Jember, 3 November 2026
Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Jember (UNEJ) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional.
Delegasi mahasiswa FKM UNEJ berhasil memborong tiga gelar juara sekaligus dalam ajang bergengsi The 5th Indonesian Public Health Olympiad (IPHO) 2026 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia (AIPTKMI). Rangkaian puncak kompetisi ini telah berlangsung pada 29–30 Oktober 2026 di FKM Universitas Indonesia (UI).Kompetisi tingkat nasional tersebut diikuti oleh 120 institusi perguruan tinggi kesehatan masyarakat dari 38 provinsi di seluruh Indonesia, dengan mengusung tema besar “Akselarasi Peran Tenaga Kesehatan Masyarakat sebagai Garda Terdepan Promotif Preventif untuk SDM Unggul Mewujudkan Asta Cita Indonesia Emas 2045”.

Adapun tiga prestasi membanggakan yang berhasil diraih oleh mahasiswa FKM UNEJ meliputi:
1. Juara 1 Puisi Edukasi dan Orasi Kesehatan – diraih oleh Irsya Septia Achmadi Putri
2. Juara 1 Inovasi Wirausaha – diraih oleh Tim TOORUE Eyecare
3. Juara 2 Inovasi Wirausaha – diraih oleh Tim CRAYONA
Irsya Septia Achmadi Putri (Kesehatan Masyarakat 2023) sukses merebut Juara 1 dalam kategori Puisi Edukasi dan Orasi Kesehatan. Dalam wawancaranya, Irsya membagikan kisah di balik karya yang memukau dewan juri pada perhelatan di FKM UI tersebut.
“Adapun tema yang saya angkat dalam karya Puisi Edukasi dan Orasi kesehatan pada ajang IPHO 2026 yang diselenggarakan di Universitas Indonesia kali ini adalah kekerasan seksual dan kesehatan mental. Karya dengan judul ‘Jangan Bungkam Suaraku’ ini mengangkat isu kekerasan seksual sebagai pokok masalah kesehatan masyarakat yang berdampak pada multidimensional. Selain berdampak pada kesehatan fisik, kekerasan seksual juga dapat mempengaruhi kesehatan mental, rasa aman, hubungan sosial, bahkan kualitas hidup seseorang yang pernah menjadi korban. Karya ini juga menekankan isu victim blaming dan budaya diam yang menjadi penghambat bagi korban untuk memperoleh dukungan dan perlindungan,” ujar Irsya saat ditemui di FKM UNEJ, Senin (02/11/2026).

Menanggapi efektivitas media kreatif dalam promosi kesehatan, Irsya menambahkan, “Media kreatif seperti puisi dan orasi berperan penting dalam edukasi kesehatan karena mampu menyampaikan pesan secara emosional dan komunikatif tanpa terjebak bahasa ilmiah yang rumit. Puisi dan orasi bukan sekadar karya seni, melainkan bentuk advokasi yang mampu menyentuh hati masyarakat untuk mendorong perubahan perilaku dan kepedulian sosial yang lebih besar.”
Dewan juri IPHO 2026 memberikan apresiasi tinggi terhadap prospek komersialisasi dan dampak sosial dari dua inovasi wirausaha FKM UNEJ. Tim TOORUE Eyecare (Juara 1) yang dipimpin Novenda Viarisa Putri dinilai memiliki kesiapan bisnis matang sekaligus dampak sosial nyata melalui eyepillow aromatherapy untuk relaksasi diri dan pemberdayaan ekonomi lokal berbasis batik khas Jember. Sementara itu, Tim CRAYONA (Juara 2) yang diusung Sofi Bunga Tanzilia dinilai berpotensi kuat untuk terus dikembangkan dan diperluas jangkauan pasarnya hingga ke luar Jawa sebagai media edukasi anak yang aman dan berdampak.
Keberhasilan ini tidak lepas dari ekosistem akademik yang suportif di lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Universitas Jember. Para pemenang mengungkapkan bahwa peran dosen pembimbing, fasilitas fakultas, serta arahan dari tim kemahasiswaan menjadi fondasi penting dalam membimbing inovasi hingga menembus panggung nasional di IPHO 2026.

Sebagai penutup, Irsya menyampaikan pesan motivasi bagi mahasiswa lainnya, “Pesan untuk teman-teman UNEJ, jangan takut untuk memulai dan jangan menunggu merasa hebat untuk berkarya. Terkadang, kita terlalu sibuk memikirkan apakah karya kita cukup bagus, apakah kita mampu bersaing, atau takut gagal sebelum benar-benar mencoba. Padahal, keberanian untuk mengambil kesempatan adalah langkah pertama menuju sebuah prestasi,” pesan Irsya.
“Jangan hanya mengejar kemenangan, tetapi bangunlah karya yang memiliki nilai manfaat, peluang keberlanjutan, dan dampak nyata bagi masyarakat. Mulailah dari permasalahan nyata di sekitar dan beranilah mengembangkan solusi meskipun berangkat dari ide sederhana,” pungkasnya. (dil)
#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #IKU3 #IKU7
