Cegah Pernikahan Dini dan Putus Sekolah, Mahasiswi UNEJ Kembangkan Life Decision Kit untuk Latih Pengambilan Keputusan

Jember, 18 September 2026

Pernikahan dini dan putus sekolah menjadi persoalan yang berkaitan dengan kemampuan remaja dalam menghadapi berbagai pilihan dan tekanan kehidupan.

Remaja tidak cukup hanya dibekali informasi mengenai risikonya, tetapi juga perlu memiliki keterampilan mengambil keputusan ketika berhadapan dengan tekanan ekonomi, lingkungan sosial, pergaulan, hingga pilihan pendidikan.

Berangkat dari persoalan tersebut, Aulia Jihan Fadilah dan Veny Firdayanti, mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Jember, mengembangkan gagasan bertajuk ‘LDK (Life Decision Kit): Inovasi Pendidikan Life Skill untuk Meningkatkan Keterampilan Pengambilan Keputusan sebagai Upaya Preventif Pernikahan Dini dan Putus Sekolah di Kabupaten Jember’.

Momen Aulia Jihan dan Veny Firdayanti ketika presentasi

“Kami sering melihat anak-anak di lingkungan sekitar yang menikah di usia muda, hamil, dan mengalami putus sekolah. Kami turut prihatin dengan kondisi tersebut dan ingin mengembangkan sebuah media pembelajaran yang tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga membantu remaja belajar mengambil keputusan dan merenungkan konsekuensi dari setiap pilihannya,” ungkap Jihan selaku ketua tim.

LDK menggabungkan permainan edukatif dengan simulasi kehidupan nyata melalui Life Path Board, kartu karakter, kartu skenario, kartu keputusan, dan kartu dampak. Peserta didik akan memainkan karakter dengan latar belakang tertentu, menghadapi berbagai situasi melalui kartu skenario, menentukan tindakan, kemudian melihat dampak dari keputusan yang diambil. Unsur digital melalui QR Code juga digunakan untuk mengakses materi audio dan visual cerita yang berkaitan dengan skenario dan penjelasan terkait setiap keputusan yang diambil.

Produk konvensional LDK

Melalui konsep tersebut, peserta didik tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi terlibat dalam proses memilih, mempertimbangkan alasan, dan memahami konsekuensi keputusan. LDK mengintegrasikan pendekatan experiential learning dan problem-based learning sehingga pembelajaran dapat lebih dekat dengan persoalan yang mungkin dihadapi remaja dalam kehidupan sehari-hari. LDK juga diarahkan untuk dikembangkan dengan integrasi teknologi yang lebih menyeluruh melalui platform digital interaktif. Platform tersebut juga direncanakan memiliki fitur refleksi untuk membantu peserta didik memahami alasan di balik keputusan yang mereka ambil. Dengan pengembangan ini, LDK diharapkan dapat menjadi media pembelajaran yang lebih fleksibel dan menjangkau lebih banyak peserta didik.

Inovasi tersebut mengantarkan mereka meraih Bronze Medal di NEIRA Competition 3 (National Empowerment, Innovation, Research and Art) yang diselenggarakan di Yogyakarta pada 29-30 Agustus 2026. Perjalanan menuju pencapaian tersebut tidak berlangsung tanpa diwarnai tantangan. Sebelum mengikuti kompetisi ini, keduanya sempat hampir menyerah dalam mengikuti lomba essay karena sempat tiga kali gagal melakukan submit karya di lomba sebelumnya karena pendaftaran ditutup lebih cepat dan informasi tersebut terlewat dari Instagram.

Aulia Jihan dan Veny Firdayanti setelah presentasi

“Ini adalah keberhasilan pertama kami setelah gagal di lomba lain. Kegagalan tersebut justru menjadi bahan bakar kami untuk terus maju. Meski Gold Medal belum dapat kami genggam kali ini, kami percaya bahwa dengan kerja keras, konsistensi, dan keberanian untuk terus mencoba, pencapaian itu akan terwujud,” tuturnya.

Bagi keduanya, Bronze Medal bukan sekadar hasil akhir, melainkan bentuk apresiasi terhadap proses dan usaha yang telah dilalui. Pencapaian tersebut sekaligus menjadi dorongan untuk terus mengembangkan gagasan dan berani mengambil kesempatan dalam berbagai kompetisi.

Ke depan, keduanya berharap pencapaian tersebut dapat menjadi langkah awal untuk terus berkarya dan mengembangkan gagasan yang tidak hanya kompetitif dalam ajang perlombaan, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.

Potret Aulia Jihan dan Veny Firdayanti setelah prosesi penghargaan

“Jangan takut pada kegagalan. Setiap langkah yang kita beranikan hari ini bisa menjadi awal dari prestasi yang kita raih esok hari. Teruslah berani mengambil kesempatan, karena dari situ bisa lahir suatu pencapaian yang tidak pernah kita sangka,” pungkasnya. (dil/ajf)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #IKU3 #IKU7