Apakah Bisa Kita Hidup Tanpa Standar? UNEJ dan BSN Kupas Pentingnya SNI bagi Inovasi Pangan

Jember, 14 September 2026

Universitas Jember (UNEJ) melalui Unit Pelaksana Akademis (UPA) Perpustakaan menyelenggarakan kegiatan SNI Goes to Campus di Auditorium Lantai 5 Gedung Soedjarwo UNEJ, Senin (14/09/2026).

Forum ini menghadirkan pakar standardisasi, akademisi, serta praktisi industri guna mendorong pemahaman dan integrasi Standar Nasional Indonesia (SNI) dalam ekosistem Tri Dharma Perguruan Tinggi, pengembangan riset, maupun pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Selain dihadiri oleh mahasiswa dan sivitas akademika, kegiatan ini turut dihadiri para pelaku UMKM Jember dari wilayah sekitar kawasan kampus UNEJ yang antusias menyimak strategi penerapan standar mutu produk.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut Analis Standardisasi Ahli Pertama Badan Standardisasi Nasional (BSN), Widi Wulan Puspita Sari, S.T.; Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UNEJ, Prof. Dr. Ir. Herlina, M.P., IPM; serta alumnus UNEJ, Achmad Iksan, S.T.P. yang saat ini menjabat sebagai Fermentation Process Manager PT Sasa Inti.

Analis Standardisasi Badan Standardisasi Nasional (BSN), Widi Wulan Puspita Sari menekankan bahwa standar hadir untuk memastikan kehidupan manusia berjalan lebih aman, mudah, dan teratur

Analis Standardisasi BSN, Widi Wulan Puspita Sari, menekankan bahwa standar hadir untuk memastikan kehidupan manusia berjalan lebih aman, mudah, dan teratur. Tanpa adanya standar, aktivitas sehari-hari, proses produksi industri, hingga produk UMKM akan menghadapi berbagai risiko ketidakpastian.

“Tanpa standar, kondisi akan menjadi tidak seragam, membingungkan, berisiko, dan tidak efisien. Penerapan standar memberi manfaat nyata pada aspek keselamatan, peningkatan mutu produk agar konsisten dan andal, kompatibilitas sistem, efisiensi biaya, hingga membangun kepercayaan publik serta pasar,” papar Widi.

Lebih lanjut, Widi menjelaskan internalisasi Standar dan Penilaian Kesesuaian (SPK) di perguruan tinggi, mulai dari definisi SNI hingga alur pengembangannya. Menurutnya, SNI dapat diterapkan secara sukarela untuk meningkatkan daya saing usaha maupun secara wajib untuk perlindungan keselamatan, kesehatan, dan lingkungan hidup.

Guru Besar FTP UNEJ, Prof. Herlina menggarisbawahi pentingnya penerapan kriteria standar pada produk inovasi riset maupun produk olahan masyarakat

Sementara itu, Guru Besar FTP UNEJ, Prof. Herlina menggarisbawahi pentingnya penerapan kriteria standar pada produk inovasi riset maupun produk olahan masyarakat, salah satunya melalui contoh inovasi pangan gula kelapa beryodium berbasis teknologi nano.

“Integrasi SNI memberikan manfaat utama dalam meningkatkan daya saing produk pangan lokal di pasar global, menjamin keamanan dan mutu produk secara higienis, serta memperkuat posisi perguruan tinggi sebagai pusat inovasi berbasis riset dan kolaborasi industri maupun UMKM,” jelas Prof. Herlina.

Dari sudut pandang dunia usaha, alumni FTP UNEJ yang kini menjadi Fermentation Process Manager PT Sasa Inti, Achmad Iksan menceritakan berdasarkan pengalamannya selama 20 tahun di bidang bioprocessing dan manufaktur, ia menegaskan bahwa pemahaman akan sistem manajemen mutu dan standar internasional seperti ISO 9001, ISO 22000 (FSSC 22000), HACCP, serta Sistem Jaminan Halal (SJH) merupakan kualifikasi mutlak yang dibutuhkan dalam rantai pasok industri modern.

Alumni FTP UNEJ, Fermentation Process Manager PT Sasa Inti, Achmad Iksan menegaskan bahwa pemahaman akan sistem manajemen mutu dan standar internasional merupakan kualifikasi mutlak yang dibutuhkan dalam rantai pasok industri modern

“Generasi muda, akademisi, hingga pelaku usaha lokal tidak hanya dituntut menghasilkan produk, tetapi juga memahami implementasi Statistical Process Control (SPC), penerapan sistem manajemen mutu, hingga regulasi jaminan halal. Pemahaman standar inilah yang menjadi jembatan utama agar produk lokal dan riset kampus dapat masuk ke rantai pasok manufaktur nasional,” pungkas Achmad Iksan.

Kegiatan turut dihadiri para pelaku UMKM Jember dari wilayah sekitar kawasan kampus UNEJ yang antusias menyimak strategi penerapan standar mutu produk

Melalui kegiatan SNI Goes to Campus ini, UNEJ berkomitmen untuk terus meningkatkan literasi standardisasi bagi sivitas akademika dan merangkul pelaku UMKM Jember agar mampu menghasilkan produk-produk lokal yang aman, berkualitas, serta berdaya saing tinggi di pasar nasional maupun global. (dil)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #IKU3 #IKU5 #IKU7