Jember, 15 Juni 2026
Berkomitmen memperkenalkan kekayaan lokal ke tingkat nasional, sekelompok mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Jember (UNEJ) sukses menggaungkan potensi daerah lewat inovasi berbasis local wisdom dari Pulau Bawean.
Melalui produk bernama “Koncok-Koncok Nyemil’s”, mereka berhasil mengemas makanan tradisional berbahan dasar ikan tongkol menjadi konsep bisnis modern yang berdaya saing tinggi.Inovasi ini digagas oleh Moh Awaidil Fikri, seorang putra asli Bawean, bersama rekannya, Mufiddatul Husnah. Melalui rencana bisnis (business plan) yang mereka susun, tim dari UNEJ ini melakukan pengembangan produk agar kuliner khas daerah tersebut dapat menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus memperkenalkan kebudayaan Bawean kepada masyarakat Indonesia.

Fikri menegaskan bahwa fokus utama mereka dalam menyusun gagasan ini bukan sekadar mengejar sebuah seremonial penghargaan. Baginya, membawa gagasan yang memiliki dampak nyata bagi masyarakat adalah hal yang paling utama. Tidak hanya berfokus pada aspek bisnis dan ekonomi kreatif, inovasi “Koncok-Koncok Nyemil’s” ini juga diarahkan sebagai salah satu solusi preventif untuk membantu mengatasi persoalan stunting di Indonesia melalui pemanfaatan kandungan protein tinggi pada komoditas ikan tongkol pilihan tersebut.
Sebagai putra daerah, Fikri mengaku sangat bangga karena ide bisnis berbasis budaya lokal asal tanah kelahirannya ternyata memiliki daya tawar yang sangat kuat ketika dipresentasikan di hadapan khalayak luas dari berbagai daerah.
“Tantangan terbesar kami selama proses penyusunan adalah membagi waktu antara tugas kuliah dan persiapan teknis yang cukup padat, mulai dari menyusun proposal, desain presentasi, hingga pembuatan prototype. Kami biasanya mengatasinya dengan memanfaatkan Zoom meeting dan bertemu setelah jam kuliah selesai, bahkan sering kali harus terjaga hingga di atas jam 00.00,” ungkap mahasiswa angkatan 2024 tersebut.

Saat memaparkan gagasannya, tim UNEJ sempat menghadapi kendala teknis karena alat pemindah salindia (remote presenter) yang digunakan tersendat-sendat. Namun, ketenangan dan penguasaan materi yang matang membuat mereka tetap mampu menyampaikan keunggulan produk dengan sangat prima.
Di tengah kesibukan akademik, Fikri menganggap aktivitas produktif seperti ini sebagai sarana memperluas relasi dan mengasah kemampuan diri di luar ruang kelas. Ia pun berpesan kepada sesama rekan mahasiswa untuk tidak takut keluar dari zona nyaman.
“Jangan menunggu hebat untuk memulai, tapi memulailah untuk menjadi hebat. Jangan pernah takut untuk mencoba, karena kalau tidak mencoba kita tidak akan tahu hasilnya bagaimana. Kuliah kalau cuma belajar di kelas saja itu kurang asik. Jadikan aktivitas di luar kelas sebagai ajang refreshing di tengah-tengah tugas kuliah,” pungkasnya.

Gagasan brilian yang mengangkat ketahanan pangan lokal ini pada akhirnya berbuah manis di panggung akademik nasional. Inovasi “Koncok-Koncok Nyemil’s” ini sukses mengantarkan Fikri dan Mufiddatul meraih Gold Medal sekaligus penghargaan Best Idea dalam ajang Business Plan Edutalk Fair Competition 2026 yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro, Semarang pada 30-31 Mei 2026 lalu.

Prestasi gemilang di Semarang ini sekaligus melengkapi torehan prestasi Fikri sepanjang bulan Mei 2026. Sebelumnya, pada 9 Mei 2026, ia juga berhasil meraih juara dalam ajang Festival Esai Mahasiswa Nasional di Universitas Wisnuwardhana Malang. Catatan dua kemenangan dalam satu bulan ini mempertegas kualitas serta konsistensi mahasiswa Universitas Jember dalam melahirkan inovasi yang diakui secara nasional. (dil/ajf)
#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #IKU3

