Jember, 11 Agustus 2026
Satuan Pengawasan Internal Universitas Jember (SPI UNEJ) kembali memperkuat kepemimpinannya dalam mendorong tata kelola perguruan tinggi yang akuntabel dan transparan.
Melalui ajang 19th In House Training (IHT) Internal Audit Perguruan Tinggi, SPI UNEJ menggelar pelatihan pengawasan berbasis manajemen risiko yang diikuti puluhan auditor internal kampus dari seluruh Indonesia.Mengusung tema “Penguatan Kapabilitas Pengawasan Internal Melalui Pemahaman Manajemen Risiko”, pelatihan nasional yang berlangsung pada 10β13 Agustus 2026 ini diikuti oleh 45 peserta dari 16 perguruan tinggi, mulai dari Universitas Musamus Merauke di Papua Selatan hingga Universitas Samudra Langsa di Aceh.
Ketua SPI UNEJ, Prof. Dr. Ika Barokah Suryaningsih, S.E., M.M., CRP., QIA., menyampaikan bahwa IHT ke-19 ini menghadirkan terobosan baru dengan memperbesar porsi praktik simulasi audit hingga dua hari penuh.

“Menindaklanjuti feedback peserta tahun sebelumnya, kali ini kami mengalokasikan waktu praktik audit lapangan secara signifikan agar peserta mendapatkan pengalaman simulasi audit yang riil dan aplikatif,” ujar Prof. Ika Barokah.
Lebih lanjut, Prof. Ika mengungkapkan target strategis untuk gelaran IHT mendatang. SPI UNEJ berencana menggandeng Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UNEJ dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) agar para peserta kelak bisa langsung mengikuti uji kompetensi dan meraih sertifikasi profesi resmi.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum UNEJ, Prof. Dr. drg. Sri Hernawati, M.Kes. pada Senin malam (10/08/2026), yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peran SPI yang harus terlibat sejak tahap perencanaan untuk memitigasi risiko organisasi. Apresiasi juga diberikan kepada peserta yang hadir dari berbagai instansi serta membagikan prestasi universitas dalam meraih predikat layanan BLU terbaik.

“Melalui forum ini, diharapkan terjadi pertukaran pengetahuan dan penguatan jejaring antarlembaga dalam meningkatkan kualitas integritas institusi serta memberikan nilai tambah teknis sekaligus mempererat silaturahmi di antara para praktisi audit,” tegas Prof. Sri Hernawati.
Guna memperkuat bobot materi, pelatihan ini menghadirkan narasumber utama Inspektur I Inspektorat Jenderal Kemdiktisaintek, Lindung Saut Maruli Sirait, S.E., Ak., M.Si., CFE., CFrA., QGIA., CA.
Dalam paparannya, Lindung menekankan pentingnya mengintegrasikan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), manajemen risiko, dan tata kelola yang solid sesuai amanat PP No. 60 Tahun 2008. Langkah ini dinilai krusial untuk mengantisipasi potensi risiko di ranah strategis perguruan tinggi, seperti Tri Dharma, pengelolaan anggaran, layanan akademik, digitalisasi, hingga kepatuhan hukum. Tanpa pengelolaan risiko yang matang, institusi rentan menghadapi kerugian finansial, gangguan operasional, penurunan reputasi, hingga kegagalan pencapaian target strategis.

Lindung menjabarkan alur manajemen risiko secara komprehensif, mulai dari penetapan konteks, identifikasi, analisis, hingga evaluasi risiko. SPI juga dibekali opsi mitigasi yang tepatβseperti accept (menerima), avoid (menghindari), reduce (mengurangi), dan share (membagi risiko)βyang ditopang oleh pemantauan berkala, reviu berkelanjutan, serta komunikasi-konsultasi di seluruh tingkatan organisasi.
Rangkaian IHT ke-19 ini diisi dengan pendalaman materi, pemetaan peta risiko, penyusunan Program Kerja Pemeriksaan (PKP), praktik audit lapangan dan simulasi studi kasus nyata, penyusunan Kertas Kerja Pemeriksaan (KKP), hingga penyusunan Laporan Hasil Audit (LHA) beserta rekomendasi perbaikan yang konstruktif. (dil)
#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #IKU10 #IKU1


