Jember, 3 September 2026
Semangat berproses dan kerja keras mengantarkan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pencak Organisasi (P.O) Universitas Jember (UNEJ) meraih prestasi di tingkat nasional.
Turun dalam Batu Student Champion Open Tournament 2026 untuk memperebutkan Piala Wali Kota Batu, kontingen UKM Pencak Organisasi UNEJ tampil gemilang dengan membawa pulang gelar Juara Umum 1 Kategori Dewasa.Kejuaraan ini mempertemukan pesilat dari berbagai daerah, perguruan silat, serta sejumlah perguruan tinggi. Pada kategori dewasa, persaingan diikuti oleh kontingen dari Universitas Jember (UNEJ), Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY), UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UNITOMO Surabaya, POLINEMA, serta puluhan perguruan silat daerah.
Atmosfer pertandingan berlangsung ketat dan kompetitif. Terlebih, pertandingan menggunakan sistem digital scoring resmi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), sehingga setiap pesilat dituntut mampu menjaga konsentrasi, ketepatan teknik, sekaligus strategi selama berada di gelanggang.

Menurut Andrian Ramadani, anggota tim dari kontingen UNEJ mengaku pencapaian tersebut tidak datang secara instan. Para atlet UKM Pencak Organisasi UNEJ menjalani persiapan melalui pemusatan latihan fisik dan teknik secara intensif. Di tengah kesibukan sebagai mahasiswa, para atlet juga harus mampu membagi waktu antara perkuliahan dan latihan.
“Kami membagi waktu dengan memanfaatkan jadwal latihan di luar jam kuliah, baik pagi maupun malam hari. Kami juga membiasakan diri menyelesaikan tugas akademik lebih awal agar perkuliahan tetap seimbang,” ujarnya.
Selanjutnya, Andrian juga menceritakan bahwa tantangan yang dihadapi tidak hanya dari lawan yang berada di gelanggang. Menjaga kondisi kesehatan fisik dan mental selama masa persiapan hingga pertandingan juga menjadi bagian penting yang harus dilalui para atlet. Salah satu momen paling krusial terjadi ketika pertandingan berlangsung dan kondisi fisik maupun pikiran mulai terkuras. Dalam situasi tersebut, para pesilat dituntut tetap berkonsentrasi dan menjalankan strategi yang telah dipersiapkan.

“Momen paling krusial menurut kami yaitu ketika tenaga dan pikiran sudah lelah ketika pertandingan, tetapi harus tetap konsentrasi ketika pertandingan berlangsung,” imbuhnya.
Menariknya, kekompakan kontingen menjadi salah satu kekuatan UKM Pencak Organisasi UNEJ selama mengikuti kejuaraan. Pembina, pelatih, official, hingga rekan-rekan atlet yang tidak sedang bertanding turut memberikan dukungan dari luar maupun di sudut gelanggang. Tak hanya itu, mereka juga ikut serta dalam memberikan arahan dan mengamati jalannya pertandingan.
“Pembina, pelatih, official, dan juga teman atlet yang lainnya berperan penting dalam pertandingan. Selain menjadi pengamat dan pengarah ketika pertandingan berlangsung, mereka juga menjadi tim support yang full power untuk teman yang sedang bertanding,” jelasnya.
Menurut Andrian, capaian yang diraihnya di Kota Batu pada tanggal 23 Agustus tersebut bukan sekadar tentang membawa pulang gelar juara. Ada dua nilai yang terus mereka pegang selama menjalani proses latihan dan pertandingan, yakni “Kemenangan bukanlah tentang menjadi yang terbaik, tetapi tentang memberikan yang terbaik” serta “All is well.” Kedua moto tersebut menjadi pengingat bagi atlet untuk tetap bertanding tanpa terbebani rasa takut. Ketika berada di bawah tekanan, para pesilat berusaha menjaga pikiran tetap tenang dan memberikan kemampuan terbaik hingga pertandingan berakhir.
“Memberikan yang terbaik dan all is well menuntun kami untuk bertanding lepas tanpa beban rasa takut, menjaga pikiran tetap tenang di bawah tekanan, dan berjuang maksimal hingga akhir pertandingan,” ucapnya.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa kegiatan akademik dan pengembangan prestasi non-akademik dapat berjalan beriringan. Para atlet UKM Pencak Organisasi UNEJ mengajak mahasiswa lainnya untuk tidak ragu mengembangkan potensi melalui organisasi maupun UKM yang ada di kampus. (dil/rb)
#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #IKU3



