Jember, 25 September 2026
Dua mahasiswa Fakultas Pertanian (FAPERTA) Universitas Jember (UNEJ), Risky Adwitiya Anggara dari Program Studi Ilmu Tanah dan Destia Keke Rizky dari Program Studi Agroteknologi, berhasil meraih penghargaan Gold Medal I Infografis dalam ajang Pekan Riset dan Ilmiah Mahasiswa (PRISMA) 14 yang diselenggarakan Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan, Universitas Brawijaya.
Prestasi ini diraih lewat inovasi pengolahan limbah kotoran sapi menjadi solusi lingkungan berkelanjutan.Kompetisi yang berlangsung di Universitas Brawijaya ini diikuti lebih dari 500 peserta se-Indonesia pada cabang lomba infografis nasional. Dari jumlah tersebut, hanya 15 tim yang berhasil melaju ke babak final untuk mempresentasikan karyanya di hadapan dewan juri.
Mengangkat sub-tema lingkungan, Risky dan Keke menyoroti persoalan penumpukan limbah kotoran sapi yang kerap menjadi masalah di desa-desa dengan populasi peternakan tinggi. Alih-alih dibiarkan menjadi limbah yang mencemari lingkungan, keduanya merancang gagasan agar limbah tersebut dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat dan berkelanjutan bagi petani maupun peternak.

“Kami sadar dan melihat penumpukan limbah kotoran sapi yang menumpuk khususnya di desa yang memiliki peternakan. Dari sinilah kami bergerak untuk berpikir mengembangkan inovasi yang tidak hanya menjadi produk, namun bisa berkelanjutan bagi petani dan peternak sebagai langkah kecilnya,” ujar Risky selaku ketua tim.
Ia menambahkan, gagasan tersebut juga mengintegrasikan pemanfaatan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) untuk pengembangan inovasinya. “Pengaplikasikan teknologi Artificial Intellegence (AI) maupun Internet of Things (IoT) sebagai upaya untuk memecahkan tantangan pembangunan di bidang sosial, ekonomi, dan lingkungan. Inovasi penciptaan lingkungan yang berkelanjutan melalui kolaborasi lintar sektor (masyarakat, pemerintah, dan swasta), dan kearifan lokal sebagai upaya mencapai percepatan Sustainable Development Goals (SDGs),” imbuhnya.
Kolaborasi lintas program studi menjadi salah satu kekuatan tim ini. Risky yang berlatar belakang ilmu tanah berpadu dengan Keke dari Agroteknologi, menghasilkan sudut pandang yang saling melengkapi dalam merumuskan solusi berbasis riset dan observasi lapangan.

Di balik penghargaan yang diraih pada 6 September 2026 ini, kerja keras dan disiplin waktu menjadi kunci utama. Persiapan dimulai dari proses brainstorming menentukan sub-tema dan judul, pembagian waktu setiap anggota, hingga latihan presentasi secara rutin sebelum hari-H perlombaan.
“Mau menjemput bola, dalam artian mencari informasi lomba di semua platform, pantang menyerah untuk setiap tantangan, serta bisa membagi waktu dengan kuliah dan kegiatan lainnya,” pesan Risky mengenai kunci sukses timnya.

Tak berhenti di satu prestasi, Risky dan Keke kini bersiap mengikuti kompetisi lain, yakni Super Hero Lingkungan (SHL) 10 yang digelar Fakultas Pertanian UNEJ pada akhir September 2026. Keduanya berharap semangat berpikir kritis dan inovatif ini dapat menular kepada mahasiswa lain agar terus berkarya di tengah cepatnya perkembangan teknologi demi kemajuan bangsa. (dil)
#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #IKU3 #IKU7

