Jember, 12 Agustus 2026
Universitas Jember (UNEJ) menyelenggarakan The 4th International Conference on Neural Networks and Machine Learning (ICONNSMAL) 2026 yang berlangsung pada 11–12 Agustus 2026 di Gedung Kewirausahaan UNEJ.
Konferensi internasional ini menghadirkan delapan pembicara dari berbagai negara, termasuk Indonesia, India, Malaysia, dan Australia, untuk membahas perkembangan terkini kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI).Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kelompok Riset Combinatorics, Graph Theory and Network Topology (CGANT) Universitas Jember, yang saat ini juga berstatus sebagai Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (PUI-PT). CGANT dikenal sebagai wahana pertemuan ilmiah rutin bagi para peneliti, khususnya di bidang teori graf dan topologi jaringan yang menjadi salah satu dasar pengembangan ilmu komputer dan kecerdasan buatan. ICONNSMAL sendiri merupakan agenda tahunan CGANT yang pada tahun ini memasuki penyelenggaraan keempat, dengan fokus tema yang meluas ke ranah neural network dan machine learning.

Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Jember, Prof. Drs. Slamin, M.Comp.Sc., Ph.D., dalam menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya konferensi ini sebagai bagian dari komitmen UNEJ memperkuat posisi di kancah riset internasional.
“ICONNSMAL ini adalah acara rutin dari tim CGANT yang berdiri dari tahun 2015 yang luar biasa perkembangannya sampai saat ini sehingga menjadi pusat unggulan yang juga direkognisi oleh kementerian Dikti dan Saintek. Saat ini merupakan salah satu dari dua yang rutin diselenggarakan,” ujar Prof. Slamin.
Sementara itu, Ketua Panitia ICONNSMAL 2026, Dr. Ika Hesti Agustin S.Si., M.Si., berharap konferensi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi seluruh peserta, baik dari sisi keilmuan maupun jejaring akademik.
“Konferensi ini akan membuka lebih banyak peluang untuk kolaborasi akademik, penelitian bersama, dan penguatan jejaring profesional di antara para peserta yang berasal dari berbagai institusi dan negara. Saya berharap para peserta dapat memperoleh pengetahuan, mendiskusikan berbagai tantangan, serta mengeksplorasi pendekatan dan aplikasi baru yang berkontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujarnya.

Ketua Tim Riset CGANT, Prof. Drs. Dafik, M.Sc., Ph.D., menjelaskan latar belakang dan cakupan topik yang dibahas dalam konferensi ini, mulai dari ilmu dasar jaringan saraf hingga teknologi kecerdasan buatan yang kini akrab digunakan masyarakat luas.
“ICONNSMAL bermula dari konferensi internasional mengenai jaringan saraf neural network, sebuah bidang ilmu dasar yang berkontribusi pada pengembangan machine learning dan kecerdasan buatan Artificial Intelligence. Dalam konferensi ini, diskusi ilmiah mengenai jaringan saraf, machine learning, dan kecerdasan buatan berlangsung dengan menarik; topik-topik ini juga mencakup teknologi yang mungkin sudah familiar bagi para peserta, seperti antarmuka pengguna percakapan (conversational user interface) contohnya ChatGPT, Gemini, dan sejenisnya,” ujar Prof. Dafik.

Salah satu pemateri, Prof. Alhadi Bustamam, Ph.D., dari Data Science Center (DSC) Universitas Indonesia, membawakan materi bertajuk “Mathematics, Data Science, and Artificial Intelligence for Society 5.0: Transforming Life Sciences and the Healthcare Industry”. Dalam paparannya, ia menekankan peran data science sebagai fondasi utama perkembangan AI, khususnya di sektor kesehatan.
“Data science berperan sentral dalam perkembangan kecerdasan buatan, karena AI pada dasarnya bertumpu pada bagaimana data diproses dan dipelajari polanya. Salah satu contoh nyatanya ada di bidang kesehatan, mulai dari deteksi dini penyakit hingga percepatan riset obat melalui bioinformatika. Kami di Data Science Center UI berupaya menjembatani riset akademik dengan implementasi nyata, agar hasil penelitian tidak berhenti di jurnal ilmiah, tetapi benar-benar bisa diterapkan dan bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Prof. Alhadi dalam paparannya.
Konferensi ICONNSMAL 2026 turut diikuti oleh peneliti, dosen, dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di dalam dan luar negeri, baik secara luring maupun daring. Melalui forum ini, UNEJ berharap dapat terus memperluas jejaring akademik internasional serta mendorong lahirnya riset-riset inovatif di bidang kecerdasan buatan yang bermanfaat bagi masyarakat luas. (dil/adi)
#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #IKU5 #IKU7

