Jember, 24 April 2026
Semangat menjaga kehormatan almamater menjadi bahan bakar utama bagi tim mahasiswa Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik (FT) Universitas Jember (UNEJ) dalam kancah internasional.
Tim Valiandru Logawa sukses membuktikan diri sebagai yang terbaik dengan meraih Juara 1 dalam ajang bergengsi Bridge Design Competition (BDC) 2026 yang digelar di Nanyang Technological University (NTU), Singapura.Tim Valiandru Logawa beranggotakan Haydar Mousa Robbani, Moch. Alfarizki Samputra, dan Jalu Ilyas Setyoputro. Mereka mengungkapkan motivasi mengikuti lomba ini karena ingin meneruskan tradisi kemenangan kakak tingkat yang telah meraih juara tiga kali berturut-turut.
“Kami tertantang untuk menjadi pewaris kemenangan keempat kalinya. Sejak mahasiswa baru, kami sudah terbiasa mengikuti lomba-lomba tingkat nasional, sehingga pengalaman itu menjadi bekal penting menghadapi kompetisi internasional,” jelas Haydar.

Karya jembatan yang mereka ajukan terlihat sederhana namun memiliki kekuatan berbeda dibanding kompetitor lain, sehingga dari tim Valiandru Logawa memiliki karakteristik dan keunggulan tersendiri dengan kompetitor lainnya. “Jam terbang dari lomba nasional membuat kami terbiasa menghadapi kasus serupa. Jembatan kami memang simpel, tetapi sangat kuat. Itu yang membuat kami unggul,” tambah Haydar.
Selain itu, bahan dasar karya jembatan mereka juga menjadi faktor penting dalam penilaian. Sesuai aturan lomba, material yang digunakan adalah kombinasi antara kayu balsa dan kayu bass yang disambungkan dengan lem adhesive. Namun, jumlah kayu yang diberikan sangat terbatas sehingga menguji kemampuan manajemen material setiap tim. “Yang membuat kami unggul juga adalah manajemen kayu. Kami menggunakan tipe kayu sesuai kebutuhan tiap bagian jembatan, sehingga struktur lebih efisien dan kuat,” imbuh Haydar.
Mereka juga menekankan pentingnya komunikasi, mental, dan emosional selama perlombaan. “Menjaga ketiga hal itu sangat mempengaruhi kemampuan kami dalam menyelesaikan masalah dengan cepat,” ungkapnya.

Persiapan tim tidak hanya teknis, tetapi juga mental dan strategi manajemen kebutuhan lomba. Dukungan alumni, fakultas, dan universitas turut membantu pendanaan hingga mereka bisa tampil di babak final yang digelar secara offline di NTU Singapura. Pada akhirnya, tim Valiandru Logawa, UNEJ berhasil menduduki posisi pertama dalam ajang bergengsi Bridge Design Competition (BDC) 2026 pada 12 April 2026, disusul ITB di posisi kedua, UB di posisi ketiga, dan ITB kembali di posisi harapan. Kompetisi ini diikuti oleh 234 tim dari berbagai universitas terkemuka dunia.
Koordinator Program Studi Teknik Sipil UNEJ, Dr. Ketut Aswatama Wiswamitra, S.T., M.T. menyampaikan pendapatnya mengenai capaian ini. “Prestasi mahasiswa di NTU menunjukkan bahwa prodi kami mampu bersaing di level internasional. Bentuk dukungan dari prodi tidak hanya berupa fasilitas, tetapi juga pendampingan intensif dari dosen pembimbing, serta tradisi turun menurun dari kakak tingkat yang terus menerapkan ilmu kepada angkatan selanjutnya, sehingga mereka sudah memiliki bekal dari kakak tingkat tersebut,” tegasnya.

Ia juga berpesan kepada mahasiswa untuk terus berkomitmen mendorong mahasiswa lain agar terinspirasi mencetak prestasi serupa. “Salah satu bentuk untuk menerapkan ilmu yaitu dengan perlombaan. Dari lomba kita dipaksa untuk diasah dalam berfikir, jadi pada intinya bagi mahasiswa diharuskan jika mereka ingin menerapkan ilmunya yaitu melalui perlombaan. Diharapkan untuk mahasiswa lainnya semoga mendapatkan kemenangan yang serupa dengan prestasi yang telah diraih ini,” pungkas Koprodi. (dil/adi)
#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #IKU3

