue meluncurkan produk inovatif Toorue Eyecare: Bantal terapi mata (eyepillow aromatherapy) berbasis Batik Tembakau khas Jember yang dirancang trendi, unisex, serta fleksibel untuk berbagai kalangan sebagai solusi relaksasi mata dan peningkatan kualitas tidur.Inovasi ini digawangi oleh tim mahasiswa FKM yang diketuai oleh Alief Meidina Rosa bersama tiga anggotanya, yaitu Izzatuz Zahra, Novenda Viarisa Putri, dan Naqiya Fayyaza Noor Wijaya, di bawah bimbingan Dr. Dewi Rokhmah, S.KM., M.Kes.
Sejak resmi dipasarkan pada Februari 2026, produk relaksasi eyepillow karya mahasiswa FKM ini sukses menarik minat pasar hingga berhasil membukukan omset lebih dari Rp24,6 juta hanya dalam waktu dua bulan pada periode Juli–Agustus 2026 dengan total penjualan mencapai 357 unit.

Menurut Alief Meidina Rosa, pengembangan eyepillow Toorue berangkat dari fakta tingginya tingkat kelelahan visual masyarakat modern. Berdasarkan kuesioner riset yang dilakukan kepada responden, sebanyak 69 responden mengeluhkan kelelahan mata akibat tingginya durasi penggunaan perangkat digital. Riset tersebut juga merekomendasikan penggunaan eyepillow sebagai terapi relaksasi mata yang efektif untuk meningkatkan kualitas tidur.
“Sebelumnya, produk terapi mata di pasaran umumnya menggunakan desain kotak biasa yang terkesan standar dan belum menggunakan bahan alami berdaya simpan suhu. Toorue hadir membawa pembaruan mendasar dengan inovasi isian flaxseed (biji rami) dan mengombinasikan kain silk lembut dan batik dengan isian biji rami yang fleksibel mengikuti kontur wajah. Flaxseed memiliki daya tahan penyerapan suhu yang optimal sehingga bantal mata ini dapat digunakan dalam metode terapi dingin (setelah disimpan di kulkas) maupun terapi hangat (setelah dipanaskan secara aman).” ujarnya ditemui di FKM UNEJ, Kamis (20/08/2026).
Alief juga mengungkapkan bahwa Toorue menggandeng Mitra Harf untuk penyediaan minyak esensial (essential oil) alami berkualitas tinggi guna memberikan efek relaksasi yang menenangkan.

“Toorue tidak hanya mengandalkan estetika visual motif batik Jember, tetapi juga mengintegrasikan fungsi relaksasi sensorik lengkap—mulai dari sentuhan lembut kain, penekanan alami flaxseed, hingga aroma terapi alami.” katanya.
Untuk menjangkau segmen pasar yang lebih luas—mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga pekerja profesional—Toorue menawarkan beberapa varian produk dengan harga khusus yang sangat kompetitif mulai dari Rp55.000 untuk paket single hingga Rp125.000 untuk paket couple. Selain varian reguler, Toorue juga menyediakan layanan custom design dan bordir nama khusus. Layanan personalisasi ini menjadikan produk Toorue sangat diminati sebagai hadiah, hampers, maupun souvenir eksklusif.

Kualitas dan keunikan eyepillow Batik Tembakau buatan mahasiswa Jember ini tidak hanya memikat konsumen domestik, tetapi juga telah menembus pasar internasional. Konsumen asal Polandia, Martin Burger, secara khusus memesan sebanyak 25 pcs produk Toorue untuk diboyong ke negaranya.

Keberhasilan tim Alief Meidina Rosa dan kawan-kawan membuktikan bahwa karya inovasi mahasiswa FKM berbasis potensi kearifan lokal seperti Batik Tembakau Jember mampu bersaing secara global. Dengan kombinasi fungsi kesehatan, nilai estetika budaya, kelengkapan legalitas (NIB & HKI), serta sentuhan personalisasi, Toorue Eyecare siap menjadi penggerak baru dalam industri wellness dan ekonomi kreatif Indonesia. (dil)
#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #IKU3 #IKU5 #IKU7

