Jember, 18 Agustus 2026
Pascapencapaian gemilang di panggung internasional, tim mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Jember (UNEJ) kini fokus melanjutkan pengembangan riset dan hilirisasi inovasi Griffithsin Fine Drug Delivery System (G-Fine).
Inovasi medis berbasis potensi lokal ini diproyeksikan menjadi solusi masa depan dalam mencegah transmisi Human Immunodeficiency Virus (HIV) dari ibu hamil ke bayi (intrauterine transmission).Pengembangan G-Fine menjadi perhatian mendesak dalam dunia medis mengingat tingginya tantangan pencegahan penularan HIV pada bayi secara efektif, aman, dan minim efek samping. Keunikan utama G-Fine terletak pada pemanfaatan protein antivirus Griffithsin yang diekstrak dari tanaman tembakau Nicotiana benthamiana—komoditas unggulan khas Jember. Dibandingkan metode konvensional, G-Fine diformulasikan dalam bentuk dissolving microneedle patch (tempelan jarum mikro larut) berbasis nanoteknologi yang dioptimalkan dengan kecerdasan buatan (AI). Formulasi ini memungkinkan penghantaran obat secara presisi, nyaman digunakan, serta memiliki daya imunoprofilaksis yang tinggi.

“Kami mengusulkan pengembangan microneedle patch terlarut berbasis nanokteknologi dan AI yang mengandung Griffithsin, suatu protein antivirus yang diproduksi dari tanaman Nicotiana benthamiana” ungkap Lina Liliana, ketua tim saat ditemui di FK UNEJ, Senin (18/08/2026).
Lina menambahkan, motivasi utama tim adalah berkontribusi dalam mengatasi masalah kesehatan global, khususnya HIV, sekaligus membawa nama baik UNEJ di kancah internasional. “Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia mampu menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat dunia,” ujarnya.
“Sebagai keunggulan disini, kami mengangkat potensi lokal jember, yaitu Tembakau, dimana dalam family tumbuhan ini khususnya “Nicotiana bethamiana” memiliki suatu protein biologis bernama “Griffithsin” yang bersifat imunoprofilaksis untuk penyakit HIV. Selain itu, Kami memiliki maskot G-Fine yang iconic, sehingga juri tertarik dengan penampilan presentasi kami,” jelasnya.

Ketangguhan formulasi G-Fine serta penyampaian presentasi yang atraktif sebelumnya telah dibuktikan pada ajang bergengsi 5th International Youth Summit (IYS) 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia, yang berlangsung Mei lalu. Dalam kompetisi skala internasional yang diselenggarakan oleh Sentosa Foundation bekerja sama dengan Universiti Putra Malaysia tersebut, tim UNEJ yang beranggotakan Lina Liliana, Mahdia Imaroh, Oktaviana Rizkia Romadhona, Moh. Rizki Anugrah, dan Muhammad Hanif Rizqi Pratama Rudianto berhasil menyisihkan 39 tim finalis global dan memboyong gelar Grand Champion, 2nd Winner, serta Gold Medal.
G-Fine diajukan melalui karya ilmiah bertajuk “G-FINE: An Innovative Dissolving Microneedle Patch Based on AI-Optimized Griffithsin Nanoparticles from Tobacco Leaf Extract (Nicotiana benthamiana) as a Strategy for Immunoprophylaxis Against Intrauterine HIV Transmission”. Persiapan intensif yang dilakukan tim sejak Februari hingga Mei 2026 berbuah manis dan memperkuat reputasi akademik UNEJ di tingkat luar negeri.
“Meski awalnya banyak peserta yang belum mengenal UNEJ, kini nama Universitas Jember dikenal sebagai sang juara,” tambah Lina.
Ke depan, tim FK UNEJ berkomitmen untuk terus menyempurnakan riset G-Fine agar dapat diproduksi secara luas dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat dunia. “Kami ingin tetap kompak, terus berkarya, dan membawa nama baik UNEJ melalui prestasi di bidang kesehatan maupun keilmuan,” pungkas Lina.
Melalui keberlanjutan riset G-Fine, Universitas Jember membuktikan peran aktifnya dalam menghasilkan inovasi sains terapan berbasis keunggulan lokal yang mampu menjawab tantangan kesehatan global. (dil/adi)
#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #IKU3 #IKU7

