Penerbangan Batal, Amanda Tempuh Perjalanan Dua Hari demi Tampil di PEKSIMINAS XVIII

Jember, 11 September 2026

Perjalanan menuju Universitas Jember (UNEJ) untuk mengikuti Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS) XVIII Tahun 2026 menjadi pengalaman yang tidak terlupakan bagi Amanda Salsabila.

Mahasiswa Universitas Andalas yang mewakili Sumatera Barat pada tangkai lomba Baca Puisi Putri itu harus menempuh perjalanan hampir dua hari setelah penerbangannya terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Amanda bersama kontingen Sumatera Barat semula dijadwalkan berangkat pada 6 September 2026. Namun, penerbangan yang akan membawa mereka menuju lokasi PEKSIMINAS mengalami penundaan hingga sore hari sebelum akhirnya dinyatakan batal. Situasi tersebut membuat tim harus segera menentukan alternatif lain agar Amanda dapat tiba di Jember sebelum jadwal penampilannya.

Pilihan untuk menempuh jalur darat sebenarnya memungkinkan, namun membutuhkan waktu sekitar dua hari dan diperkirakan rombongan baru tiba pada 8 September, bertepatan dengan malam pembukaan PEKSIMINAS XVIII, sementara keesokan harinya Amanda sudah harus tampil pada tangkai lomba Baca Puisi Putri.

Amanda Salsabila, mahasiswa Universitas Andalas yang mewakili Kontingen BPSMI Sumatera Barat pada tangkai Baca Puisi Putri PEKSIMINAS XVIII Tahun 2026 di Universitas Jember.

“Situasinya cukup panik dan menegangkan karena jadwal lomba sudah dekat. Mau tidak mau, kami harus mencari jalan tercepat agar bisa segera sampai di lokasi lomba,” cerita Amanda.

Pihak Universitas Andalas pada akhirnya memilih untuk menempuh perjalanan darat menggunakan bus menuju Pekanbaru, kemudian terbang ke Batam untuk transit sebelum melanjutkan penerbangan menuju Surabaya. Dari Surabaya, perjalanan dilanjutkan menuju Jember.

Setelah rangkaian perjalanan tersebut, Amanda dan rombongan akhirnya tiba di Jember pada 9 September sekitar pukul satu dini hari. Waktu yang tersisa kemudian dimanfaatkan untuk memulihkan kondisi sebelum Amanda bersiap mengikuti perlombaan pada pagi harinya.

Perjalanan panjang dengan waktu istirahat yang singkat mulai berdampak pada kondisi fisik kontingen. Amanda mengaku beberapa anggota tim mengalami demam, termasuk dirinya. Bagi peserta yang masih memiliki jeda sebelum jadwal perlombaan, waktu setelah tiba di Jember dimanfaatkan untuk beristirahat. Sementara itu, Amanda harus mengatur energinya agar tetap dapat tampil pada pagi hari.

Amanda Salsabila bersama kontingen BPSMI Provinsi Sumatera Barat usai salah satu perwakilannya meraih Juara Harapan III tangkai lomba Keroncong Putra pada PEKSIMINAS XVIII Tahun 2026 di Universitas Jember.

“Fokus saya menjaga energi, pikiran tetap tenang, menjaga hidrasi, dan saling memberikan dukungan agar tetap bisa tampil fokus dan maksimal di atas panggung,” ujarnya.

Di tengah kelelahan tersebut, dukungan antar anggota kontingen menjadi salah satu hal yang membuat mereka tetap bertahan. Mereka saling menguatkan bahwa keberhasilan mencapai Jember setelah berbagai kendala perjalanan sudah menjadi pencapaian tersendiri.

“Kami terus saling menguatkan dan menanamkan pikiran positif bahwa bisa sampai di lokasi tujuan saja sudah merupakan pencapaian yang hebat. Kebersamaan itulah yang menjaga semangat kami tetap menyala,” tutur Amanda.

Meski kondisi tubuhnya belum sepenuhnya pulih, Amanda tetap naik ke panggung PEKSIMINAS XVIII untuk membawakan penampilan terbaiknya.

“Saya pribadi merasa mungkin belum bisa tampil seratus persen maksimal karena kondisi tubuh sedang demam. Tetapi di tengah keterbatasan itu, saya tetap memberikan kemampuan terbaik yang saya miliki di atas panggung,” sambungnya.

Bagi Amanda, perjalanan menuju Jember memberikan pengalaman yang tidak kalah berharga dari perlombaan itu sendiri. Ia belajar bahwa persiapan mengikuti kompetisi tidak hanya berkaitan dengan kesiapan karya dan penampilan, tetapi juga kesiapan menghadapi kondisi tidak terduga.

Saat ditemui usai tampil, Amanda mengaku tidak ingin terlalu memikirkan hasil akhir kompetisi. Baginya, perjuangan melewati perjalanan panjang hingga dapat tampil di panggung PEKSIMINAS sudah menjadi pengalaman yang akan dibawa pulang bersama timnya.

“Apapun hasil akhirnya, keberanian dan perjuangan kami melewati situasi ini sudah menjadikan kami seorang pemenang,” ungkapnya.

Dari hasil kompetisi, Amanda belum berhasil meraih gelar juara pada tangkai lomba Baca Puisi Putri. Meski demikian, Kontingen BPSMI Sumatera Barat turut mencatatkan prestasi melalui salah satu perwakilannya yang berhasil meraih Juara Harapan III pada tangkai lomba Keroncong Putra.

PEKSIMINAS pada akhirnya tidak hanya meninggalkan cerita tentang mereka yang naik ke podium. Ada pula cerita para mahasiswa yang datang dari berbagai penjuru Indonesia, melewati proses seleksi dan berbagai perjalanan untuk sampai ke panggung nasional, lalu memberikan penampilan terbaik untuk membawa nama daerah dan perguruan tinggi masing-masing. Perjalanan Amanda dari Sumatera Barat menuju Jember menjadi salah satunya. Meski tidak berakhir dengan gelar juara, perjuangan untuk sampai ke panggung nasional dan memberikan yang terbaik tetap menjadi pencapaian yang layak diapresiasi. (qf)