Raih Wisudawan Terbaik UNEJ, Sofiyah Bidik Karier di Rumah Sakit dan Praktik Mandiri

Jember, 28 September 2026

Bekerja di rumah sakit dan membuka praktik keperawatan mandiri menjadi dua langkah yang telah disiapkan Sofiyah Ariefatul Fa’izah Sakbani, S.Kep.

untuk melanjutkan perjalanan setelah menyelesaikan pendidikan profesi Ners. Keinginan tersebut lahir dari cita-citanya untuk menjadi perawat yang tidak hanya terampil dalam memberikan asuhan, tetapi juga mampu membuat pasien merasa aman, nyaman, didengarkan, dan dihargai.

Langkah menuju cita-cita itu dibangun Sofiyah sejak menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Keperawatan (FKEP) Universitas Jember (UNEJ). Di tengah padatnya perkuliahan, praktikum, dan kegiatan organisasi, ia berhasil mempertahankan IPK di atas 3,8 sekaligus memperoleh Beasiswa Kabupaten Jember melalui jalur prestasi. Konsistensi tersebut mengantarkan Sofiyah menjadi salah satu wisudawan berprestasi dalam Wisuda Periode IV Tahun Akademik 2026/2027, Sabtu (26/09/2026).

“Mempertahankan sesuatu terkadang justru lebih sulit daripada mendapatkannya sekali. Jadi, setiap semester saya berusaha memberikan hasil terbaik dari setiap proses yang saya jalani, baik dalam penugasan, ujian, maupun praktik,” ujar Sofiyah.

Sofiyah Ariefatul Fa’izah Sakbani, S.Kep., wisudawan berprestasi dari Fakultas Keperawatan Universitas Jember

Menjaga capaian tersebut tentu tidak selalu berjalan mulus. Perkuliahan keperawatan menuntutnya menghadapi berbagai ujian praktikum dengan keterampilan atau prasat yang memiliki langkah-langkah detail. Di saat bersamaan, tugas kuliah dan kegiatan organisasi juga tetap berjalan. Sofiyah pernah kesulitan membagi waktu. Dari situ, ia belajar bahwa menyelesaikan semuanya sekaligus bukan selalu pilihan terbaik. Ia mulai menentukan prioritas dan membiasakan diri tidak menunda pekerjaan.

Meski mengaku sebagai pribadi yang cukup santai, Sofiyah berusaha tidak menyepelekan tanggung jawab. Baginya, menyelesaikan satu pekerjaan terlebih dahulu membuat fokus dapat dialihkan ke tanggung jawab berikutnya tanpa merasa semuanya menumpuk.

Ketertarikannya pada keperawatan berawal dari kegemarannya mempelajari anatomi dan cara tubuh manusia bekerja. Ia juga senang berinteraksi dengan orang baru. Dua hal tersebut akhirnya bertemu dalam profesi yang dipilihnya.

Saat menjalani pendidikan sarjana, Sofiyah mendapat pengalaman praktik di Rumah Sakit Paru Jember. Kini, setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, ia melanjutkan Program Profesi Ners dan tengah menjalani praktik profesi di RS Umum Kaliwates Jember serta RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso. Pengalaman berada di lingkungan klinis tersebut membuat Sofiyah semakin memahami bahwa kesehatan tidak sesederhana yang selama ini dibayangkan. Berhadapan dengan pasien dalam berbagai kondisi membuatnya lebih menghargai hal-hal sederhana seperti dapat bernapas dengan bebas, beraktivitas, dan menjalani hari tanpa rasa sakit.

Sofiyah saat melakukan penyuluhan kesehatan dalam kegiatan praktik di Rumah Sakit Paru Jember

“Ketika melihat pasien dengan berbagai macam kondisi dan penyakit, saya menjadi lebih sering bersyukur atas hal-hal sederhana yang sebelumnya mungkin tidak pernah saya pikirkan,” tuturnya.

Pengalaman tersebut juga membentuk gambaran tentang perawat yang ingin ia wujudkan. Baginya, perawat bukan hanya seseorang yang melakukan tindakan keperawatan, tetapi juga sosok yang hadir ketika pasien sedang berada dalam kondisi tidak mudah.

Bagi mahasiswa yang masih berproses, Sofiyah menilai konsistensi tidak dibangun dari satu pencapaian besar, melainkan dari kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus. Ia menyarankan mahasiswa untuk aktif selama pembelajaran, tidak takut bertanya, berdiskusi, maupun menyampaikan pendapat.

Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk tidak menunda pekerjaan. Menyelesaikan tanggung jawab sedikit demi sedikit, menurutnya, membuat beban terasa lebih ringan dan membantu menjaga konsistensi hingga akhir. Dari bangku sarjana, ruang praktikum, hingga pengalaman berhadapan langsung dengan pasien, ia membawa satu tujuan yang sama yakni terus belajar agar ilmu yang dimiliki dapat benar-benar memberi manfaat.

“Saya ingin menjadi perawat yang ilmunya bermanfaat, kehadirannya memberikan rasa nyaman, dan keberadaannya bisa memberikan manfaat bagi sebanyak mungkin orang,” pungkasnya. (dil/ajf)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #IKU2 #IKU3 #IKU7