Universitas Jember Hadirkan Solusi Irigasi, Bangun Sumur Bor untuk Bebaskan Petani Buah Naga Banyuwangi dari Krisis Air

Jember, 30 Oktober 2026

Ancaman kekeringan dan keterbatasan air irigasi kerap menjadi momok menakutkan bagi para petani buah naga, terutama saat musim kemarau panjang melanda.

Tantangan inilah yang dirasakan langsung oleh Kelompok Tani Mulyo Agung di Dusun Ringinasri, Desa Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi.

Di tengah kesulitan tersebut, Universitas Jember (UNEJ) hadir membawa solusi nyata melalui inovasi teknologi tepat guna. Tim pengabdian UNEJ turun tangan membantu para petani dengan membangun sumur bor dan memasang pompa submersible, guna memastikan ketersediaan pasokan air yang berkelanjutan bagi lahan pertanian warga.

Kehadiran program ini digawangi oleh kolaborasi lintas bidang dari dosen dan mahasiswa Fakultas Teknik UNEJ. Tim ini melibatkan Ir. Saifurridzal, S.T., M.Eng., Ir. Tatang Maulana Maliq, S.T., M.T., Ir. Muhammad Trifiananto, S.T., M.T., serta mahasiswa Jonathan F. Paulus Simanjuntak (Teknik Sipil), Emyr Akbar R.A.G. (Teknik Sipil), Mochammad Rangga Ramadhani (Teknik Mesin), dan Zainur Zakaria (Teknik Mesin).

Dokumentasi bersama mitra Kelompok Tani Mulyo Agung

Untuk menjawab permasalahan krusial tersebut, tim pengabdian UNEJ merancang program bertajuk “Pemanfaatan Air Tanah dengan Sistem Pengeboran sebagai Solusi Irigasi Berkelanjutan di Kawasan Lahan Budidaya Buah Naga Desa Wringinpitu, Banyuwangi”.

Pekerjaan ini tidak dilakukan secara sembarangan. Sebelum melakukan pengeboran, tim terlebih dahulu menyusun peta potensi sumber air berdasarkan data spasial wilayah setempat. Tahap ini dilanjutkan dengan survei dan pengujian geolistrik guna mengidentifikasi lapisan bawah permukaan tanah yang berpotensi menyimpan air.

Hasil pengukuran resistivitas kemudian dipadukan dengan kondisi lapangan secara komprehensif untuk menentukan titik pengeboran yang paling strategis, efektif, dan mudah dijangkau.

“Kami tidak ingin langsung mengebor tanpa dasar yang jelas. Pemetaan potensi sumber air dan pengujian geolistrik menjadi langkah penting untuk menentukan lokasi pengeboran berdasarkan kondisi bawah permukaan tanah, bukan sekadar perkiraan,” ujar Ir. Saifurridzal, S.T., M.Eng., ketua tim pengabdian sekaligus dosen pembina.

Proses pengeboran

Setelah melalui proses identifikasi dan penentuan titik pengeboran yang dinilai sesuai, tim melanjutkan kegiatan dengan melakukan pengeboran sumur hingga kedalaman 15 meter. Setelah proses pengeboran selesai, tim memasang pompa submersible berdaya 2 HP atau setara dengan 1.500 watt. Untuk mengetahui kinerja aliran air yang dihasilkan, tim kemudian melakukan pengujian debit menggunakan flow meter berbasis Arduino. Berdasarkan hasil pengujian di lapangan, pompa mampu menghasilkan debit air yang relatif konstan sebesar 130 liter per menit (L/menit). Pengujian dilakukan dalam tiga tahap, yaitu tahap pertama selama 21 menit dengan volume air mencapai 2.700 liter, tahap kedua selama 19 menit dengan volume 2.250 liter, dan tahap ketiga selama 11 menit dengan volume 1.287 liter. Hal ini disebabkan karena kurangnya kedalam pada sumur bor.

Tidak hanya membangun infrastruktur fisik, komitmen UNEJ dalam mendampingi petani juga diwujudkan melalui transfer pengetahuan. Tim menyerahkan modul panduan praktis kepada Kelompok Tani Mulyo Agung. Modul tersebut berisi petunjuk operasional penggunaan serta tata cara perawatan pompa, agar sistem penyediaan air dapat dikelola secara mandiri dan berumur panjang oleh warga.

Kehadiran program ini disambut dengan rasa syukur yang mendalam oleh Ketua Kelompok Tani Mulyo Agung, Mahfud.

Proses uji geolistrik

“Sebelum adanya sumur bor, keterbatasan air saat musim kemarau menjadi kendala bagi kelompok tani dalam memenuhi kebutuhan irigasi kebun buah naga. Dengan adanya sumur ini, kami sedikit terbantu dengan adanya sumur ini. Selama musim kemarau kemarin, air menjadi masalah besar bagi kebun buah naga kami. Semoga pada tahun depan pengeboran ini dapat berlanjut lagi untuk memperdalam sumur bor agar bermanfaat bagi semua anggota kelompok tani,” ujar Mahfud.

Melalui sinergi ini, Universitas Jember kembali membuktikan perannya dalam mengintegrasikan pendekatan akademis dan teknis—mulai dari pemetaan, geolistrik, pengeboran, hingga hilirisasi teknologi—untuk menyelesaikan persoalan nyata di tengah masyarakat. Kegiatan ini terlaksana berkat dukungan pendanaan melalui program Hibah Pengabdian Pemula (PPP) Universitas Jember Tahun Anggaran 2026. (dil)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #IKU3 #IKU5 #IKU7 #IKU12