[:id]UNEJ Luncurkan KKN Tematik Berbasis Pesantren[:]

[:id][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Jember, 11 Januari 2018

Universitas Jember menerjunkan 789 mahasiswa untuk melaksanakan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode I tahun akademik 2017/2018 untuk ditempatkan di Kabupaten Jember dan Bondowoso. Menariknya, pada KKN periode ini sebagian mahasiswa merupakan peserta KKN tematik Universitas Membangun Desa (UMD) di lingkungan Pesantren.

“Tidak bisa dipungkiri keberadaan Universitas Jember tidak bisa dipisahkan dengan lingkungan pesantren. Oleh karena itu tahun ini melalui KKN tematik yang berbasis pesantren kami mencoba untuk turut andil dalam mengembangkan pesantren yang berada di sekitar wilayah Universitas Jember. KKN berbasis pemberdayaan pesantren ini adalah yang pertama kalinya dan di kampus lain belum ada,” ujar Prof. Achmad Subagio, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Jember.

Dalam upacara pelepasan para mahasiswa peserta KKN yang berlangsung di gedung Soetardjo ini (10/1), Subagio mengatakan, dari 79 kelompok yang tersebar di 15 kecamatan di Kabupaten Jember dan 6 Kecamatan di Kabupaten Bondowoso, ada dua kelompok peserta yang nantinya akan bermukim di pesantren. Mereka nantinya akan didampingi oleh 17 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

“Untuk langkah awal yang ditempatkan di pesantren hanya dua kelompok saja pada pesantren yang berbeda yaitu di Ponpes Miftahul Ulum di Desa Glagawero Kecamatan Kalisat dan Ponpes Nurul Kurnai’in Desa Baletbaru kecamatan Sukowono. Mereka akan belajar dipesantran dan mengaplikasikan keilmuan yang mereka miliki,” imbuh Subagio

Menurut Subagio, pesantren memiliki potensi yang luar biasa dalam pengembangan masyarakat dan mengatasi masalah yang ada dimasyarakat. Oleh karena itu menurutnya, budaya pesantren menjadi hal yang menarik untuk dipelajari oleh para mahasiswa.

“Jadi nantinya mereka akan tinggal di pesantren untuk belajar budaya yang ada di sana dan kependidikan di lingkungan pesantren. Selain itu, mereka juga ditugaskan untuk mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan dalam perkuliahan seperti halnya melakukan pemberdayaan bagi para santri,” lanjut Subagio.

Melalui program ini, Subagio berharap agar para peserta KKN tematik pesantren dapat membantu manajemen pengelolaan pesantren.

“Mereka bisa mengajari para santri kerajinan tangan ataupun aktifitas pembelajaran mengenai bisnis lainnya. Mereka juga bisa membantu dalam merapikan manejemen pengelolaan pesantren. Atau mungkin juga bisa membantu agar pesantren bisa diakses secara online sekarang ini kan semuanya serba online,” pungkas Subagio.

Sementara itu dalam sambutannya, Moh. Hasan, Rektor Universitas Jember, mengharapkan agar segenap peserta KKN dapat meninggalkan citra positif bagi Universitas Jember di desa penempatan. Karena menurutnya, selama ini masyarakat telah mengakui keberhasilan program-program KKN yang dilakukan.

“Walaupun dengan waktu yang relatif singkat namun jejak dan keberhasilan dari program sangat nyata. Bahkan sering sekali kita temui dibeberapa media bagaimana website desa-desa di Bondowoso begitu dinamis. Keberhasilan mahasiswa membangun desa wisata juga memiliki apresiasi positif dari masyarakat Bondowoso,” pesan Rektor Universitas Jember.

Moh. Hasan menjelaskan jika KKN tematik sengaja dipilih sebagai alternatif program yang bisa membantu program pemerintah dalam menyelesaikan persoalan yang ada di masyarakat. Karena menurutnya program ini dinilai mampu memberikan dampak yang lebih nyata bagi masyarakat.

“Yang jelas KKN tematik ini didesain untuk mengakomodasi program pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dari semua kementrian. Karena program-program pemberdayaan yang dilaksanakan oleh para peserta berdampak langsung pada sosial ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][:]

Skip to content