UNEJ Gandeng PERBARINDO dan OJK, Bekali Mahasiswa Hadapi Jebakan Pinjol dan Investasi Bodong

Jember, 24 Oktober 2026

Ancaman pinjaman online (pinjol) ilegal, judi online, hingga investasi bodong menjadi tantangan serius bagi generasi muda di era digital.

Menyikapi persoalan tersebut, Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Jember (UNEJ) menggandeng Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (PERBARINDO) Jember dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember untuk memperkuat literasi keuangan mahasiswa melalui kuliah umum bertema Cerdas Finansial Bekal Menuju Dunia Kerja, Kamis (22/10), di Hall Faperta UNEJ.

Kegiatan yang diinisiasi Laboratorium Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan (Lab-MBK) ini diikuti lebih dari 200 peserta, termasuk 150 mahasiswa tingkat akhir Jurusan Agribisnis dan 23 direksi Bank Perekonomian Rakyat (BPR) serta Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) anggota PERBARINDO Jember.

Kepala Lab-MBK, Illia Seldon Magfiroh, S.E., M.P., menjelaskan, kegiatan ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman pengelolaan keuangan yang bijak, terutama menjelang memasuki dunia kerja.

Literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengatur pemasukan dan pengeluaran, tetapi juga kecakapan mengenali risiko, mengambil keputusan finansial, serta melindungi diri dari tawaran keuangan yang menyesatkan.

Koordinator Program Studi Agribisnis S1 Faperta UNEJ, Agus Supriono, S.P., M.Si., menegaskan pentingnya edukasi keuangan bagi mahasiswa agar tidak terjerat praktik pinjol ilegal, judi online, maupun investasi bodong.

“Kehadiran PERBARINDO Jember dan OJK Jember memberikan manfaat besar bagi mahasiswa. Mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang pengelolaan keuangan secara bijak, tetapi juga belajar mengenali risiko dan menghindari berbagai jebakan keuangan digital,” ujarnya.

Menurutnya, mahasiswa juga perlu mengenal BPR dan BPRS sebagai alternatif layanan keuangan bagi masyarakat, termasuk pelaku usaha di tingkat akar rumput.

Dalam pemaparannya, Lukman Hakim, staf bagian Pengawasan Perilaku Usaha Jasa Keuangan OJK Jember mengingatkan, mahasiswa agar lebih waspada, beragam modus penipuan digital, mulai dari phishing, penyamaran identitas (impersonation), tawaran investasi tidak masuk akal, hingga social engineering yang memanfaatkan rasa takut, panik, atau iba agar korban segera mengambil keputusan.

Ia menekankan pentingnya menjaga kerahasiaan PIN, kode OTP, dan CVV, mengaktifkan autentikasi multifaktor, serta memeriksa keaslian alamat situs dan aplikasi sebelum melakukan transaksi.

“Jika menemukan transaksi mencurigakan atau mengalami penipuan, masyarakat perlu segera mengamankan akses keuangan, menyimpan bukti transaksi, serta melapor melalui kanal resmi, termasuk Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) dan kepolisian sesuai kebutuhan,”ulasnya.

Dirinya juga mengingatkan, pinjaman online legal dan ilegal memiliki perbedaan mendasar. Karena itu, masyarakat harus memeriksa status legalitas penyelenggara sebelum menggunakan layanan pinjaman digital.

Selain kuliah umum, kegiatan ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Agreement (MoA) antara PERBARINDO Jember dan Faperta UNEJ. Kerja sama tersebut membuka peluang kolaborasi dalam program magang profesi, magang berdampak, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Komisi Kerja Sama Faperta UNEJ di Jurusan Agribisnis, Djoko Soejono, S.P., M.P., menjelaskan, kesepakatan tersebut menjadi landasan formal untuk memperluas hubungan kampus dengan dunia usaha dan dunia industri.

Wakil Direktur PERBARINDO Jember, Ida Bagus Made Suparta, menyatakan bahwa BPR dan BPRS selama ini banyak melayani pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk pedagang, petani, serta pelaku usaha jasa.

“Kami memiliki misi sebagai bank mitra UMKM, bank sahabat anak negeri, dan lembaga keuangan pelopor ekonomi rakyat. Karena itu, edukasi pengelolaan keuangan bagi masyarakat, termasuk mahasiswa, menjadi bagian penting dari peran kami,” ungkapnya.

Sementara itu, Dekan Faperta UNEJ, Prof. M. Rondhi, S.P., M.P., Ph.D., menegaskan, kolaborasi dengan mitra industri perlu terus dikembangkan untuk memperkuat pelaksanaan misi Faperta UNEJ, yakni harmoni, global, sustainabel.

Menurutnya, edukasi literasi keuangan bagi generasi muda merupakan bekal penting dalam menghadapi tantangan kehidupan dan dunia kerja.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya siap secara akademik dan profesional, tetapi juga memiliki kecakapan finansial, mampu mengambil keputusan keuangan secara bertanggung jawab, serta lebih terlindungi dari berbagai risiko transaksi digital.” pungkasnya.(ags/is)