Buktikan Kualitas dan Integritas, FH UNEJ Masuk 20 Besar Kampus Hukum Terbaik Nasional 2026

Jember, 21 Agustus 2026

Fakultas Hukum Universitas Jember (FH UNEJ) menempati peringkat ke-16 dalam Top Indonesian Law Schools 2026 yang diselenggarakan Hukumonline.Tidak hanya itu, FH UNEJ juga berhasil memborong tiga pengakuan sekaligus, yakni masuk dalam nominasi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Hukum Terbaik Wilayah Timur 2026, meraih predikat Pionir Kampus Perintis Literasi Hukum Digital, serta penghargaan Gold Medal untuk kategori Golden Alumni.

Sebagai informasi, Hukumonline merupakan platform penyedia informasi, berita, dan pangkalan data regulasi terkemuka di Indonesia yang secara konsisten mendorong inovasi, literasi hukum digital, dan kemajuan pendidikan tinggi hukum di Tanah Air.

Capaian FH UNEJ ini dinilai melalui empat indikator ketat, yakni Golden Alumni, Akreditasi Program Studi S1 Hukum, SINTA Score, serta reputasi program studi di tingkat global.

Sertifikat penghargaan Fakultas Hukum Universitas Jember sebagai Pionir Kampus Perintis Literasi Hukum Digital 2026 dari Hukumonline.

Dekan FH UNEJ, Prof. I Gede Widhiana Suarda, S.H., M.Hum., Ph.D.,menegaskan bahwa capaian tersebut tidak menjadi alasan bagi FH UNEJ untuk berpuas diri. Dengan usia fakultas yang telah lebih dari 60 tahun, setiap capaian justru menjadi pijakan untuk terus berkembang.

“Dengan usia yang cukup matang, prestasinya juga harus optimal. Kami tidak pernah berpikir bahwa capaian yang sudah diraih itu sudah cukup. Justru kami selalu berpikir untuk lebih maju, lebih bisa direkognisi secara meluas dan secara prestasi juga semakin meningkat,” ujarnya.

Salah satu kekuatan FH UNEJ yang tercermin dalam capaian tersebut adalah rekam jejak alumninya. Prof. Gede menyebut para alumni FH UNEJ telah berkiprah di berbagai sektor strategis, baik di bidang hukum maupun di luar bidang hukum, termasuk di lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif, dan lembaga negara.

Dekan FH UNEJ Prof. I Gede Widhiana Suarda, S.H., M.Hum., Ph.D., saat menyampaikan pandangannya mengenai capaian dan pengembangan Fakultas Hukum Universitas Jember.

Sejumlah alumni FH UNEJ tercatat pernah maupun sedang dipercaya menduduki posisi strategis, antara lain Wakil Ketua Mahkamah Agung RI (YM H. Suharto), Wakil Menteri Sekretaris Negara (Bambang Eko Suhariyanto), Anggota DPR RI (Sonny T Danaparamita), Kepala Badan Keahlian DPR RI (Prof. Bayu Dwi Anggono), Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan/PPATK (Ivan Yustiavandana), Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Abdul Qohar Affandi), dan masih banyak lagi deretan nama-nama alumni FH UNEJ lainnya.

Pada ajang ini, Prof. Bayu Dwi Anggono menjadi salah satu alumni FH UNEJ yang memperoleh predikat Golden Alumni. Pengakuan tersebut mencerminkan rekam jejak alumni FH UNEJ yang telah memberikan kontribusi di berbagai bidang.

“Keunggulan dan kekuatan itu salah satunya ada di alumni. Alumni kami ada di yudikatif, eksekutif, legislatif, dan berbagai lembaga negara. Itu menurut saya mencerminkan bahwa alumni UNEJ mendapatkan rekognisi yang luar biasa,” jelas Prof. Gede.

Dekan FH UNEJ Prof. I Gede Widhiana Suarda, S.H., M.Hum., Ph.D. (kiri) bersama Wakil Dekan I FH UNEJ Dr. Yusuf Adiwibowo, S.H., LL.M., di lingkungan Fakultas Hukum Universitas Jember.

Bagi FH UNEJ, rekam jejak tersebut juga tidak terlepas dari upaya membangun kualitas dan integritas lulusan. Prof. Gede menegaskan bahwa fakultas berkomitmen menghasilkan lulusan hukum yang memiliki kompetensi sekaligus integritas sebagai bekal dalam menjalankan profesi dan berkontribusi di masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk mendidik pendekar hukum yang berintegritas. Kualitas adalah harga mati dan menjadi kompas kami dengan pondasi integritas yang coba kami bangun,” tegasnya.

Selain mencetak alumni unggul, FH UNEJ juga dianugerahi predikat Pionir Kampus Perintis Literasi Hukum Digital 2026. Wakil Dekan I FH UNEJ, Dr. Yusuf Adiwibowo, S.H., LL.M., menjelaskan bahwa fakultas telah menjalin kolaborasi erat dengan berbagai platform hukum seperti Hukumonline, University Solution, dan HeyLaw.

Pemanfaatan platform ini terbukti tidak hanya memperkuat riset dosen, tetapi juga membuka akses pembelajaran dan peluang magang bagi mahasiswa agar selaras dengan kebutuhan industri digital saat ini. Menurut Yusuf, pengembangan literasi hukum digital menjadi bagian dari upaya FH UNEJ memastikan pendidikan hukum tetap relevan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat.

Plakat nominasi Fakultas Hukum Universitas Jember sebagai Perguruan Tinggi Negeri Hukum Terbaik Wilayah Timur 2026 dalam ajang Top Indonesian Law Schools 2026 yang diselenggarakan Hukumonline.

Upaya tersebut sejalan dengan komitmen FH UNEJ untuk tidak berhenti pada pengembangan kapasitas akademik, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat. Salah satunya melalui Biro Pelayanan dan Bantuan Hukum (BPBH), yang selama sekitar enam tahun terakhir menjadi mitra Mahkamah Agung dalam memberikan layanan hukum secara pro bono bagi masyarakat kurang mampu. Dalam periode tersebut, BPBH telah melayani sekitar 400 hingga 600 kasus setiap tahunnya.

Layanan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu melalui penyuluhan hukum, komunikasi dengan klien, dan pemberian advis hukum. Dengan demikian, pembelajaran hukum tidak berhenti di ruang kelas, tetapi juga hadir dalam persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

“Ketika kampus hadir dan memberikan layanan langsung kepada masyarakat, di situlah peran kampus menjadi nyata. Tidak hanya mengembangkan keilmuan, tetapi juga mengamalkan keilmuan itu di masyarakat,” tutur Prof. Gede.

Berbagai capaian tersebut menjadi pijakan FH UNEJ untuk terus memperkuat kualitas pendidikan hukum sekaligus memperluas kontribusinya. Nominasi dalam Top Indonesian Law Schools 2026 menjadi salah satu rekognisi atas perjalanan tersebut, sementara rekam jejak alumni dan layanan hukum bagi masyarakat menunjukkan bagaimana kualitas dan integritas diarahkan untuk menghasilkan manfaat nyata.

Ke depan, FH UNEJ terus memperkuat internasionalisasi melalui target FH Global 2035, dengan pengembangan riset dan jejaring akademik internasional, peningkatan publikasi, serta pembukaan kelas internasional. Langkah ini diarahkan untuk menyiapkan lulusan yang tidak hanya berintegritas dan mampu berkiprah secara nasional, tetapi juga memiliki daya saing di lingkungan global. (qf)