HMVE UNEJ Luncurkan SIPKOM, Teknologi Smart Feeder untuk Dorong Produktivitas Budidaya Ikan di Desa Gugut

Jember, 28 Agustus 2026

Himpunan Mahasiswa Vokasi Elektronika Universitas Jember (HMVE UNEJ) meluncurkan inovasi SIPKOM (Smart Feeder Inovatif Penggerak Kolam Mandiri) melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA).

Peluncuran sekaligus penyerahan alat otomatisasi pakan ikan kepada masyarakat tersebut dilaksanakan pada Kamis siang, (27/08/2026), di Kantor Desa Gugut, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember.

SIPKOM dirancang sebagai teknologi tepat guna untuk membantu pembudidaya ikan mengatasi persoalan pemberian pakan yang selama ini masih dilakukan secara manual dan belum terjadwal secara konsisten. Inovasi tersebut memadukan sistem otomatisasi, teknologi Internet of Things (IoT), serta platform digital untuk mengatur waktu dan takaran pemberian pakan.

Desa Gugut merupakan Desa Binaan Universitas Jember yang memiliki potensi kuat dalam budidaya ikan air tawar. Dalam proposal program, tercatat terdapat sekitar 50 keluarga peternak lele dengan 50 kolam ikan yang mendukung program Satu Kolam Satu Keluarga. Namun, aktivitas pemberian pakan masih menghadapi kendala karena kesibukan warga, ketidakteraturan jadwal, serta pemberian pakan yang belum terukur.

Ketua Tim PPK ORMAWA HMVE UNEJ, Raditya Pratama Putra, mengatakan, SIPKOM dikembangkan melalui proses riset, perancangan modul, mekanikal dan elektrikal hingga tahap eksekusi dalam waktu sekitar satu bulan.

“Keunggulan SIPKOM adalah penggunaan IoT dan aplikasi berbasis website. Warga dapat mengatur pemberian pakan dari rumah, termasuk ketika sedang tidak berada di kolam. Selain pakan otomatis, sistem juga dilengkapi sensor suhu dan pH,” ujarnya.

Menurutnya, pengembangan SIPKOM diarahkan agar teknologi tersebut tidak hanya menjadi alat bantu pemberian pakan, tetapi dapat menjadi bagian dari transformasi digital budidaya ikan masyarakat. Ia menyebut hasil pengujian awal tim menunjukkan capaian panen dapat melampaui target awal sekitar 25 persen.

“Program SIPKOM ini tidak berhenti pada penyerahan alat. Dalam rancangan program, kami juga melakukan pelatihan pembuatan, instalasi, pengoperasian, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Teknologi smart feeder dirancang memanfaatkan limbah galon plastik sebagai salah satu komponen utama sehingga memiliki nilai tambah dari sisi lingkungan,” jelasnya.

Program ini menargetkan penerapan teknologi pada kolam masyarakat, peningkatan efisiensi penggunaan pakan, serta peningkatan kapasitas warga dalam merakit, mengoperasikan, dan merawat perangkat. Proposal SIPKOM menargetkan sedikitnya enam unit Smart Feeder, pelatihan bagi minimal 30 kepala keluarga.

Lebih jauh, SIPKOM diharapkan menjadi model teknologi tepat guna yang dapat dikembangkan dan direplikasi. Tim PPK ORMAWA HMVE UNEJ merancang keberlanjutan program melalui kolaborasi dengan pemerintah desa, kelompok pembudidaya, serta Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Jember. Dengan demikian, inovasi mahasiswa tidak hanya menghasilkan perangkat teknologi, tetapi juga mendorong kemandirian masyarakat, produktivitas budidaya ikan, penguatan ekonomi keluarga, dan ketahanan pangan desa.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Jember, Dr. Fendi Setyawan, S.H., M.H., mengapresiasi inovasi yang dikembangkan mahasiswa vokasi tersebut. Menurutnya, SIPKOM merupakan contoh penerapan teknologi sederhana yang dapat menjawab kebutuhan nyata masyarakat.

“Teknologi ini memberikan efektivitas dalam pemberian pakan ikan. Ketika pemilik kolam harus meninggalkan rumah beberapa hari, pemberian pakan tetap dapat diatur sesuai durasi yang telah disetting,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemantauan kondisi kolam juga menjadi aspek penting dalam budidaya ikan. Sensor yang digunakan dapat membantu memantau kondisi seperti pH dan suhu air, sehingga ekosistem kolam dapat lebih terkontrol.

Ia menilai pemilihan Desa Gugut sebagai lokasi program juga tepat karena desa tersebut memiliki sumber daya air yang relatif tersedia serta tradisi masyarakat dalam budidaya ikan air tawar. “Mudah-mudahan teknologi yang sederhana ini bisa dimanfaatkan masyarakat sehingga dapat mengoptimalkan budidaya ikan yang dimiliki,” katanya.

Bagi masyarakat, inovasi tersebut memberikan kemudahan dalam mengatur waktu pemberian pakan. Ahmadi, salah seorang pemilik kolam, mengatakan selama ini pakan diberikan secara manual dua kali sehari, sekitar pukul 07.00 dan 16.00 WIB. Persoalan muncul ketika pekerja kolam memiliki aktivitas lain sehingga pemberian pakan terkadang terlambat.

“Dengan adanya alat ini, kita tinggal pencet aplikasinya, pakan langsung masuk ke ikan. Jadi lebih terjadwal dan lebih mudah,” ungkapnya.

Ia berharap teknologi SIPKOM dapat terus dikembangkan. Ia mengusulkan agar satu perangkat nantinya dapat mengendalikan beberapa kolam sekaligus. Saat ini ia mengelola 26 kolam, sehingga pengembangan sistem multi-kolam dinilai akan semakin membantu efisiensi pengelolaan budidaya.

Melalui SIPKOM, HMVE UNEJ menunjukkan bahwa inovasi teknologi kampus dapat hadir langsung menjawab persoalan masyarakat, dari kolam yang dikelola secara manual menuju budidaya ikan yang lebih terukur, terjadwal, efisien, dan berbasis teknologi digital.(is)