Jember, 31 Juli 2026
Akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang aman dan adil kerap kali terbentur oleh berbagai persoalan hukum, administrasi, hingga kualitas pelayanan di fasilitas kesehatan.
Hal ini menuntut adanya mekanisme perlindungan hak dan martabat manusia yang lebih akuntabel dan responsif.Melihat urgensi tersebut, empat mahasiswa Universitas Jember (UNEJ) yang terdiri atas Dhimas Hardi Nugraha (Program Studi Farmasi), Dyah Rahmadhani Saraswati, Rafidah Nurul Inaya, dan Linda Dwi Perwita (Program Studi Kedokteran) mengembangkan sistem pelaporan yang dapat dimanfaatkan oleh pasien, keluarga pasien, maupun tenaga kesehatan untuk melaporkan berbagai bentuk pelanggaran hak atau pelayanan yang tidak sesuai standar.

Menurut Dhimas, inovasi tersebut lahir dari keinginan menghadirkan mekanisme pelaporan yang tidak berhenti pada penyampaian aduan semata, tetapi juga mampu memastikan setiap laporan memperoleh penanganan yang jelas.
“Kami melihat masih banyak persoalan di fasilitas kesehatan, mulai dari pelecehan, pelayanan yang belum merata, hingga hambatan administratif yang memengaruhi akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang aman dan adil. Karena itu, kami merancang platform yang mempertemukan masyarakat, fasilitas kesehatan, pemerintah, dan organisasi nonpemerintah (NGO) agar dapat bersinergi dalam menangani setiap laporan,” jelasnya.
Keunggulan utama inovasi tersebut terletak pada mekanisme kolaboratif yang ditawarkan. Tidak hanya memanfaatkan teknologi digital sebagai media pelaporan, sistem juga melibatkan NGO sebagai mitra independen untuk melakukan mitigasi apabila suatu kasus tidak memperoleh tindak lanjut dalam rentang waktu tertentu.
βProses pengawalan hak pasien maupun tenaga kesehatan tidak hanya bergantung pada satu pihak, tetapi melibatkan berbagai pemangku kepentingan sehingga diharapkan mampu meningkatkan akuntabilitas penanganan kasus,β tutur Dhimas.
Selain perhatian pada perlindungan hak dan hukum di sektor kesehatan, tim mahasiswa UNEJ ini juga membawa inovasi ilmiah di bidang kesehatan murni melalui terapi kanker nasofaring berbasis Fusogenic Nanovesicles (FuNV) T Cell. Gagasan tersebut menawarkan pendekatan terapi genetik yang bekerja secara lebih spesifik terhadap sel kanker sehingga berpotensi memberikan efek samping yang lebih rendah dibandingkan metode pengobatan konvensional seperti kemoterapi maupun radioterapi.
Kualitas gagasan yang mampu menghadirkan solusi dan dampak bagi persoalan nyata ini akhirnya mengantarkan tim mahasiswa UNEJ mengukir prestasi internasional. Inovasi perlindungan hak pasien berbasis teknologi digital tersebut memikat dewan juri hingga dianugerahi Gold Medal pada subtema Law & Economic, sebelum kemudian melaju ke babak presentasi antarpemenang hingga meraih 3rd Winner Essay Competition. Sementara itu, inovasi terapi kanker nasofaring berhasil meraih Silver Medal pada subtema Health.
Rangkaian tiga penghargaan internasional tersebut berhasil diborong pada ajang 4th International Youth Conference yang diselenggarakan oleh Asia Pacific Student Association bekerja sama dengan Nanyang Technological University – School of Electrical & Electronic Engineering pada 27β28 Juni 2026.
Salah satu momen yang paling berkesan bagi tim terjadi setelah sesi presentasi berakhir. Dewan juri internasional memberikan apresiasi terhadap konsep perlindungan hak asasi manusia berbasis teknologi digital yang mereka tawarkan. Bahkan, juri tersebut berharap inovasi tersebut dapat memperoleh dukungan pendanaan sehingga dapat dikembangkan dan diterapkan secara nyata di fasilitas kesehatan.
Bagi Dhimas, capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena dapat membawa nama Universitas Jember ke tingkat internasional. Ia berharap semakin banyak mahasiswa berani memanfaatkan kompetisi sebagai ruang belajar dan mengembangkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Jangan merasa harus menjadi yang paling hebat terlebih dahulu untuk berani mengikuti kompetisi internasional. Kesempatan seperti ini sangat berharga untuk mengukur kemampuan, belajar dari peserta lain, sekaligus melihat berbagai sudut pandang baru. Selama memiliki kemauan untuk belajar, terbuka terhadap masukan, dan terus berusaha memberikan yang terbaik, setiap proses akan membawa manfaat,” pungkasnya. (dil/ajf)
#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #IKU3

