Jember, 24 Juli 2026
Dua bulan pasca-penanaman 750 bibit terumbu karang di kawasan Tanjung Sekeben, Banyuwangi, upaya pemulihan ekosistem laut yang diinisiasi FMIPA Universitas Jember (UNEJ) kini mulai menunjukkan hasil dan dampak lingkungan positif.
Pemantauan berkala yang dilakukan secara berkelanjutan mencatat tingkat kelangsungan hidup (survival rate) bibit karang yang baik serta mulai kembalinya keanekaragaman biota laut di lokasi restorasi.Tindak lanjut ini merupakan bagian dari komitmen panjang program Pengabdian kepada Masyarakat tim FMIPA UNEJ yang dipimpin oleh Dr. Ratna Dewi Syarifah, S.Pd., M.Si., bekerja sama dengan PT Autore Pearl Culture (perusahaan PMA asal Australia di bidang budidaya mutiara) dan LANAL Banyuwangi. Sebelumnya, pada 21 Mei 2026 lalu, tim bersatu memulihkan kerusakan terumbu karang akibat praktik penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan dengan menanam sekitar 750 bibit karang di perairan setempat.

Program ini lahir dari keprihatinan terhadap kondisi terumbu karang di perairan Tanjung Sekeben yang mengalami kerusakan akibat aktifitas penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan, yaitu dengan penggunaan potasium dan bom ikan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Padahal, kawasan tersebut dulunya dikenal sebagai habitat laut yang kaya akan terumbu karang dan berbagai jenis ikan.
“Kami menemukan bahwa sebagian kawasan yang dulunya penuh terumbu karang kini hanya menyisakan hamparan kosong seperti lapangan. Karena itu, restorasi ini menjadi upaya untuk mengembalikan kehidupan yang pernah ada di sana,” ungkap Dr. Ratna.
Menariknya, upaya pemulihan lingkungan ini tidak hanya melibatkan akademisi, sektor usaha dan aparat keamanan. Kolaborasi tersebut turut diperkuat oleh UPT Pelabuhan Muncar – Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur dan kelompok nelayan setempat. Sinergi berbagai pihak ini menunjukkan bahwa menjaga laut bukan hanya tanggung jawab satu institusi, melainkan kerja bersama berbagai pihak.

“Restorasi terumbu karang tidak bisa dilakukan sendirian. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat karena prosesnya panjang dan membutuhkan sumber daya yang besar. Dukungan dari PT Autore Pearl Culture menjadi salah satu faktor penting yang memungkinkan kegiatan ini terlaksana secara berkelanjutan,” jelasnya.
Dalam kegiatan restorasi tahun ini, tim menerjunkan 30 kerangka berbentuk spider yang telah dipasangi 750 bibit terumbu karang. Kerangka tersebut ditempatkan pada kedalaman 7 hingga 10 meter di zona yang dianggap sebagai lokasi paling ideal untuk pertumbuhan karang karena masih mendapatkan intensitas cahaya matahari yang cukup. Hasil pemantauan terhadap lokasi restorasi tahun sebelumnya memberikan optimisme tersendiri. Terumbu karang yang ditanam mulai tumbuh dan menjadi habitat baru bagi berbagai jenis ikan. Kehadiran biota laut tersebut menjadi bukti bahwa ekosistem perlahan mulai pulih.
Meski demikian, perjalanan restorasi tidak selalu mudah. Tim harus berpacu dengan cuaca, terutama menjelang musim angin utara. Berbekal pengetahuan lokal para nelayan, tim mempercepat proses sosialisasi dan penerjunan kerangka agar terumbu karang memiliki peluang tumbuh lebih baik sebelum kondisi laut memburuk.

Bagi FMIPA UNEJ, keberhasilan restorasi tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga dari tumbuhnya kesadaran bersama untuk menjaga laut. Oleh karena itu, sebelum pelaksanaan kegiatan, tim terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada nelayan mengenai pentingnya menjaga kawasan restorasi agar tidak rusak akibat aktivitas penangkapan ikan.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, sektor usaha, aparat keamanan, masyarakat nelayan dan pemerintah, ekosistem laut di kawasan Tanjung Sekeben diharapkan dapat pulih kembali. Tidak hanya menjaga keanekaragaman hayati laut, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir melalui meningkatnya populasi ikan di masa mendatang.

“Apa yang ditanam di dasar laut hari ini mungkin hanya terlihat sebagai bibit-bibit kecil terumbu karang. Namun, di baliknya terdapat harapan besar bahwa laut Banyuwangi dapat kembali lestari dan bermanfaat bagi generasi mendatang,” pungkasnya. (dil/ajf)
#DiktisaintekBerdampak #UNEJBerdampak #IKU5 #IKU7 #IKU8
