Jember, 22 September 2026
Kunci dari sebuah pencapaian sering kali tidak ditentukan oleh seberapa cepat seseorang melangkah, melainkan oleh konsistensi dan keberanian untuk memulainya.
Prinsip itulah yang dipegang teguh oleh Dini Aulia Agustina, mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan IPA Universitas Jember (UNEJ). Di sela kesibukan jadwal perkuliahan, tugas akademik, dan kegiatan organisasi, Dini terus mengasah ketertarikannya pada rumpun ilmu sains dasar, khususnya Biologi dan Kimia.Bagi Dini, mendalami sains bukan sekadar tuntutan kurikulum, melainkan ruang eksplorasi untuk memahami fenomena alam dan kehidupan secara lebih mendalam. Dari kedua cabang ilmu tersebut, Biologi memiliki tempat tersendiri di hatinya.
“Saya lebih menyukai Biologi karena merasa lebih tertarik ketika mempelajari tentang makhluk hidup dan proses-proses kompleks yang terjadi di dalamnya,” ujar Dini.

Perjalanan Dini dalam menguji pemahaman akademiknya tidak serta-merta berjalan mulus. Mengatur ritme belajar di antara padatnya aktivitas kampus menjadi tantangan tersendiri. Rasa lelah hingga rasa malas tak jarang menghampiri. Namun, setiap kali rasa jenuh muncul, Dini selalu kembali pada tujuan awalnya.
“Saya mencoba melawannya dengan mengingat kembali tujuan awal, belajar sedikit demi sedikit, mencari referensi tambahan, dan mengulang materi yang belum dikuasai. Semua proses itu saya iringi dengan doa dan ikhtiar,” ungkapnya.
Dengan metode belajar mandiri secara bertahap dan pemanfaatan waktu luang yang disiplin, proses panjang tersebut akhirnya membuahkan hasil manis. Ketika pengumuman hasil kompetisi tiba, rasa syukur tak terhingga dirasakan Dini saat mengetahui namanya tercatat sebagai salah satu peraih medali. Bagi Dini, penghargaan tersebut bukan sekadar simbol kemenangan, melainkan bentuk apresiasi atas proses dan perjuangan yang telah dilaluinya, sekaligus persembahan untuk kedua orang tuanya.
“Bronze Medal bagi saya bukan hanya sebuah penghargaan, tetapi bentuk apresiasi terhadap usaha yang sudah saya jalani. Ini juga menjadi kebanggaan yang bisa saya persembahkan untuk orang tua yang selalu mendukung dan mendoakan saya,” tutur Dini penuh syukur.
Pengalaman menghadapi ajang kompetisi nasional ini kian menempa pola pikir Dini. Ia memaknai bahwa prestasi sejati tidak hanya diukur dari piala atau medali yang didapat, melainkan dari keberanian untuk mencoba, belajar dari kesalahan, dan menikmati setiap prosesnya.
Melalui perjalanannya, Dini berharap dapat memberikan dorongan motivasi bagi sesama mahasiswa untuk tidak ragu melangkah dan keluar dari zona nyaman.
“Jangan takut untuk mencoba dan jangan menunggu merasa benar-benar siap. Mulailah dari hal kecil, belajar secara konsisten, dan jangan lupa untuk selalu berdoa serta berikhtiar kepada Allah. Nikmati setiap prosesnya dan jadikan kesalahan sebagai bahan untuk belajar,” pesan Dini memungkas.
Pencapaian Bronze Medal pada Olimpiade Biologi dan Kimia Mahasiswa Tingkat Nasional ini berhasil diraih Dini Aulia Agustina dalam ajang Isaac Newton Competition 2026. Kompetisi tingkat nasional tersebut diselenggarakan secara daring oleh Lembaga Bina Prestasi Nusantara bekerja sama dengan HMPS Pendidikan Matematika UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 24–25 Juli 2026 lalu. (dil/ajf)
#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #IKU3 #IKU7

