Ubah Limbah Kulit Kopi Jadi Wadah Ramah Lingkungan PLANTARA, Mahasiswa FTP UNEJ Sabet Juara di Ajang Nasional

Jember, 2 September 2026

Limbah kulit kopi atau cascara yang selama ini kerap terbuang tanpa pemanfaatan optimal di tangan masyarakat, berhasil disulap oleh tim mahasiswa Fakultas Teknik Pertanian (FTP) Universitas Jember (UNEJ) menjadi wadah minuman ramah lingkungan yang futuristik dan berkelanjutan bertajuk PLANTARA Smart Eco Cup.

Inovasi ini diinisiasi oleh Shinta Nuriyah (Prodi Teknik Pertanian), Muhammad Aqil Syafiq (Prodi Teknik Pertanian), dan Devi Asyilla Hariyanti (Prodi Teknologi Hasil Pertanian).

Berangkat dari keresahan terhadap penumpukan sampah organik pengolahan kopi serta wadah sekali pakai, tim FTP UNEJ merancang PLANTARA agar memiliki nilai tambah ganda dalam mendukung prinsip ekonomi sirkular.

Ketua tim, Shinta Nuriyah, menjelaskan bahwa PLANTARA tidak sekadar berfungsi sebagai gelas atau wadah minuman biasa, melainkan dirancang agar memiliki siklus hidup yang tidak berakhir menjadi sampah (zero waste).

“Selain dimanfaatkan untuk wadah minuman ramah lingkungan, setelah digunakan produk ini masih bisa dimanfaatkan kembali sebagai pot atau polybag biodegradable. Dengan demikian, siklus hidup produk tidak berakhir sebagai sampah, melainkan terus memberi nilai tambah bagi lingkungan,” ujar Shinta.

Tak hanya unggul dari segi material material biodegredabel, PLANTARA juga mengintegrasikan sentuhan teknologi berupa fitur sistem QR Code interaktif.

“Kami menambahkan sistem QR Code yang memberikan edukasi kepada pengguna mengenai jejak produk, green lifestyle, serta mendorong partisipasi konsumen melalui fitur feedback. Jadi, tema yang kami angkat bukan hanya tentang mengurangi sampah, tetapi juga membangun ekosistem konsumsi yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan,” imbuhnya.

Guna menghasilkan karya inovatif yang solutif tersebut, tim FTP UNEJ melakukan persiapan matang, mulai dari perumusan ide, pengumpulan data referensi, hingga penguatan mental dan kemistri internal tim. Bagi mereka, kesiapan mental dan soliditas tim menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan penyusunan karya ilmiah.

“Paling utama adalah ide dan mental. Mental kita harus siap menghadapi semuanya, entah kecewa karena kalah, atau rasa penat karena pusing mencari solusi. Chemistry dalam tim juga penting karena menentukan ekosistem kerja, baru disusul persiapan lain seperti data, referensi penyusunan, dan strategi kepenulisan,” jelas Shinta.

Berkat keunggulan konsep pemanfaatan limbah cascara ini, karya inovasi PLANTARA Smart Eco Cup sukses mengantarkan tim FTP UNEJ meraih Juara 2 dalam ajang Prisma Innovation and Paper Competition (PRISMATIC) 2026. Kompetisi esai tingkat nasional tersebut diselenggarakan oleh UKM PRISMA FISIP Universitas Hasanuddin dengan mengusung tema “Kontribusi Inovasi Gen Z sebagai Agen Perubahan dalam Mendukung Pencapaian Tujuan SDGs 2030”.

Dalam ajang berskala nasional ini, inovasi mahasiswanya mampu menyisihkan ratusan gagasan lain, bersaing ketat dengan total 350 peserta dan 205 karya dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Rangkaian puncak babak final serta penganugerahan pemenang PRISMATIC 2026 sendiri telah berlangsung pada tanggal 17 Juli 2026 di Universitas Hasanuddin, Makassar.

Melalui raihan prestasi ini, tim FTP UNEJ berharap inovasi yang mereka kembangkan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas serta menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya.

“Wishlist kami untuk mengikuti perlombaan masih banyak ke depannya. Kami berharap semangat kami dalam mengikuti lomba tidak akan pudar, dan berharap apa yang kami lakukan benar-benar berdampak pada kehidupan secara luas, terutama untuk almamater tercinta,” pungkas Shinta. (dil/adi)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #IKU3 #IKU12