Rektor : Jaga Integritas Pelaksanaan Penerimaan Maba di UNEJ

Jember, 28 Agustus 2026

Rektor Universitas Jember (UNEJ) mengingatkan segenap jajaran pimpinan dan pelaksana penerimaan mahasiswa baru (Maba) untuk selalu menjaga integritas.

Pesan ini disampaikan rektor kala memberikan pengarahan pada kegiatan “Evaluasi Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) Universitas Jember Tahun 2026” (28/8/2026). Menurut rektor, penerimaan mahasiswa baru yang rutin dilaksanakan hendaknya tidak sekedar dimaknai sebagai kegiatan administrasi belaka, namun sebagai awal penyaringan bibit generasi penerus bangsa.

Oleh karena itu, kegiatan evaluasi SNBT harus menjadi wahana mengantisipasi titik-titik kelemahan yang mungkin ada, sehingga bisa mencegah semua potensi pelanggaran aturan. Pasalnya kecurangan tidak selalu muncul tiba-tiba, namun bisa jadi karena lalai mengenali ‘lobang’ yang ada di sistem. Kegiatan evaluasi juga diharapkan menghasilkan inovasi-inovasi baru yang dapat menyempurnakan proses penerimaan mahasiswa baru.

“Pengalaman dan praktik baik mari kita teruskan, yang kurang kita perbaiki. Ingat, masyarakat saat ini menyoroti perguruan tinggi negeri, oleh karena itu akuntabilitas penerimaan mahasiswa baru harus kita jaga, tentu dengan mengedepankan integritas,” ungkap Iwan Taruna.

Apa yang diwanti-wanti oleh rektor kepada segenap pimpinan dan pelaksana penerimaan mahasiswa baru didukung penuh oleh Ketua Senat UNEJ, Andang Subaharianto. Menurut Andang yang juga antropolog ini, masyarakat makin pragmatis sehingga tak jarang lebih mengutamakan simbol daripada esensi, memilih gelar daripada ilmu, memilih potong kompas langsung ke tujuan tinimbang berproses.

Dirinya menambahkan, sistem penerimaan mahasiswa yang baik berpotensi menghasilkan lulusan yang baik. Oleh karena itu UNEJ harus menjaga proses penerimaan mahasiswa baru dari awal hingga akhir dengan baik. Dengan sistem rekrutmen mahasiswa baru yang baik, maka Indonesia akan mendapatkan calon-calon pemimpin yang baik.

 

“Penerimaan mahasiswa baru dan mendidiknya adalah amanah yang berat, maka mari kita jaga bersama, sebab penguasaan IPTEK tanpa integritas dan nilai kemanusiaan nantinya bisa jadi bencana. Tentu saja penyadaran juga harus disampaikan kepada masyarakat terutama orang tua calon mahasiswa,” imbuh Andang Subaharianto.

Materi juga disampaikan oleh Sekertaris Eksekutif Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 Bekti Cahyo Hidayanto. Dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember ini banyak menjelaskan kebijakan, proses pelaksanaan, hingga usaha mencegah kecurangan di SNBT 2026, termasuk rencana SNBT tahun 2027. “Panitia SNPMB sudah berusaha keras menutup seluruh potensi cegah kecurangan, namun tentu saja usaha ini harus diimbangi oleh integritas pelaksana,” kata Bekti Cahyo Hidayanto.

Sesi diskusi berjalan hangat, diantaranya usulan dari Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Fendi Setyawan yang mengusulkan ada koordinasi dengan sekolah kedinasan mengingat ada maba yang sudah diterima di PTN namun mengundurkan diri karena diterima di sekolah kedinasan. Kejadian ini menutup kesempatan peserta lain yang juga berminat kuliah di PTN.

Sementara itu Yulia Indrawati, ketua Pusat Audit dan Pengendalian Mutu Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP) yang memaparkan kesulitan pengawas memeriksa keabsahan syarat peserta SNBT seperti surat keterangan lulus karena belum ada standar bentuk resminya dan kesulitan melakukan verifikasi. Presentasi kemudian dilanjutkan dengan pemaparan hasil pelaksanaan dan evaluasi SNBT di Kampus UNEJ dari Koordinator TIK, Prof. Bayu Taruna dan Koordinator Pelaksana UTBK SNBT Anisah Ardiana. (iim)