Jember, 19 September 2026
Di tengah padatnya rimba perkuliahan Farmasi yang terkenal dengan tumpukan laporan praktikum dan jadwal asisten laboratorium (aslab), Cut Firda Amalia Putri membuktikan bahwa kedisiplinan mampu menundukkan rasa lelah.
Mahasiswi Program Studi Farmasi Universitas Jember (UNEJ) ini resmi dikukuhkan sebagai salah satu wisudawan terbaik dalam gelaran Wisuda Periode III Tahun Akademik 2026/2027, Sabtu (19/09/2026).Pencapaian tersebut diraih Cut Firda di tengah segudang kesibukan selama masa perkuliahan, mulai dari aktif berorganisasi, kepanitiaan, hingga mengemban tugas sebagai asisten praktikum laboratorium. Tak berhenti di situ, saat ini ia bahkan tengah melanjutkan pendidikan profesi apoteker di Farmasi UNEJ sekaligus menjalani magang Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di apotek.
Di tengah padatnya jadwal tersebut, kunci utama yang ia pegang adalah kedisiplinan dalam mengatur waktu. “Dari seluruh tugas kuliah, praktikum, organisasi, bahkan tugas sebagai aslab, saya biasanya mengatur waktu dengan menentukan mana yang menjadi prioritas terlebih dahulu. Biasanya saya membuat to-do list, mencatat deadline masing-masing tugas, dan tetap meluangkan waktu untuk istirahat,” ujar Cut Firda.

Tantangan berat kerap datang bertubi-tubi. Tenggat waktu (deadline) tugas sering kali berbenturan langsung dengan jadwal pretest praktikum maupun persiapan ujian semester yang menguras energi. Kondisi tersebut tak jarang membuatnya berada di titik jenuh.
“Keadaannya benar-benar hectic dan pernah sampai kewalahan karena ingin semua bisa terselesaikan dengan baik. Biasanya saya coba atur waktu dan urutkan lagi apa saja yang harus diselesaikan, konsisten mengerjakan dengan baik namun tidak terlalu lama agar bisa beralih ke tugas selanjutnya, dan mengerjakan bersama teman saat ada kendala,” katanya.
Menariknya, predikat wisudawan terbaik ini bukan sesuatu yang sejak awal ia kejar. Cut Firda mengaku motivasi utamanya adalah membanggakan kedua orang tua yang telah bekerja keras membiayai kuliahnya, ditambah sosok dosen yang menginspirasinya untuk terus berusaha.
Di tengah maraknya fenomena pembandingan diri di media sosial, Cut Firda membagikan pesan mendalam bagi para mahasiswa lain yang masih berjuang di bangku kuliah. Ia mengingatkan agar tidak terlalu sering membandingkan proses diri sendiri dengan orang lain.

“Setiap orang memiliki kecepatannya masing-masing. Kalau kuliahnya berat atau merasa tertinggal, tidak apa-apa, tapi yang pasti harus tetap berusaha dan bertahan,” pesannya.
Atas pencapaiannya hari ini, ia tak lupa melayangkan rasa terima kasih atas dukungan penuh keluarganya yang menjadi pilar utama perjuangannya.
“Ke depannya, saya berharap bisa menyelesaikan pendidikan profesi yang saya tempuh dengan baik, terus berkembang, mencari pengalaman, dan menerapkan ilmu dengan baik. Saya juga berharap bisa mendapat pekerjaan yang baik dan membahagiakan kedua orang tua saya,” pungkas Cut Firda. (dil/adi)
#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #IKU2

