Jember, 7 September 2026 Universitas Jember (UNEJ) bersama Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) menyiapkan sejumlah penyesuaian bagi peserta Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS) XVIII Tahun 2026 yang mengalami kendala perjalanan akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Peserta yang mengalami keterlambatan tetap diberikan kesempatan mengikuti perlombaan, sementara peserta yang tidak memungkinkan hadir secara langsung akan diakomodasi secara daring sesuai ketentuan yang berlaku. Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers PEKSIMINAS XVIII...Read More
Jember, 7 September 2026, Universitas Jember (UNEJ) terus memperluas jaring kerja sama sekaligus menebar manfaat. Kali ini jalinan kerja sama dirintis bersama Universitas Sembilan belas November (USN) Kolaka Sulawesi Tenggara. Dipimpin langsung oleh rektornya, Syarifuddin Tundreng, USN belajar mengenai pengelolaan dana hibah luar negeri ke kampus UNEJ (7/8/2026). Kunjungan kolega dari Sulawesi Tenggara diterima langsung oleh rektor bersama jajaran pimpinan UNEJ. Menurut Syarifuddin Tundreng, kedatangan kali ini didasari pengalaman UNEJ...Read More
Jember, 7 September 2026 Ada kalanya, keberanian tidak hadir sebelum seseorang melangkah, tetapi justru tumbuh setelah ia berani mencoba. Hal itulah yang dirasakan Afinda Nur Prasantiara, mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember (UNEJ) angkatan 2024, ketika membawa langkahnya hingga ke Taiwan melalui Mandarin Summer Camp. Berangkat dengan kemampuan Bahasa Mandarin yang masih terbatas, ia pulang dengan kepercayaan diri yang jauh lebih besar dan pandangan bahwa dunia ternyata begitu luas untuk...Read More
Jember, 6 September 2026 Nilai kepatuhan dalam budaya Madura yang selama ini kerap dipandang sebagai faktor yang dapat memengaruhi keputusan keluarga, justru dapat direkonstruksi menjadi kekuatan untuk melindungi anak dari praktik pernikahan dini. Temuan tersebut dihasilkan tim mahasiswa Universitas Jember (UNEJ) melalui riset Program Kreativitas Mahasiswa-Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) 2026 di Desa Silo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember. Riset yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tersebut menemukan adanya dualitas...Read More
Jember. 6 September 2026 Biji kelor yang selama ini dikenal sebagai tanaman pangan ternyata memiliki potensi lain untuk membantu mengatasi persoalan air keruh. Mahasiswa Universitas Jember melalui program PKM-PM BIOCLARE (Bio-Coagulant for Clear Water and Environmental Sustainability) mengembangkan biokoagulan berbasis biji kelor bersama TP PKK Desa Gucialit, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang. Hasil pemantauan menunjukkan tingkat kekeruhan air turun secara bertahap, dari 3,5 NTU pada minggu pertama menjadi 1,07 NTU pada...Read More
Nulla vitae elit libero, a pharetra augue. Nulla vitae elit libero, a pharetra augue. Nulla vitae elit libero, a pharetra augue. Donec sed odio dui. Etiam porta sem malesuada.