Jember, 16 Agustus 2026
UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan Universitas Jember bekerja sama dengan Keluarga Alumni Universitas Jember (KAUJE) menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Calon Wisudawan Universitas Jember Periode II Tahun Akademik 2026/2027 secara daring melalui platform Zoom Meeting pada Minggu (16/8).
Kegiatan ini diikuti oleh 363 calon wisudawan dari berbagai fakultas di lingkungan Universitas Jember sebagai bagian dari upaya strategis dalam mempersiapkan lulusan yang siap bersaing di dunia kerja.Mengusung tema “Empowering Future Leaders: Menginspirasi Lulusan UNEJ menjadi profesional yang adaptif, kompetitif, dan berdaya saing global”, kegiatan ini dirancang sebagai wadah strategis bagi calon lulusan untuk mempersiapkan diri menghadapi dinamika dan tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif. Acara dipandu sepanjang kegiatan oleh Dr. Frenza Fairuz F., M.Pd., Sekretaris Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Pimpinan Pusat KAUJE, yang bertindak sebagai moderator.
Sebelum opening speech oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, kepala UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan Dr. Rokhani, SP., M.Si. menyampaikan sambutannya. Dr. Rokhani menyampaikan bahwa pembekalan periode II ini diikuti oleh 363 orang calon wisudawan. “Sebanyak 363 calon wisudawan turut berpartisipasi dalam pembekalan ini, dengan komposisi terbesar berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) sebesar 50%, disusul Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) sebesar 21%, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) sebesar 10%, Fakultas Hukum sebesar 6%, Fakultas Pertanian sebesar 4%, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam sebesar 3%, serta 6% sisanya berasal dari Fakultas Teknologi Pertanian, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Gigi, dan Fakultas Kedokteran” demikian ungkapnya.
Kegiatan dibuka dengan Keynote Speech oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Jember, Dr. Fendi Setyawan, S.H., M.H. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi harus memiliki kesiapan menghadapi realitas dunia kerja yang menuntut adaptabilitas, kompetensi, dan daya saing global, sejalan dengan tema besar kegiatan “Empowering Future Leaders”. Ia turut menyampaikan apresiasi kepada KAUJE atas sinergi yang terus terjalin dalam membekali calon lulusan Universitas Jember memasuki dunia kerja.
Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh dua narasumber yang membagikan pengalaman dan wawasan praktis seputar dunia profesional pasca-kelulusan.
Sesi pertama disampaikan oleh Dr. H. Suryono, S.E., M.M., CILC., CCMP., Direktur Senior Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, yang mengangkat tema “Beyond Graduation: Menjadi Profesional Kelas Dunia”. Ia mengawali paparannya dengan menyoroti paradoks pendidikan di Indonesia, di mana lebih dari 1,1 juta lulusan sarjana masih berstatus pengangguran hingga Mei 2026, sebagai pengingat bahwa gelar akademik semata tidak lagi cukup untuk menjamin kesiapan kerja di tengah kebutuhan industri yang terus berubah.
Dr. Suryono menegaskan bahwa kampus merupakan ruang untuk bertumbuh membangun skill, pengalaman, karakter, jejaring, dan kemampuan belajar sepanjang hayat, bukan sekadar untuk mengumpulkan ijazah dan sertifikat. Ia kemudian memperkenalkan konsep “SI JENIUS” sebagai kerangka nilai untuk meraih sukses dan kebahagiaan dunia akhirat, yang terdiri atas delapan nilai utama: Syukur dan Sabar, Integritas, Juara (Mentality), Empati, Networking, Inovatif, Unggul, dan Spiritual. Setiap nilai dijabarkan melalui perbandingan sikap yang perlu dimiliki (Have) dan yang perlu dihindari (Don’t), disertai kutipan inspiratif dari Al-Qur’an, Hadis, maupun tokoh dunia.
Ia juga mengajak para calon wisudawan melakukan self-assessment melalui analisis SWOT (Strength, Weaknesses, Opportunities, Threats) untuk mengenali potensi dan tantangan diri, sebelum menyusun roadmap karier pasca wisuda yang terbagi dalam tiga tahapan: jangka pendek (0–2 tahun) berfokus pada pekerjaan pertama, portofolio, sertifikasi, dan networking; jangka menengah (3–5 tahun) untuk penguatan posisi seperti senior staff, supervisor, project leader, hingga spesialisasi; serta jangka panjang (6–10 tahun) menuju posisi manajerial, direktur, entrepreneur, atau konsultan. Di penghujung sesi, ia turut memperkenalkan peran strategis Bank Indonesia melalui Blue Print Ekonomi dan Keuangan Syariah (Eksyar) 2030 dalam mendukung visi Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia, sejalan dengan Asta Cita dan cita-cita Indonesia Emas 2045. Ia menutup paparannya dengan pesan bahwa “Wisuda + SI JENIUS = Profesional Kelas Dunia = Sukses Dunia Akhirat”.
Sesi kedua disampaikan oleh Hanifiah Zulkarnain, S.Si., Coordinator Geomechanics Division PT Pertamina Drilling Services Indonesia yang juga tengah menempuh studi magister Petroleum Engineering di Institut Teknologi Bandung (ITB), dengan tema “From Graduate to Professional: Navigating Your Career Journey”. Sebagai alumna Universitas Jember, ia membuka sesi dengan berbagi kisah masa kuliahnya, termasuk keaktifannya di Himpunan Mahasiswa Geofisika Indonesia (HMGI) hingga menjadi Koordinator Badan Pengawas HMGI, serta perjalanannya menyelesaikan studi dengan predikat cumlaude pada tahun 2020.
Ia memaparkan tiga pilihan jalur yang umum dihadapi fresh graduate, yaitu melanjutkan studi (dalam maupun luar negeri), langsung bekerja, atau menjalani keduanya secara bersamaan, disertai tantangan berupa kualifikasi yang makin kompetitif, rasa insecure, hingga dampak pandemi terhadap dunia kerja. Ia berpesan, “Whatever path you choose, keep learning, stay strong, and keep moving forward. Your future is in your hands.”
Dalam paparan “Navigating the Journey Ahead”, Hanifiah menekankan pentingnya membangun jejaring sebagai modal karier (career capital), membangun personal brand sejak dini, memiliki local roots namun global mindset, serta menyiapkan diri dengan strategi 100 hari pertama pasca-kelulusan yang terbagi dalam tiga fase: eksplorasi dan persiapan (0–30 hari), peningkatan kompetensi dan koneksi (31–60 hari), serta eksekusi dan pertumbuhan (61–100 hari). Ia merangkum kunci pertumbuhan karier melalui formula Knowledge, Skill, Attitude, Adaptability, Communication, Network, dan Integrity.
Ia turut membagikan perjalanan kariernya sendiri sejak lulus dari Universitas Jember pada 2020 hingga menempati posisi Jr. Field Seismologist di PT Elnusa Tbk, kemudian Coordinator Geomechanics Division di PT Pertamina Drilling Services Indonesia, sebagai gambaran nyata bahwa perjalanan karier tidak selalu berjalan lurus namun setiap langkah membawa pada tujuan. Ia juga menjelaskan berbagai jalur rekrutmen di Pertamina, mulai dari program BPS dan BPA bagi fresh graduate, jalur experienced hire, internship, hingga talent pool, serta menegaskan bahwa lulusan dari berbagai program studi di Universitas Jember memiliki peluang berkarier di beragam fungsi industri energi, mulai dari teknik dan operasi, subsurface, digital, bisnis, hukum, hingga HSSE dan sustainability. Ia menutup paparannya dengan pesan, “Your major defines where you start, not how far you can go.”
Sesi pemaparan materi dari kedua narasumber turut diramaikan dengan sesi tanya jawab yang interaktif, di mana para calon wisudawan berkesempatan untuk berdiskusi langsung mengenai persiapan karier maupun tantangan dunia kerja yang akan mereka hadapi, dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat kepada masing-masing narasumber.
Secara keseluruhan, pembekalan ini memberikan wawasan yang komprehensif dan aplikatif bagi calon wisudawan dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif dan dinamis. Melalui kegiatan ini, Universitas Jember menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya mencetak lulusan berprestasi secara akademik, tetapi juga lulusan yang berintegritas, adaptif, kompetitif, dan berdaya saing global, sejalan dengan tema besar “Empowering Future Leaders: Menginspirasi Lulusan UNEJ Menjadi Profesional yang Adaptif, Kompetitif, dan Berdaya Saing Global”.






