Jember, 1 Juni 2026
Isu perubahan iklim dan tuntutan dekarbonisasi global berhasil dijawab dengan gemilang oleh kelompok mahasiswa Universitas Jember (UNEJ).
Gagasan inovatif mengenai pemanfaatan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) yang diusung oleh Tim Spontan UNEJ sukses mencuri perhatian para ahli dan dewan juri dalam ajang bergengsi berskala internasional.Inovasi yang menjadi sorotan tersebut bertajuk “Repurposing the OGIP Field into an Integrated Offshore CCS Hub: A Phased Source-Transport-Storage Strategy for Safe, Adaptive, and Bankable CO2 Storage”. Melalui konsep ini, mereka menawarkan solusi cerdas berupa pemanfaatan kembali lapangan migas yang sudah habis diproduksi (mature field) sebagai tempat penyimpanan emisi karbon dioksida (CO2) di bawah permukaan bumi secara aman untuk mengurangi dampak perubahan iklim.

Emisi CO2 yang berasal dari aktivitas industri terlebih dahulu ditangkap, kemudian diangkut melalui sistem transportasi tertentu, sebelum akhirnya disimpan di dalam reservoir bumi. Inovasi komprehensif yang menggabungkan analisis geologi, pemodelan reservoir, perencanaan pengeboran, hingga perhitungan keekonomian konservatif dan keberlanjutan lingkungan inilah yang membuat gagasan mereka dinilai sangat matang.
“Menurut saya, hal ini sangat krusial. Saat ini, industri migas tidak hanya dituntut untuk memproduksikan minyak dan gas saja, akan tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga lingkungan agar tetap bersih, aman, dan berkelanjutan,” ujar Muhammad Fakhri Yaqadan Jouhari, ketua tim dari Program Studi Teknik Perminyakan.
Ide besar ini lahir dari kolaborasi lintas disiplin ilmu yang solid. Tim Spontan beranggotakan Muhammad Fakhri Yaqadan Jouhari, Mohammad Naufal Wahyudin, dan Moh. Aldora Abel Afilyanta (Prodi Teknik Perminyakan); Sandy Yoga Ramadona (Teknik Mesin); Evril Afriza Enandy (Teknik Lingkungan) dari Fakultas Teknik; serta Esta Meizya Zella Putri dari Prodi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

Kompetisi OGIP (Oil and Gas Intellectual Parade) 2026 sendiri merupakan ajang internasional tahunan bergengsi yang menantang mahasiswa dari berbagai belahan dunia untuk merancang rencana pengembangan lapangan minyak dan gas secara terintegrasi. Pada Mei 2026, OGIP 2026 digelar di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta.
Kompetisi tersebut diawali dengan tahap _preliminary_ melalui pengumpulan esai secara daring. Hanya 6 tim yang berhasil melaju ke tahap final di Yogyakarta untuk melakukan sesi presentasi selama 10 menit dan debat selama 100 menit. Pada tahap tersebut, tim Spontan harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari menyusun strategi penyampaian materi yang efektif hingga mempertahankan gagasan di hadapan dewan juri. Melalui penilaian yang ketat pada aspek teknis Plan of Development hingga analisis keekonomian, Tim Spontan UNEJ akhirnya berhasil menempati posisi ketiga (Juara 3), bersanding dengan tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang meraih juara pertama dan kedua.
“Sebagai mahasiswa, kita tidak boleh hanya diam di bangku perkuliahan saja. Anak muda sudah sewajarnya mencoba banyak hal baru. Kami percaya bahwa ‘pelaut hebat tak pernah lahir di laut yang tenang.’ Kutipan itu menggambarkan semangat kami untuk terus belajar, berproses, dan menghadapi tantangan bersama,” tambah Fakhri.

Ke depan, Tim Spontan bertekad untuk terus konsisten bersinergi, berdedikasi, serta berjalan dengan visi dan misi yang kuat di berbagai ajang berikutnya. “Jangan pernah takut untuk gagal, karena pemenang hari ini merupakan ia yang telah jatuh kemarin,” pungkasnya optimis.
Keberhasilan mahasiswa UNEJ dalam menelurkan inovasi CCS ini menjadi bukti nyata kontribusi aktif akademisi Tegalboto dalam mendukung target global menuju Net Zero Emissions. (dil/ajf/adi)
#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #IKU3 #IKU7

