Jember, 13 September 2026
Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Internasional di Timor-Leste memberikan pengalaman kolaborasi lintas negara bagi enam mahasiswa Universitas Jember (UNEJ).
Pada 18 Agustus 2026, mereka bersama mahasiswa Malaysia dan Timor-Leste terlibat dalam proyek Smart STEAM di Sekolah Abafala, Baucau, untuk mengenalkan pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM) melalui berbagai aktivitas interaktif.Smart STEAM merupakan bagian dari Kembara Mobiliti UMPSA @ Timor-Leste 2026 yang diselenggarakan Yayasan Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah (UMPSA). Kegiatan melibatkan UMPSA dari Malaysia, Universidade de Dili (UNDIL) dari Timor-Leste, serta lima perguruan tinggi Indonesia, yakni Universitas Jember, Universitas PGRI Argopuro Jember, Universitas Tidar, Universitas Moch. Sroedji Jember, dan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.
Bagi mahasiswa UNEJ, keterlibatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian KKN Kolaboratif Internasional yang mereka jalankan di Suco Soba, Laga, Baucau. Pembelajaran STEAM dan literasi digital di sekolah menjadi salah satu strategi program bidang pendidikan yang disusun berdasarkan pemetaan potensi dan permasalahan masyarakat setempat.

Enam mahasiswa UNEJ yang terlibat adalah Edelwis Ginka Aurora, Yohana Butu, Afif Zuhdi Zulkarnain, Yusuf Justin Samuel Napitupulu, Via, dan Achmad Wafa Muzaki. Dalam pelaksanaannya, mereka bergabung dengan mahasiswa dari perguruan tinggi lain untuk mendampingi siswa mulai dari ice breaking, Workshop STEM Kit DIY, hingga pameran dan demonstrasi di sejumlah booth Smart STEAM.
Yohana Butu, salah satu mahasiswa UNEJ peserta KKN Kolaboratif Internasional, menjelaskan bahwa Smart STEAM merupakan program yang diinisiasi mahasiswa Malaysia dengan melibatkan mahasiswa Indonesia dan Timor-Leste dalam pelaksanaannya. Mahasiswa UNEJ mengambil peran dalam pendampingan, fasilitasi, demonstrasi, hingga membantu kebutuhan teknis selama kegiatan.
“Kegiatan ini pada dasarnya merupakan program kolaborasi, yang memang diinisiasi oleh mahasiswa Malaysia, tetapi dalam pelaksanaannya melibatkan mahasiswa Timor-Leste dan mahasiswa Indonesia, termasuk mahasiswa UNEJ. Jadi, mahasiswa UNEJ ikut berkolaborasi dan membantu jalannya kegiatan bersama tim lainnya,” jelas Butu.

Kolaborasi tersebut terlihat dalam pelaksanaan delapan modul Smart STEAM, yakni 3D Pen, Virtual Reality, Robot Soccer, Scratch Game, Water Filter, Bridge Building, Water Bottle Rocket, dan Flaming Hand. Mahasiswa dari ketiga negara dibagi ke sejumlah kelompok untuk mendampingi siswa di setiap booth, mulai dari mengenalkan dan mendemonstrasikan modul hingga membantu siswa saat mencoba berbagai aktivitas yang tersedia.
Bagi mahasiswa yang terlibat, kolaborasi lintas negara tersebut juga menjadi kesempatan untuk belajar bekerja dalam lingkungan dan tim yang berbeda. Manajer Proyek Kembara Mobiliti UMPSA @ Timor-Leste 2026, Muhammad Rusydi Hakim bin Razak, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang berbagi pengetahuan kepada siswa, tetapi juga wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi dan keterampilan lunak (soft skills).
“Apa yang lebih penting, kami ingin ilmu dan pengalaman yang dibagikan dapat memberikan manfaat kepada siswa dan komunitas Sekolah Abafala, serta menjadi dasar bagi hubungan dan kerja sama yang dapat terus dikembangkan di masa mendatang,” ujarnya.

Ketua Proyek Smart STEAM, Muhammad Wazien bin Johan, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang dengan memadukan kreativitas, teknologi, dan pemecahan masalah dalam proses pembelajaran bersama siswa.
“Proyek Smart STEAM memberikan kesempatan kepada kami untuk menerapkan pendekatan pembelajaran yang menggabungkan unsur kreativitas, teknologi, dan pemecahan masalah dalam setiap kegiatan bersama siswa-siswi Sekolah Abafala. Pada saat yang sama, kami juga ingin memperkenalkan pemanfaatan teknologi kepada seluruh siswa agar mereka lebih mengenal perkembangan teknologi yang semakin luas di seluruh dunia,” ujarnya.
Afif Zuhdi Zulkarnain, mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi UNEJ yang menjadi salah satu ketua mahasiswa mewakili lima perguruan tinggi Indonesia, menilai kesempatan bekerja bersama mahasiswa dari Malaysia dan Timor-Leste memberikan pengalaman tersendiri dalam menjalankan program lintas negara.
“Kolaborasi ini memberikan pengalaman yang sangat bermakna karena kami dapat bekerja sama dengan mahasiswa dari Malaysia dan Timor-Leste dalam satu proyek yang sama. Meskipun kami berasal dari universitas dan negara yang berbeda, kami memiliki tujuan yang sama, yaitu memberikan pengalaman pembelajaran yang bermanfaat kepada siswa-siswi di Sekolah Abafala,” ujarnya.
Bagi Afif, kolaborasi yang terbangun selama kegiatan tersebut juga membuka peluang untuk menjalin hubungan yang lebih luas antarmahasiswa maupun perguruan tinggi dari ketiga negara.
“Saya berharap hubungan yang terjalin melalui proyek ini tidak berhenti setelah program berakhir. Sebaliknya, hal ini dapat menjadi awal bagi lebih banyak kerja sama antara universitas di Malaysia, Indonesia, dan Timor-Leste, khususnya dalam bidang pendidikan, teknologi, dan pengembangan masyarakat,” imbuhnya.
Keterlibatan dalam Smart STEAM menjadi salah satu pengalaman yang melengkapi perjalanan KKN Kolaboratif Internasional mahasiswa UNEJ di Timor-Leste. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya hadir untuk berbagi pengetahuan kepada siswa, tetapi juga belajar bekerja bersama rekan dari latar belakang negara dan perguruan tinggi yang berbeda. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari pengalaman pengabdian yang mempertemukan proses belajar dan kontribusi kepada masyarakat dalam satu kegiatan lintas negara. (qf)

