Jember, 19 September 2026
Suasana haru dan penuh rasa hormat menyelimuti Upacara Wisuda Periode III Universitas Jember (UNEJ) Tahun Akademik 2026/2027.
Di tengah kebahagiaan para lulusan, UNEJ menyampaikan duka mendalam sekaligus penghormatan setinggi-tingginya saat memanggil salah satu nama wisudawan, almarhum Muhammad Faisal Rahman, S.T., lulusan Program Studi Teknik Perminyakan, Fakultas Teknik.Faisal yang lahir di Madiun pada tahun 2002 menghembuskan napas terakhirnya pada 4 Agustus 2026. Berdasarkan data Dekanat Fakultas Teknik UNEJ, almarhum telah menyelesaikan seluruh kewajiban akademik dan secara resmi dinyatakan lulus pada 24 Juli 2026 dengan perolehan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,42 dalam masa studi 4 tahun 11 bulan 1 hari. Selama menempuh studi, Faisal dikenal aktif mengasah bakat dan kepemimpinannya melalui berbagai kegiatan ekstra kurikuler, seperti unit kegiatan musik band, paduan suara, hingga Kelompok Ilmiah Remaja (KIR).
Di balik capaian tersebut, tersimpan ketangguhan luar biasa. Faisal terus berjuang menyelesaikan tugas akhrinya (skripsi) di sela-sela perjuangannya melawan sakit yang dideritanya. Sebagai bentuk penghormatan terakhir atas ketekunan dan dedikasi almarhum selama menempuh pendidikan, UNEJ memproses pelepasan almarhum secara terhormat sebagai wisudawan anumerta. Penyerahan ijazah dan penghargaan diserahkan langsung oleh pimpinan universitas dan diwakili oleh Fatchur Rahman, selaku ayahanda almarhum yang hadir menggantikan putranya di atas panggung wisuda.

Momen haru ini turut dirasakan oleh rekan-rekan seperjuangannya di Fakultas Teknik. Salah satu sahabat karib Faisal menyampaikan kenangan mendalam atas kegigihan almarhum hingga titik darah penghabisan.
“Aku sama Faisal baru dekat waktu kita tidak sengaja ketemu buat bimbingan proposal pertama kali. Dari situ Faisal duluan yang reach out aku buat semangat bimbingan sama revisian, dia juga yang push aku buat ngerjain Tugas Akhir bareng-bareng. Terus tidak lama akhirnya kita seminar proposal (sempro) bareng, yang bertepatan sama ulang tahun Faisal, jadi habis sempro kita dirayakan dan ditraktir makan sama dia,” kenang Evalia Ekacahyani, rekan se-prodi almarhum.
Di balik sifat pengayomnya tersebut, Faisal sebenarnya sedang berjuang keras melawan penyakit yang dideritanya. Ia tetap menyelesaikan revisi skripsi serta menjalani seminar hasil secara daring dari rumah. Faisal tidak pernah mengeluh atas kondisinya dan hanya meminta doa dari sang sahabat agar diberi kesembuhan untuk menyelesaikan studi.
Perjuangan almarhum berlanjut hingga masa seminar hasil yang terpaksa dilakukan secara daring dari rumah karena kondisi kesehatannya, hingga akhirnya almarhum kembali ke Jember didampingi sang ayah untuk menempuh ujian sidang skripsi.
“Ingat banget pas sidang itu Faisal ke Jember ditemani bapaknya, aku sempat ketemu bapaknya tiap jemput Faisal dari kosnya buat siapin sidang dia. Habis sidang dia balik ke rumah dan ngerjain revisian, terus sudah janjian juga buat urus berkas bareng, tapi… aku bingung gimana jelasinnya. Intinya Faisal buat aku anak yang super duper baik, dan lembut banget dari perlakuan, ucapan, dan semuanya,” tutup Evalia Ekacahyani dengan penuh rasa haru.

Dalam pidato wisudanya, Rektor mengajak lulusan UNEJ untuk selalu mensyukuri kondisi yang ada. Apalagi di balik toga yang dikenakan ada kerja keras, doa dan pengorbanan orang tua beserta keluarga. Oleh karena itu hendaknya setiap lulusan UNEJ harus ingat bahwa di balik gelar sarjana ada tanggungjawab besar yang harus dilaksanakan. Hal yang perlu diingat, memang wisuda adalah akhir proses sebuah perkuliahan, namun bukan berarti selesai belajar.
“Saya berpesan tiga hal untuk lulusan UNEJ, pertama asah terus kompetensi dengan selalu mengikuti perkembangan IPTEK. Kedua jadilah sosok yang adaptif, karena dunia berubah dengan cepat. Dan yang terakhir jaga dan rawat integritas serta kejujuran,” ungkap Iwan Taruna di depan 800 orang wisudawan, Sabtu (19/09/2026).

Dalam gelaran Wisuda Periode III Tahun Akademik 2025/2026, UNEJ turut meluluskan wisudawan peraih IPK tertinggi. Dr. Zidniyati, S.S., M.Pd. program studi Ilmu Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dari jenjang doktoral dengan IPK 3,82 dan masa studi 6 tahun 6 bulan 14 hari. Mira Ariyani Safitri, S.Pd., M.Pd. program studi Magister Pendidikan Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan meraih IPK 4,00 dengan masa studi 1 tahun 3 bulan 6 hari dari jenjang magister.

Dari jenjang sarjana, Asmaulia Putri Nadhifah, S.P. dari program studi Agroteknologi/Agroekoteknologi Fakultas Pertanian lulus sebagai peraih IPK tertinggi dengan IPK 3,98 dan masa studi 3 tahun 8 bulan 27 hari. Jajaran peraih IPK tertinggi dilengkapi oleh Callista Gabriella Stefani Setiadi, A.Md. program studi D3 Usaha Perjalanan Wisata Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dengan dari jenjang diploma dengan IPK 3,95 dan masa studi 2 tahun 10 bulan 1 hari. (dil/adi)
#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #IKU2


