Jember, 14 September 2026
Dua tim mahasiswa Universitas Jember (UNEJ) membawa inovasi teknologi kapal ke panggung nasional melalui Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2026 yang digelar di Politeknik Negeri Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, Jumat (11/09/2026).
Tim Sagara Pandhalungan dan Clarion datang dengan prototipe kapal yang mengadopsi teknologi coast guard, sekaligus membawa misi menguji kemampuan mahasiswa UNEJ dalam merancang, membangun, dan mengoperasikan teknologi kelautan.Kedua tim masing-masing diperkuat lima anggota inti dan dua anggota support. Untuk mendukung persiapan dan pelaksanaan kompetisi, UNEJ mengirimkan dua dosen pembimbing dan dua pendamping kemahasiswaan.
Keikutsertaan dalam KKI 2026 tidak sekadar menjadi ajang adu kemampuan membuat kapal. Bagi UNEJ, kompetisi ini menjadi ruang untuk menguji hasil pembelajaran, riset, rekayasa, serta kemampuan mahasiswa menerjemahkan konsep teknologi menjadi prototipe yang dapat berfungsi dan berkompetisi di tingkat nasional.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNEJ, Dr. Fendi Setyawan, S.H., M.H., mengatakan, keterlibatan mahasiswa dalam kompetisi teknologi nasional merupakan bagian dari upaya membangun pengalaman belajar yang aplikatif.
“Mahasiswa tidak cukup hanya menguasai teori. Mereka perlu mendapatkan pengalaman merancang, membangun, menguji, dan menyelesaikan persoalan teknologi secara langsung. KKI menjadi salah satu ruang untuk menguji kemampuan tersebut sekaligus mengukur sejauh mana inovasi mahasiswa UNEJ mampu bersaing di tingkat nasional,” ujarnya.
Dia menambahkan, pengalaman dari KKI 2026 diharapkan tidak berhenti setelah kompetisi berakhir. UNEJ ingin menjadikan pengalaman tersebut sebagai modal untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi mahasiswa, terutama pada bidang teknologi kapal dan robotika.
“Harapannya kualitas riset, pengembangan alat, fasilitas, maupun persiapan kompetisi dapat terus ditingkatkan. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, kami berharap tim-tim mahasiswa UNEJ mampu menghasilkan inovasi yang semakin matang dan meraih prestasi yang lebih baik pada kompetisi berikutnya,” imbuhnya.

Teknologi coast guard yang diusung kedua tim merujuk pada penerapan teknologi, sistem, perangkat, dan metode yang digunakan kapal penjaga pantai untuk mendukung fungsi pengawasan, patroli, keselamatan, penegakan hukum, pencarian dan pertolongan atau SAR, hingga perlindungan wilayah perairan.
Pengembangan prototipe kedua kapal dikerjakan dalam waktu sekitar tiga hingga empat bulan. Proses tersebut menuntut mahasiswa bekerja lintas kemampuan, mulai dari perancangan hingga pembangunan dan pengujian prototipe.
Pembimbing Tim Sagara Pandhalungan, Ir. Wahyu Muldayani, S.T., M.T., mengatakan, waktu pengerjaan yang relatif singkat menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa.
“Prototipe kami kerjakan sekitar tiga sampai empat bulan. Dalam waktu tersebut mahasiswa harus mampu mengubah rancangan menjadi sebuah prototipe yang dapat dibangun dan diuji. Tantangannya bukan hanya membuat kapal, tetapi memastikan desain, komponen, dan sistem yang digunakan dapat bekerja dengan baik,” jelasnya.
Sementara itu, Pembimbing Tim Clarion, Rudianto, S.T., M.T., menyebut, pengalaman mengikuti KKI menjadi bagian penting dalam membentuk kemampuan mahasiswa sebagai calon perancang dan pengembang teknologi.

“Motivasi utama kami adalah mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam merancang, membangun, dan menguji teknologi kapal secara langsung. Kompetisi ini juga menjadi proses evaluasi karena mahasiswa dapat melihat sejauh mana hasil pengembangan mereka ketika berhadapan dengan tim-tim dari perguruan tinggi lain,” katanya.
Lebih dari sekadar mengejar podium, kedua tim membawa target untuk memperkuat reputasi UNEJ dalam pengembangan teknologi mahasiswa. Mereka juga membawa nama Clarion dan UGER Hydrotech Robotika UNEJ sebagai bagian dari perjalanan pengembangan inovasi dan prestasi mahasiswa.
“Target kami tentu meraih prestasi di tingkat nasional. Tetapi prestasi bukan satu-satunya ukuran. Kompetisi ini menjadi evaluasi penting bagi tim agar mengetahui apa yang sudah baik dan apa yang masih harus dikembangkan,” pungkasnya.(is)


