Jember, 9 September 2026
Sebuah rasa penasaran terkadang menjadi awal dari perjalanan yang jauh.
Berangkat dari ketertarikannya untuk mengenal musik tradisional lebih dalam, Pingki Eka Saputri, Mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember (UNEJ), kini melangkah ke panggung nasional sebagai salah satu perwakilan kontingen Jawa Timur dalam Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS) XVIII di tangkai lomba menyanyi keroncong putri.Bagi Pingki, kesempatan untuk melangkah ke tingkat nasional sekaligus membawa nama Jawa Timur menjadi pencapaian yang membanggakan. Terlebih, PEKSIMINAS XVIII menjadi pengalaman pertamanya mengikuti ajang seni mahasiswa tingkat nasional.
“Ini adalah keikutsertaan saya yang pertama kali di ajang PEKSIMINAS. Bisa melangkah sampai ke tingkat nasional dan membawa nama Jawa Timur tentu menjadi sebuah pencapaian sekaligus tanggung jawab yang luar biasa bagi saya,” ujarnya ditemui usai Pembukaan PEKSIMINAS XVIII 2026 di Auditorium UNEJ, Selasa malam (08/09/2026).

Penyelenggaraan PEKSIMINAS XVIII tahun ini terasa semakin istimewa dan menghadirkan antusiasme tersendiri bagi Pingki karena Universitas Jember bertindak sebagai tuan rumah. Bertanding di lingkungan kampusnya sendiri tidak hanya memberikan rasa bangga, tetapi juga membakar semangat dan memberikan energi ekstra untuk menyuguhkan penampilan terbaik.
“Perasaan saya tentu campur aduk, ada rasa bangga, haru, sekaligus sangat antusias. Bertanding di rumah sendiri memberikan energi dan semangat ekstra karena dukungan dari lingkungan kampus terasa begitu dekat. Namun, di sisi lain tentu ada tanggung jawab untuk memberikan yang terbaik bagi UNEJ dan Jawa Timur,” tuturnya.
Ketertarikan Pingki terhadap dunia seni vokal sebenarnya telah tumbuh sejak ia duduk di bangku Sekolah Dasar. Namun, perjalanannya dalam mengenal musik keroncong baru dimulai belakangan ini. Meski demikian, ketertarikannya terhadap musik tradisional tersebut justru berkembang menjadi dorongan untuk terus belajar dan mendalaminya.

Menurut Pingki, musik keroncong memiliki keindahan yang khas. Baginya, keroncong menghadirkan ketenangan sekaligus tantangan tersendiri bagi seorang penyanyi, terutama dalam menguasai cengkok dan membangun penjiwaan saat membawakan sebuah lagu.
“Begitu mengenal keroncong lebih dalam, saya langsung merasa sangat tertarik. Ada keindahan estetika yang sangat unik, sekaligus tantangan tersendiri saat membawakannya. Rasa penasaran itu kemudian membuat saya ingin terus belajar dan mendalami musik ini,” ungkapnya.
Menjelang pelaksanaan lomba Menyanyi Keroncong yang terjadwal dilaksanakan pada Rabu (09/09/2026) pukul 08.00-21.00 WIB ini, Pingki menjalani persiapan secara intensif. Persiapan tersebut meliputi pengolahan vokal, pendalaman materi lagu, penjiwaan, hingga menjaga stamina dan kondisi fisik. Selain melakukan latihan mandiri, ia juga rutin berdiskusi dan mendapatkan bimbingan dari pelatih. Proses tersebut tidak lepas dari adanya tantangan. Sebagai seseorang yang belum lama mendalami musik keroncong, ia harus berupaya memahami karakter dan kekhasan genre tersebut. Di sisi lain, ia juga perlu membagi waktu antara kegiatan perkuliahan di semester akhir dan latihan rutin.

Bagi Pingki, perjalanan menuju PEKSIMINAS bukan hanya tentang kesempatan tampil di atas panggung atau meraih prestasi. Lebih dari itu, pengalaman tersebut menjadi proses untuk membangun keberanian, ketekunan, serta memperluas ruang belajar bersama sesama seniman muda dari berbagai daerah. Untuk harapan depan, Pingki berharap dapat memberikan penampilan terbaik dan akan semakin banyak mahasiswa yang tergerak untuk mengenal, menjaga, dan melestarikan seni budaya Indonesia.
“Saya ingin terus percaya bahwa mimpi tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Terkadang, semuanya berawal dari rasa penasaran, keberanian untuk mencoba, lalu ketekunan untuk tidak berhenti di tengah jalan,” pungkasnya. (dil/ajf)
#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #IKU3 #IKU5 #IKU7

