Rektor UNEJ : Semua Peserta Peksiminas Bagus, Semua Pemenang

Jember, 9 September 2026

Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) XVIII tahun 2026 dimulai di Kampus Universitas Jember (UNEJ) dari tanggal 8 hingga 10 September 2026.

Sebanyak lima belas tangkai lomba dipertandingkan mulai dari nyanyi pop, keroncong, dangdut, tari hingga fotografi. Di sela-sela kesibukannya, Rektor UNEJ menyempatkan diri melihat dari dekat unjuk kebolehan seni budaya mahasiswa Indonesia di kampusnya. Didampingi para wakil rektor dan ketua pelaksana harian, rektor berkunjung ke beberapa venue.

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah venue tangkai lomba vokal grup di Fakultas Hukum. Penonton di gedung Gedung Multimedia Mayapada dibuat terpesona dengan alunan suara merdu yang didukung aksi rancak koreografi para peserta. Beberapa peserta bahkan menyesuaikan kostum dengan tema lagu yang dipilih.

Suasana serupa juga tampak di venue tangkai lomba nyanyi pop di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Menurut Rektor UNEJ yang juga pemain bass grup band The Tendos ini, semua peserta Peksiminas memiliki talenta yang bagus. Suara, penjiwaan dan penampilan mereka tak beda dengan penyanyi profesional.

Peserta tangkai lomba komik strip di lokasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis berfoto bersama panitia seusai lomba

“Menurut saya semua peserta Peksiminas bagus, semua pantas menang,” ujar Iwan Taruna. Pendapat ini senada dengan sambutannya kala membuka ajang Peksiminas XVIII di gedung Auditorium UNEJ. Menurutnya ajang Peksiminas tidak sekedar kompetisi adu kemampuan seni, tapi ajang bergembira, menjalin pertemanan dan membangun jejaring.

Totalitas tidak hanya ditunjukkan oleh peserta, namun juga oleh dosen pendamping dan ofisial. Seperti yang ditunjukkan salah satu dosen pendamping di ajang nyanyi pop. Saat anak asuhnya tampil menyanyi, sang dosen pendamping langsung berdiri dan turut menyanyi secara perlahan sambil menirukan gaya anak asuhnya.

Rektor UNEJ bersama para Wakil Rektor dan Ketua Panitia Pelaksana Peksiminas XVIII tahun 2026 menikmati penampilan peserta tangkai lomba Vokal Grup di lokasi Fakultas Hukum

Kekaguman rektor dan wakil rektor UNEJ yang berkeliling ke venue lomba Peksiminas berlanjut ke gedung Soetardjo. Lokasi tangkai lomba tari. Kebetulan tari yang ditampilkan adalah tari yang mengambil inspirasi dari tradisi memandikan bayi di sungai seperti yang ada di kebiasaan beberapa suku di Indonesia. Tujuh penari dengan selendang panjang menampilkan gerakan mulai bayi lahir hingga kemudian dimandikan di sungai. Selendang panjang yang dibawa kadang dipendekkan, kadang dibiarkan memanjang seolah-olah aliran air sungai yang membasahi sang bayi. Selendang tadi juga dibentangkan enam penari ke rekannya yang ada di tengah yang seolah menggendong bayi, sehingga mirip kelopak bunga.

“Bagus sekali, penonton jadi membayangkan bagaimana kasih sayang ibu kepada anaknya itu seperti aliran air sungai yang terus mengalir sepanjang masa,” kata Prof. Sri Hernawati, Wakil Rektor II UNEJ yang mendampingi rektor bersama Wakil Rektor III dan IV.

Peserta tangkai lomba nyanyi keroncong putri menunggu giliran tampil di lokasi Fakultas Kedokteran UNEJ

Begitu pula dengan penampilan peserta di tangkai lomba nyanyi keroncong di aula Fakultas Kedokteran. Selain piawai menampilkan cengkok keroncong yang merupakan seni khas Indonesia, penampilan peserta yang memakai baju nasional seperti kebaya dan atau baju daerah asal memancarkan aura elegan.

“Para peserta yang hadir dari berbagai provinsi di Indonesia ini merupakan talenta terpilih dan bukti nyata bahwa mahasiswa Indonesia tidak hanya cerdas di dalam kelas, tetapi juga piawai di atas panggung seni. Di era kecerdasan buatan dan digitalisasi, rasa dan jiwa yang kalian miliki adalah benteng terakhir kemanusiaan. Teknologi bisa meniru banyak hal, tetapi ia tidak akan pernah bisa meniru getaran jiwa seorang seniman,” tegas Fendi Setyawan, Wakil Rektor III yang juga Ketua Umum Peksiminas XVIII. (iim)