UNEJ Berbagi Dimulai, Bantu Mahasiswa Awali Kuliah Dengan Sarapan Pagi

Jember, 11 September 2026

Jumat pagi pukul tujuh, halaman masjid Al Hikmah Universitas Jember mulai ramai dengan mahasiswa yang tengah mengantri mengambil nasi bungkus dan susu (11/9/2026).

Beberapa mahasiswa memilih menikmati sarapan pagi di tempat, namun ada juga yang buru-buru melanjutkan langkah karena harus mengikuti jadwal kuliah pagi. Hari itu UNEJ Berbagi, gerakan menyediakan sarapan pagi bagi mahasiswa dimulai di kampus UNEJ, diresmikan langsung oleh Wakil Rektor II bidang Keuangan dan Umum, Prof. Sri Hernawati.

Diawali dengan doa bersama, UNEJ Berbagi sebuah gerakan sederhana namun penuh makna diluncurkan. Menurut Prof. Sri Hernawati, UNEJ Berbagi bermaksud membantu mahasiswa lebih siap mengikuti aktivitas perkuliahan, sekaligus aktif mengikuti beragam kegiatan kemahasiswaan. Caranya dengan menyiapkan sarapan buat mahasiswa yang kebetulan belum sarapan.

Wakil Rektor II bidang Keuangan dan Umum, Prof. Sri Hernawati meluncurkan gerakan UNEJ Berbagi

“Sarapan penting, sebagai sumber energi agar agar tubuh tidak lemas dan siap beraktivitas. Dengan sarapan, mahasiswa dapat meningkatkan fokus dan konsentrasi sehingga mendukung produktivitas belajar,” jelas Prof. Sri Hernawati yang juga guru besar di Fakultas Kedokteran Gigi UNEJ.

Wakil Rektor II lantas melanjutkan penjelasannya, menurutnya walau terlihat sederhana namun gerakan UNEJ Berbagi penuh makna. Sebab jika mahasiswa sehat, aktif dan kreatif maka mereka berpeluang meraih prestasi. Jika mahasiswa UNEJ berprestasi maka mereka diharapkan turut serta memberikan sumbangsih bagi lingkungan sekitarnya. Maka secara tidak langsung Indonesia akan mendapatkan generasi muda yang mampu menjadi bagian dari Generasi Emas 2045.

“Memang berawal dari sarapan pagi, namun dampak positifnya banyak, termasuk membantu pemerintah mencapai tujuan SDGs mulai dari mengurangi kemiskinan, kelaparan, menuju kehidupan sehat, hingga mewujudkan pendidikan yang berkualitas,” imbuh Prof. Sri Hernawati.

Prof. Sri Hernawati turut melayani mahasiswa

Gerakan UNEJ Berbagi juga merekatkan kebersamaan sekaligus memupuk kepedulian sosial, pasalnya dana yang digunakan untuk menyiapkan sarapan pagi berasal dari sumbangan para dosen dan tenaga kependidikan UNEJ, dan pihak lain yang peduli. Rencananya UNEJ Berbagi akan digelar setiap hari Senin dan Jumat pagi. Oleh karena itu bagi dermawan yang ingin menyumbang, dapat menghubungi Bagian Umum Kantor Pusat UNEJ.

“Hari ini ada lima ratus nasi bungkus yang kami sediakan, semoga selanjutnya makin banyak yang peduli sehingga gerakan UNEJ berbagi bisa istiqomah berjalan,” tutur Prof. Sri Hernawati yang kali ini turun langsung menyediakan nasi bungkus, susu dan makanan lainnya.

Gerakan UNEJ Berbagi dibantu sepenuhnya oleh mahasiswa yang tergabung dalam Takmir Masjid Al Hikmah dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Muslim, Taklim, dan Khidmah (Mustika) UNEJ. Menurut M. Yusuf, salah satu pegiatnya, adanya gerakan UNEJ Berbagi selaras dengan kegiatan Jumat Berkah, yakni pembagian nasi bungkus yang digelar setiap usai sholat Jumat di masjid Al Hikmah.

Mahasiswa UNEJ mendapatkan sarapan pagi melalui gerakan UNEJ Berbagi

“Biasanya kami menyediakan seratus hingga seratus lima puluh nasi bungkus yang berasal dari kas masjid Al Hikmah untuk mahasiswa, dengan adanya gerakan UNEJ berbagi maka cakupan penerimanya makin luas,” kata M. Yusuf.

Adanya gerakan UNEJ Berbagi disyukuri oleh mahasiswa, seperti yang diutarakan oleh mahasiswi Fakultas Keperawatan, Nafi Ida Nuraini. Menurutnya, untuk memenuhi makan sehari-hari mereka biasa masak sendiri, mengingat dirinya penerima fasilitas Kartu Indonesia Pintar-Kuliah (KIP-K). Adanya sarapan pagi gratis bisa menghemat pengeluaran mereka untuk makan.

Ayesha (berjilbab) menikmati sarapan pagi bersama kolega

Pendapat senada disampaikan oleh Ayesha, mahasiswi Program Studi Kimia FMIPA yang menyempatkan diri sarapan pagi bersama sahabatnya di sebelah booth UNEJ berbagi. “Saya tadi lewat dan tertarik dengan spanduk UNEJ berbagi sehingga mampir, alhamdulillah sangat terbantu dengan sarapan gratis. Bahkan kalau bisa setiap hari dong,” kata Ayesha sambil disambut tawa setuju kawan-kawannya. (iim)