Mahasiswa UNEJ Kembangkan Kapal Otonom Berbasis AI, Ubah Sampah Plastik Laut Menjadi Energi

Jember, 4 September 2026

Persoalan sampah plastik di laut mendorong mahasiswa Universitas Jember (UNEJ) menghadirkan gagasan inovatif melalui Program Kreativitas Mahasiswa Video Gagasan Konstruktif (PKM-VGK) 2026 bertajuk “Sistem Integrasi Kapal Otonom Berbasis Kecerdasan Buatan sebagai Transformasi Limbah Plastik menjadi Sumber Energi Terbarukan”.

Tim mahasiswa UNEJ mengembangkan konsep kapal otonom berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk mendeteksi, mengumpulkan, memilah, hingga mengolah sampah plastik laut menjadi sumber energi.

Gagasan tersebut dikembangkan oleh Arinta Marwah Nur Baiti sebagai ketua bersama Destia Keke Rizky (Agroteknologi), Abdussalma (Agroteknologi), Salfha Rismi Handini (Agribisnis), dan Muhammad Habib Ar-Rasyid Ashar (Teknologi Informasi) dengan dosen pendamping Nanang Tri Haryadi, S.P., M.Sc.

Latar belakang inovasi ini berangkat dari kondisi pencemaran plastik yang semakin mengancam ekosistem laut. Sampah plastik tidak hanya mencemari lingkungan dan mengancam kehidupan biota, tetapi juga berdampak terhadap aktivitas nelayan, pelayaran, serta berpotensi membahayakan manusia melalui rantai makanan.

Inovasi kapal 3D yang dikembangkan oleh tim

“Permasalahan ini berangkat dari keprihatinan kami terhadap tingginya pencemaran sampah plastik di laut Indonesia bahkan dunia. Tidak hanya itu sampah plastik yang terus terakumulasi tidak hanya mencemari lingkungan laut dan mengancam kehidupan biota, tetapi juga berdampak pada aktivitas nelayan, pelayaran, serta berpotensi membahayakan manusia melalui rantai makanan,” jelas Arinta.

Kapal dirancang bekerja melalui empat tahapan utama, yakni mendeteksi, mengumpulkan, memilah, dan mengolah sampah. Kamera dan sensor berbasis AI mendeteksi keberadaan sampah plastik, kemudian kapal bergerak secara otomatis menuju lokasi tersebut. Sampah dikumpulkan melalui sistem pengarah dan konveyor, lalu dipilah menggunakan kamera Near Infrared (NIR). Plastik yang sesuai selanjutnya melalui proses pencucian, pengeringan, pencacahan, dan pirolisis untuk menghasilkan minyak dan gas yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi operasional kapal.

Keunggulan utama inovasi ini terletak pada integrasi berbagai proses pengelolaan sampah dalam satu sistem kapal otonom. Teknologi yang digunakan mencakup AI, Internet of Things (IoT), sistem navigasi otonom, sensor deteksi, NIR Sorter, konveyor, hingga Continuous Pyrolysis Reactor. IoT juga memungkinkan sistem kapal dipantau secara real-time.

“Kapal tidak hanya berfungsi untuk mengumpulkan sampah, tetapi juga mampu mendeteksi dan memilah plastik secara otomatis serta mengolahnya menjadi energi,” tambah Arinta. Konsep tersebut diarahkan menuju closed-loop system, sehingga sampah yang dikumpulkan dapat kembali memberikan energi bagi operasional kapal.

Dalam penerapannya, kapal dapat beroperasi secara mandiri di wilayah perairan dengan tingkat akumulasi sampah tinggi, seperti kawasan pesisir, muara sungai, jalur pelayaran, hingga laut lepas. Bagi ekosistem laut, inovasi ini diharapkan dapat mengurangi pencemaran plastik dan menjaga habitat biota. Bagi nelayan dan masyarakat pesisir, laut yang lebih bersih diharapkan dapat mengurangi gangguan aktivitas perikanan sekaligus mendukung kegiatan ekonomi berbasis kelautan.

Pengembangan gagasan ini juga menghadirkan tantangan bagi tim karena melibatkan berbagai bidang keilmuan dan teknologi. “Tantangan terbesar yang kami hadapi adalah menyatukan berbagai ide dan bidang keilmuan menjadi satu gagasan inovasi yang utuh dan realistis,” ungkapnya. Kolaborasi dan pembagian tugas menjadi bagian penting dalam menyatukan konsep tersebut.

Potret Tim PKM-VGK Universitas Jember saat take video luaran akhir

Setelah memperoleh pendanaan Belmawa Kemdiktisaintek 2026, tim berharap gagasan tersebut dapat dikembangkan lebih jauh melalui penelitian dan pengembangan prototipe. Khususnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri agar konsep kapal otonom ini dapat diwujudkan menjadi teknologi nyata yang membantu Indonesia menangani persoalan sampah plastik laut sekaligus mendukung pelestarian ekosistem dan kesejahteraan masyarakat pesisir. (dil/ajf)

#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #IKU3 #IKU5 #IKU7