Jember, 20 Agustus 2026
Tim Universitas Jember (UNEJ) resmi menutup perjalanan di Liga Debat Mahasiswa 2026 dengan torehan juara.
Tim yang terdiri atas Algi Febriano dari Program Studi Ilmu Administrasi Negara sebagai ketua tim, serta Baiq Silvia Ariani Putri dan Mustofa dari Program Studi Hubungan Internasional sebagai anggota sukses mengalahkan Universitas Padjadjaran (UNPAD) dalam babak Final yang digelar Rabu, 19 Agustus 2026, di The Plaza, IDN Times HQ, Jakarta. Kemenangan ini menjadi buah dari perjuangan tim dalam mengasah argumen dan mempertahankan gagasan di tengah persaingan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.Liga Debat Mahasiswa 2026 merupakan kompetisi tahunan nasional edisi ketiga yang diinisiasi IDN Times dalam rangka menyemarakkan hari ulang tahunnya. Tahun ini, kompetisi mengangkat tema “Ekonomi Kreatif dan Peluang Kerja Gen Z Indonesia”. Kompetisi ini diikuti 87 tim dari 69 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Setelah melalui seleksi makalah, sebanyak 16 perguruan tinggi mengikuti babak utama. Rangkaian pertandingan berlangsung secara daring sejak 24 Juli 2026 hingga semifinal pada 11-12 Agustus 2026.

Perjalanan menuju gelar juara tidak lepas dari adanya tantangan. Salah satunya adalah koordinasi tim yang terpisah secara geografis. Algi dan Mustofa berada di Jember, sementara Silvia berada di Lombok. Kondisi tersebut membuat mereka harus menyelaraskan jadwal latihan, membangun chemistry, dan menyamakan persepsi argumen secara daring.
“Awalnya tantangan paling terasa adalah koordinasi karena faktor geografis. Saya dan Mustofa berada di Jember, sementara Silvia sedang berada di Lombok. Menyelaraskan jadwal latihan, membangun chemistry, dan menyamakan persepsi argumen secara daring dari tempat yang berbeda tentu butuh komitmen ekstra,” ujar Algi.
Tantangan lainnya terletak pada kedalaman analisis. Karena mosi telah ditentukan sebelumnya, tim dituntut membedah akar persoalan secara kompleks, melakukan riset data yang teruji, serta menyusun struktur pembuktian untuk mengantisipasi counter-argument lawan. Menjaga stamina mental dan fokus di tengah persaingan ketat juga menjadi bagian dari tantangan yang harus mereka hadapi.
Pada babak Final, UNEJ berhadapan dengan UNPAD dengan mosi “Perlindungan Jaminan Sosial atau Pelatihan dan Pengembangan Kapasitas yang Lebih Dibutuhkan Afiliator Zaman Now?”. Dalam pertandingan tersebut, UNEJ berhasil meraih 251 poin, unggul tiga poin dari UNPAD yang memperoleh 248 poin. Perolehan tersebut mengantarkan UNEJ menjadi juara Liga Debat Mahasiswa 2026 IDN Times.

Dalam setiap pertandingan, tim UNEJ tidak hanya berfokus pada kemampuan menyampaikan argumen, tetapi juga membangun gagasan berdasarkan analisis yang kuat dan menawarkan solusi. “Strategi kami adalah membangun argumen yang tidak sekadar retorika, tetapi mempunyai kedalaman analisis dan solusi nyata untuk Indonesia. Debat bukan sekadar pendapat, tetapi tentang bagaimana kita membangun logika secara utuh dan teruji,” jelas Algi.
Bagi mereka, kemenangan bukan sekadar tentang menjadi pihak yang paling lantang. “Kemenangan bukan soal siapa yang paling nyaring, tetapi gagasan siapa yang paling solutif dan berdampak,” tutur Mustofa.
Usai mendapatkan gelar juara, Algi selaku ketua tim menyampaikan rasa syukur dan bangga atas pencapaian tersebut. Ia juga berpesan kepada mahasiswa UNEJ agar berani mengambil kesempatan dan keluar dari zona nyaman.
“Jangan pernah ragu untuk mencoba dan keluar dari zona nyaman. Gagal atau belum berhasil dalam proses belajar itu hal yang biasa, tetapi keberanian untuk memulai dan konsistensi untuk terus belajar-lah yang membedakan. Percayalah bahwa mahasiswa Universitas Jember memiliki potensi luar biasa untuk bersaing dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. Tetap semangat, fokus pada proses, dan banggakan kampus tercinta!” pungkasnya. (dil/ajf)
#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #IKU3 #IKU7

