Insinyur Harus Menghindari Malapraktik

Jember, 5 Agustus 2026

Seorang insinyur harus berusaha sekuat tenaga untuk menghindari malapraktik !

Pesan ini disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), saat memberikan sambutan pada kegiatan pengambilan sumpah dan pelantikan insinyur lulusan Program Studi Profesi Insinyur (PSPI) Fakultas Teknik (FT) Universitas Jember (UNEJ) di aula kampus FT (5/8/2026). Dalam kesempatan ini terdapat 35 lulusan PSPI FT UNEJ yang diambil sumpah dan dilantik sebagai insinyur.

Menurut Wakil Ketua Umum PII, Prof. Agus Taufik Mulyono, di Indonesia hanya ada dua undang-undang yang secara tegas melarang malapraktik. Pertama undang-undang tentang praktik kedokteran dan Undang-Undang nomor 11 tahun 2014 tentang Keinsinyuran. Adanya aturan ini menunjukkan pentingnya profesi insinyur, sekaligus mengandung tanggungjawab yang besar bagi penyandang gelar insinyur yang melakukan praktik.

Wakil Ketua Umum PII, Prof. Agus Taufik Mulyono menyampaikan arahan bertema “Transformasi Tata Kelola dan Peran Insinyur Dalam Praktik Pekerjaan Keteknikan”

“Oleh karena itu saya berharap kepada semua insinyur lulusan PSPI FT UNEJ yang baru disumpah dan dilantik, untuk selalu menjaga integritas dengan cara mentaati kode etik insinyur. Ingat malapraktik dapat terjadi karena krisis moral,” pesan dosen FT UGM Yogyakarta ini.

Guru besar yang akrab disapa dengan panggilan Prof. ATM ini lantas menambahkan, insinyur tidak selalu harus identik dengan lulusan Fakultas Teknik saja. Pasalnya definisi keinsinyuran adalah kegiatan teknik yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memberikan nilai tambah serta daya guna secara berkelanjutan.

Rektor UNEJ melantik 35 insinyur lulusan PSPI FT UNEJ

“Maka mereka yang lulusan Fakultas Pertanian, Fakultas Peternakan, Fakultas Kehutanan dan lainnya yang melakukan praktik mengolah bahan mentah menjadi produk bernilai tambah seharusnya juga mengikuti Program Studi Profesi Insinyur. Dan sebaliknya lulusan FT tidak boleh egois, merasa gelar Insinyur hanya untuk lulusan FT,” ungkap Prof. ATM disambut tawa hadirin yang memenuhi aula FT UNEJ.

Wakil Ketua Umum PII Prof. Agus Taufik Mulyono memasangkan helm proyek kepada lulusan PSPI FT UNEJ

Pada kesempatan sebelumnya, Rektor UNEJ berharap semua lulusan PSPI FT UNEJ menjaga integritas, bersikap profesional, selalu mengikuti perkembangan IPTEK, dan adaptif terhadap perubahan jaman. Seorang insinyur juga harus selalu mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan peka terhadap permasalahan lingkungan.

“Saya berharap lulusan PSPI FT UNEJ tidak hanya dikenal oleh masyarakat akan kehandalannya, namun juga karena integritasnya,” tutur Iwan Taruna.

Rektor UNEJ, Iwan Taruna memberikan sambutan pelantikan

Hari Sabtu itu ada 35 insinyur lulusan PSPI FT UNEJ yang mengambil sumpah dan dilantik. Kegiatan dilakukan secara hibrida mengingat satu lulusan tengah berada di China. Turut menghadiri acara adalah jajaran dekanat FT UNEJ, Ketua Wilayah PII Jawa Timur dan Ketua Cabang PII Jember. (iim)