Jember, 19 Agustus 2026
Buah yang cepat membusuk tidak hanya berujung pada kerugian bagi petani dan pelaku UMKM, tetapi juga memperbesar persoalan food waste.
Berangkat dari persoalan tersebut, Tantri Rahmawati, mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Program Studi Pendidikan IPA Universitas Jember (UNEJ), mengembangkan GEMINTAN (Green Edible Coating), inovasi pelapis alami yang memanfaatkan limbah lokal untuk membantu memperpanjang umur simpan buah.Menariknya, nama GEMINTAN memiliki cerita personal di dalamnya. Nama tersebut bukan berasal dari akronim istilah ilmiah, melainkan gabungan dari nama almarhumah neneknya, Gemi, dan namanya sendiri, Tantri. Melalui nama tersebut, Tantri berharap sosok neneknya tetap dikenang melalui inovasi yang dikembangkannya.

Berangkat dari latar belakangnya di bidang sains, Tantri kemudian mencoba mengolah kulit singkong dari industri tape menjadi pati, sedangkan limbah kerang yang berasal dari Puger diekstraksi menjadi kitosan. Sementara itu, daun sangketan dimanfaatkan sebagai sumber antioksidan. Ketiga bahan tersebut kemudian dipadukan untuk membentuk lapisan pelindung pada permukaan buah.
“Lapisan ini bekerja dengan memperlambat proses pembusukan sehingga berpotensi membantu mempertahankan kualitas dan memperpanjang umur simpan buah. Berdasarkan pengujian yang saya lakukan di laboratorium, GEMINTAN berhasil menunjukkan potensi tersebut,” ungkapnya.
Tidak hanya berorientasi pada pengembangan produk, GEMINTAN juga mengusung konsep ekonomi sirkular dengan mengubah limbah lokal menjadi bahan yang memiliki nilai tambah. Pemanfaatan kulit singkong dan limbah kerang Puger diarahkan tidak hanya untuk mengurangi limbah, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan sumber daya lokal menjadi bagian dari solusi di sektor pertanian.

“Target saya sederhana, yaitu membawa GEMINTAN dari laboratorium menuju implementasi nyata, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, terutama petani buah di Jember,” ujarnya.
Untuk mendukung penerapan tersebut, Tantri juga mengembangkan website agripreneurship GEMINTAN sebagai ruang edukasi, pemasaran, sekaligus forum diskusi. Melalui platform tersebut, petani dapat memperoleh informasi mengenai edible coating, memasarkan produk dan hasil panen, serta berinteraksi dengan akademisi, investor, dan masyarakat. Forum diskusi di dalamnya juga diharapkan dapat menjadi ruang bagi petani untuk berbagi pengalaman, berkonsultasi mengenai budidaya dan pascapanen, serta memperoleh informasi mengenai peluang pasar. Pendekatan tersebut menjadi salah satu pembeda GEMINTAN yang tidak hanya berfokus pada produk edible coating, tetapi juga pada penguatan ekosistem pemberdayaan petani berbasis teknologi digital.
Menurut Tantri, Jember memiliki ketersediaan bahan baku lokal yang melimpah sekaligus sektor pertanian buah yang potensial. Kondisi tersebut menjadi peluang untuk mengembangkan GEMINTAN lebih lanjut, baik sebagai salah satu upaya mengurangi food waste, meningkatkan nilai jual hasil panen, maupun mengoptimalkan pemanfaatan limbah organik sebagai sumber daya bernilai ekonomi.

Inovasi yang berjudul “GEMINTAN: Green Edible Coating Berbasis Limbah Kulit Singkong, Kerang Puger, dan Daun Sangketan Terintegrasi Website Agripreneurship dan Forum Diskusi untuk Pemberdayaan Petani Buah di Jember” turut mengantarkannya meraih Juara 2 dalam Lomba DINAMIS Sustainable Idea Competition yang diselenggarakan oleh Himpunan mahasiswa program studi Teknik Industri di Institut Teknologi Kalimantan (ITK) pada 5 Juli 2026. Bagi Tantri, capaian tersebut bukanlah tujuan akhir, melainkan langkah awal untuk terus mengembangkan GEMINTAN agar dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. Ia berharap pengembangan GEMINTAN diarahkan pada penyempurnaan formulasi, proses sertifikasi, perluasan kerja sama dengan petani, serta pengembangan website lebih canggih.

“Jangan takut memulai karena ide besar sering kali lahir dari masalah yang tampak sepele. Ketika sebuah ide hadir, jangan biarkan hanya tinggal di kepala. Tuliskan, wujudkan, lalu perjuangkan,” pungkasnya. (dil/ajf)
#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #IKU3 #IKU12

