UNEJ Lestarikan Budaya Pandhalungan, Gelar Festival Anak CERIA dan Peluncuran Buku Perahu Cahaya Putri Jembersari

Jember, 16 September 2026

Universitas Jember (UNEJ) melalui Fakultas Ilmu Budaya (FIB) terus membuktikan komitmennya dalam pelestarian budaya lokal sejak dini.

Bekerja sama dengan komunitas Sekolah Sastra Anak, FIB UNEJ sukses menyelenggarakan Festival Anak CERIA (Cerita dan Literasi) yang dirangkai dengan peluncuran buku cerita anak berbasis budaya Pandhalungan berjudul Perahu Cahaya Putri Jembersari.

Kegiatan ini merupakan bentuk nyata hilirisasi riset dan luaran dari Program Hibah Penelitian Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNEJ. Program ini diketuai oleh dosen Program Studi Sastra Inggris FIB UNEJ, Ganesya Hari Murti, S.S., M.Hum., dengan menggandeng komunitas Sekolah Sastra Anak sebagai mitra strategis dalam merancang media literasi anak yang kontekstual.

Diikuti oleh sekitar 30 anak berusia 5 hingga 12 tahun, hari pertama festival diisi dengan ragam aktivitas literasi yang interaktif dan menyenangkan. Acara diawali dengan sesi read aloud (membaca nyaring) oleh mahasiswi Sastra Indonesia FIB UNEJ, Veronica, yang membawakan cerita “Legenda Gunung Tambo dan Hilangnya Semrani” — salah satu kisah utama dari buku yang diluncurkan.

Anak-anak kemudian dibebaskan mengeksplorasi kreativitas mereka melalui pembuatan mini zine (majalah mini) dan mewarnai sesuai tema budaya Pandhalungan. Karya-karya tersebut, bersama dengan gambar dan tulisan ekspresif lainnya, ditempelkan pada Pohon Kreasi sebagai media apresiasi seni mereka.

Inisiator Komunitas Sekolah Sastra Anak, Amalia Zulfa, menyoroti kehangatan dan kebersamaan para peserta selama festival berlangsung.

“Agenda Festival Anak CERIA ini berjalan dengan lancar. Meskipun peserta memiliki rentang usia yang cukup panjang, yakni 5 hingga 12 tahun, mereka tetap bisa membaur, menikmati, dan bersenang-senang bersama dalam sesi-sesi yang sudah kami kemas,” ujar Amalia Zulfa.

Puncak acara ditandai dengan peluncuran resmi buku cerita anak Perahu Cahaya Putri Jembersari di Al Kautsar Education Center, Wirolegi, Jember pada 6 September 2026. Buku ini terbagi ke dalam empat seri utama — pahlawan, legenda, kuliner, dan musik — yang dirancang untuk mengenalkan kekayaan budaya kawasan Tapal Kuda secara komprehensif namun ramah anak.

Dalam sesi talkshow peluncuran buku, ketua tim peneliti UNEJ, Ganesya Hari Murti, S.S., M.Hum., menekankan pentingnya peran karya sastra anak dalam membentuk identitas generasi muda.

“Karya sastra anak yang berangkat dari budaya lokal memiliki peran penting dalam memperkuat identitas sekaligus menjadi media pembelajaran yang kontekstual bagi anak-anak,” ungkap Ganesya Hari Murti.

Ia juga berpesan kepada para orang tua agar konsisten mengenalkan nilai-nilai budaya kepada anak-anak sejak usia dini.

Proses kreatif buku ini turut melibatkan kolaborasi lintas disiplin, menghadirkan Nirina Wildania sebagai ilustrator visual dan Nadhiva Shafa sebagai pengisi suara untuk versi audiobook. Suasana peluncuran kian semarak dengan pementasan seni oleh anak-anak Al Kautsar Education Center yang membawakan pembacaan puisi serta drama wayang Pandhalungan berdasarkan kisah dalam buku tersebut.

Melalui sinergi antara penelitian akademis, karya sastra, seni, dan keterlibatan komunitas, UNEJ berharap hasil riset perguruan tinggi dapat dirasakan langsung kemanfaatannya oleh masyarakat luas.

Amalia Zulfa menambahkan harapannya agar jangkauan buku ini dapat terus meluas ke berbagai daerah.

“Kami senang agenda ini berjalan dengan baik dan disambut secara positif oleh kawan-kawan yang hadir. Harapannya, buku ini tidak hanya berhenti dibaca sampai di sini, tetapi dapat menjangkau lebih banyak anak dan orang tua untuk mengenal budaya, khususnya budaya Pandhalungan yang menjadi identitas masyarakat di kawasan Tapal Kuda,” tutup Amalia. (dil)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #IKU3 #IKU5 #IKU7