Jember, 6 November 2026
Puluhan ilmuwan dan delegasi internasional dari sembilan negara anggota ICALS x FANRes 2026 melakukan aksi nyata pelestarian lingkungan melalui penanaman bibit kakao berkelanjutan di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) Indonesia, Jember, Jumat (06/11/2026).
Dalam kunjungan ini, para delegasi diajak menyusuri area perkebunan untuk mengamati secara langsung proses budidaya hingga rantai pengolahan kopi dan kakao menjadi produk hilir.
Sebagai agenda utama, para pembicara utama (keynote speakers) dan delegasi internasional juga melakukan penanaman kembali bibit kakao secara bersama-sama. Aksi ini tidak hanya memberikan pengalaman praktis mengenai pentingnya menjaga produktivitas tanaman perkebunan, tetapi juga menjadi simbol komitmen nyata lintas negara terhadap keberlanjutan komoditas kakao.
Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Jember, Prof. M. Rondhi, S.P., M.P., Ph.D., menjelaskan bahwa kegiatan kunjungan lapangan dirancang agar peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan melalui forum akademik, tetapi juga melihat secara langsung penerapan ilmu pertanian di lapangan. Terlebih, konferensi internasional tahun ini diikuti oleh peserta dari sembilan negara yang berkumpul untuk berbagi pengetahuan mengenai pertanian, inovasi, teknologi, dan ketahanan pangan.
“Kami ingin para peserta tidak hanya mendapatkan perspektif dari negara masing-masing, tetapi juga saling mengenal potensi pertanian yang dimiliki Indonesia, khususnya kopi dan kakao yang menjadi komoditas unggulan,” jelasnya.

Pemilihan Puslitkoka sebagai lokasi kunjungan juga berkaitan erat dengan sejarah dan potensi komoditas kopi dan kakao di Jember. Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jember, Prof. Dr. Yuli Witono, S.TP., M.P., menyampaikan bahwa kopi dan kakao merupakan komoditas yang memiliki nilai historis sekaligus kontribusi penting bagi perekonomian dan kehidupan masyarakat. Keduanya juga memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan melalui penguatan riset dan kolaborasi.
Lebih lanjut, Dekan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Jember, Dr. Ir. Sri Wahyuningsih, S.P., M.T., IPM., ASEAN Eng., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kunjungan edukatif semata. Pertemuan akademisi dari berbagai negara menjadi peluang untuk membangun kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Ia berharap interaksi selama kegiatan lapangan dapat memunculkan gagasan dan peluang penelitian baru, khususnya dalam pengembangan kopi dan kakao. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat melibatkan peneliti dari Indonesia, Malaysia, Thailand, dan negara lainnya.

“Dari kegiatan field trip hari ini, mulai dari kebun kopi hingga proses produksinya, muncul berbagai ide untuk dikembangkan menjadi riset-riset baru. Harapannya, akan ada tindak lanjut berupa penelitian bersama antara Indonesia dengan Malaysia, Indonesia dengan Thailand, dan beberapa negara lainnya,” pungkasnya. (dil/ajf)
#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #IKU4 #IKU5 #IKU6 #IKU7 #IKU8 #IKU12

