Jember, 23 Juni 2026
Isu penurunan kualitas udara di wilayah perkotaan memicu keprihatinan mendalam di kalangan generasi muda.
Merespons ancaman nyata terhadap kesehatan masyarakat tersebut, Mohammad Arsy Darmawansyah, mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Universitas Jember (UNEJ), mengambil langkah konkret dengan menggandeng rekan mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI) untuk menciptakan solusi teknologi yang aplikatif.Mereka mengembangkan inovasi alat pembersih udara berbasis teknologi cold plasma (plasma dingin) yang dirancang khusus untuk ruang publik perkotaan. Urgensi kehadiran alat ini didasari oleh tingginya kadar polutan di area urban yang sering kali tidak diimbangi dengan fasilitas penyaring udara yang ramah kantong dan efektif. Melalui sentuhan teknologi cold plasma, alat ini mampu melumpuhkan partikel berbahaya dan mikroorganisme di udara secara efisien.

“Sebagai mahasiswa teknik, saya melihat ada urgensi besar untuk menghadirkan udara bersih di ruang publik yang padat aktivitas. Bersama tim dari UI, kami mencoba mengawinkan konsep minimalis yang efektif dengan analisis ekonomi yang matang,” ujar Arsy menjelaskan latar belakang risetnya.
Keunggulan utama dari perangkat cold plasma ini terletak pada efisiensi biaya produksi serta efektivitas penyaringan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan produk sejenis yang saat ini beredar masif di pasaran. Kepedulian Arsy terhadap isu kesehatan dan lingkungan ini kemudian disempurnakan oleh rekannya dari UI melalui analisis ekonomi, sehingga alat ini tidak sekadar menjadi prototipe laboratorium, melainkan sebuah gagasan yang siap menjawab kebutuhan pasar dan memiliki potensi nilai jual menjanjikan.

Kolaborasi strategis lintas disiplin dan lintas kampus antara UNEJ dan UI ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian mahasiswa terhadap isu lingkungan dapat menghasilkan inovasi berdampak luas. Sinergi ini pula yang pada akhirnya mengantarkan tim gabungan tersebut meraih pengakuan tertinggi di tingkat nasional.
Inovasi pembersih udara cold plasma ini sukses menyabet Juara 1 dalam kompetisi Business Innovation Next Generation (BIZNEXT) 2026 yang mengusung tema βFrom Idea to Impact: Inovasi Ekonomi untuk Masa Depan Sehat dan Berkelanjutanβ. Pada babak final yang berlangsung secara daring dan hybrid, tim UNEJ-UI berhasil mengungguli para finalis tangguh lainnya, di mana posisi kedua diraih oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) dan posisi ketiga ditempati oleh Universitas Negeri Malang (UM).

Arsy berharap, inovasi alat pembersih udara ini dapat dikembangkan lebih jauh ke tahap produksi massal agar manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat luas. “Langkah ini tidak akan berhenti di sini. Kami ingin terus menyempurnakan ide ini dan membuka peluang kolaborasi lainnya demi menghadirkan solusi nyata bagi lingkungan,” pungkasnya. (dil/adi)
#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #IKU3

