Jember, 31 Oktober 2026
Sebanyak 209 mahasiswa Program Studi Agribisnis S1, Fakultas Pertanian (Faperta), Universitas Jember (UNEJ), mengikuti praktikum lapang di Pabrik Gula (PG) Pandjie dan Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Situbondo, Kamis, (29/10/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman untuk memperkuat kompetensi mahasiswa dalam memahami praktik agribisnis secara langsung di dunia usaha dan dunia industri (DUDI).Praktikum lapang tersebut melibatkan tiga laboratorium di Program Studi Agribisnis S1, yakni Laboratorium Ekonomi dan Pembangunan Pertanian (Lab-EPP), Laboratorium Komputasi dan Sistem Informasi Agribisnis (Lab-KSI), serta Laboratorium Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan (Lab-MBK). Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak memahami keterkaitan antara teori perkuliahan dan penerapannya dalam aktivitas industri.
Kepala Lab-MBK, Illia Seldon Magfiroh, S.E., M.P., menjelaskan, praktikum lapang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengamati secara langsung berbagai aktivitas dalam sistem agribisnis.
“Kegiatan praktikum lapang ini adalah untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengamati secara langsung aktivitas agribisnis pada berbagai subsistem, mulai dari input, produksi, pengolahan, hingga pemasaran,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Lab-EPP, Ir. Rena Yunita Rahman, S.P., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Pendekatan ini menekankan pencapaian Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), baik dalam aspek pengetahuan, keterampilan, maupun sikap profesional.
Menurutnya, pengalaman belajar di lapangan juga membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama tim, pemecahan masalah, serta adaptasi terhadap situasi nyata di industri.
Bagi mahasiswa, praktikum lapang menjadi kesempatan untuk memperoleh gambaran yang lebih konkret mengenai penerapan ilmu agribisnis. Farah, salah seorang mahasiswi Faperta UNEJ menyampaikan kesan positif terhadap kegiatan tersebut. Pengalaman mengunjungi lokasi praktik memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar secara langsung, memperluas wawasan, serta menghubungkan materi perkuliahan dengan kondisi nyata di lapangan.
Pengalaman tersebut sekaligus memperkenalkan mahasiswa pada beragam proses bisnis dan tantangan pengelolaan usaha di sektor pertanian maupun perikanan. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kuliah, tetapi juga melalui pengamatan dan pengalaman langsung di lingkungan industri.
Ketua Jurusan*Agribisnis UNEJ, Dr. Ir. Joni Murti Mulyo Aji, M.Rur.M., menegaskan bahwa praktikum lapang menjadi salah satu kegiatan pendukung pencapaian visi program studi, yaitu menghasilkan sarjana pertanian bidang agri-sociopreneurship yang berwawasan global dan inovatif dalam mengembangkan pertanian industrial berkelanjutan.
Senada dengan hal tersebut, Dr. Julian Adam Ridjal, S.P., M.P., *Kepala Lab-KSI* , menekankan pentingnya memperkenalkan inovasi pertanian kepada mahasiswa sejak dini, khususnya melalui pendekatan glokalisasi inovasi dan agri-sociopreneurship.
Koordinator Komisi Kerja Sama Program Studi Agribisnis S1, Djoko Soejono, S.P., M.P., berharap kegiatan ini menjadi pintu masuk bagi pengembangan kolaborasi berkelanjutan dengan kedua mitra industri.
“Diawali dengan kegiatan praktikum lapang ini, diharapkan ke depannya juga akan dapat mengembangkan peluang-peluang kerja sama kolaboratif dengan PG Pandjie dan BPBAP Situbondo, seperti magang profesi, magang berdampak, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Pertanian UNEJ terus mendorong pembelajaran yang mengintegrasikan teori, praktik, dan kemitraan strategis. Langkah tersebut diharapkan mampu mempersiapkan lulusan Agribisnis yang adaptif, inovatif, serta memiliki kompetensi untuk berkontribusi dalam pengembangan pertanian industrial berkelanjutan.(is)



