Rektor : Kebijakan Efisiensi Masih Berlaku, Program Kerja dan Anggaran Harus Lebih Terarah

Jember, 19 Oktober 2026
Universitas Jember (UNEJ) bersiap menghadapi tahun 2027, diantaranya dengan Penetapan Rencana Bisnis Anggaran (RBA) tahun 2027.

Penetapan RBA tahun 2027 disempurnakan dengan kegiatan diskusi terpumpun yang diikuti oleh semua unsur pimpinan unit kerja (17-19/10/2026). Dalam sambutan pembukaannya, Rektor UNEJ meminta semua pimpinan menyusun program kerja dan anggaran yang lebih terarah mengingat kebijakan efisiensi anggaran masih berlaku.

Menurut Iwan Taruna, penyusunan program kerja dan anggaran yang lebih terarah dapat dimulai dari melibatkan sebanyak mungkin pemangku kepentingan, merujuk kepada visi dan misi UNEJ dan berkaca pada pencapaian Indeks Kinerja Utama (IKU). Termasuk diantaranya menjadikan hasil Audit Mutu Internal (AMI) yang tahun ini sudah dilaksanakan oleh Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP).

Rektor UNEJ membuka kegiatan FGD Penetapan Rencana Bisnis Anggaran (RBA) tahun 2027.

“Saya minta penyusunan program kerja dan anggaran unit kerja harus tetap seimbang antara pengembangan dan pembangunan serta berorientasi pada pemenuhan target IKU. Mengingat kebijakan efisiensi masih berlaku, maka usulan program dan anggaran harus disusun dengan baik, jangan sampai mampu menyusun program tetapi tidak bisa mewujudkannya, apalagi hanya copy paste dari tahun lalu” pesan Iwan Taruna.

Apa yang disampaikan oleh Rektor UNEJ didukung oleh Kepala Biro Keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) Kemdiktisaintek, Agus Sunarya Sulaeman, yang hadir memberikan arahan. Menurutnya, perencanaan program kerja dan anggaran tidak sekedar tahapan menyusun, namun sejak awal harus dipikirkan konektivitas antara ide dengan usaha mewujudkannya. Contohnya jangan sampai merencanakan membeli peralatan namun tidak memikirkan bagaimana pengadaannya hingga seperti apa Tingkat Komponen Dalam Negeri dan lainnya.

Kepala Biro Keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) Kemdiktisaintek, Agus Sunarya Sulaeman menyampaikan arahan

“Terapkan prinsip value for money dalam merancang program kerja dan anggaran dengan menerapkan prinsip membatasi program dengan urgensi rendah, optimalkan Teknologi Informasi dan Komunikasi, serta fokus pada hasil akhir dan manfaat. Dan terakhir harus patuh kepada regulasi yang ada,” jelas Agus Sunarya Sulaeman.

Arahan dari Kepala Biro Keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) Kemdiktisaintek disambung laporan Audit Mutu Internal (AMI) 2026 oleh Kepala LPMPP UNEJ. Menurut Prof. Ermanto Fahamsyah, selama pelaksanaan AMI tim-nya menghasilkan 23 temuan mayor di 11 aspek. Diantaranya pada aspek standar dosen dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, sistem penjaminan mutu internal, hingga tindak lanjut hasil tracer study yang belum maksimal.

Kepala LPMPP UNEJ. Menurut Prof. Ermanto Fahamsyah memaparkan hasil AMI UNEJ 2026

“Kami berharap hasil AMI 2026 akan menjadi materi bagi unit kerja terutama fakultas dalam menyusun dan mengembangkan program kerja dan anggaran di tahun 2027,” ungkap Prof. Ermanto Fahamsyah.

Arahan dan masukan juga datang dari ketua senat dan para wakil rektor sesuai bidang kerja masing-masing. Salah satunya disampaikan oleh Wakil Rektor IV bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi yang menyajikan data evaluasi bagi program kerja dan anggaran tahun 2027 yang sudah diajukan oleh semua unit kerja di UNEJ.

Wakil Rektor IV, Prof. Bambang Kuswandi menjelaskan kondisi RBA UNEJ 2027 yang sudah masuk ke Biro PKLI

“Dari data yang ada, sebanyak seratus delapan puluh lima unit kerja mengajukan RBA yang meliputi 1.523 kegiatan dengan total anggaran yang diajukan mencapai 183,9 milyar rupiah. Unit kerja yang paling banyak mengajukan program adalah LP2M, UPA Teknologi Informasi dan Komunikasi, FKIP, FEB dan Fakultas Kedokteran,” jelas Wakil Rektor IV, Prof. Bambang Kuswandi. Hari kedua dan ketiga diisi dengan pemaparan RBA oleh setiap unit kerja yang kemudian diteruskan dengan diskusi dan evaluasi oleh Satuan Pengawas Internal (SPI). (iim)